• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Masyarakat Adat Desak Pengakuan Perda di Festival Hutan Papua

April 25, 2025
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Alberth Yomo
Masyarakat Adat

Suasana Festival Hutan Adat Papua yang digelar di Bariat,Sorong Selatan, 22-23 April 2025. Masyarakat adat minta pemerintah segera tindaklanjuti Perda Masyarakat Adat. ( Foto : Gamaliel.M.Kaliele/Jubi)

0
SHARES
19
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Teminabuan, Jubi – Festival Hutan Adat Papua resmi digelar di Kampung Bariat, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, pada 22–23 April 2025. Festival ini menjadi ruang penting bagi masyarakat adat untuk menampilkan kekayaan budaya, kearifan lokal, serta semangat menjaga hutan dan wilayah adat mereka.

Dalam festival ini, ditampilkan berbagai kerajinan tangan tradisional, termasuk tikar-tikar anyaman karya Suku Afsya dan masyarakat adat dari Kampung Wehali serta Kampung Manggis. Motif-motif yang disuguhkan sarat akan makna budaya dan identitas lokal.

Salah satu kerajinan khas yang mencuri perhatian adalah Koba-Koba Noken, tas tradisional Papua yang dibuat dari kulit kayu. Noken ini menggambarkan filosofi hidup masyarakat Papua yang menyatu dengan alam.

IMG 6303 scaled
Suasana Festival Hutan Adat Papua yang digelar di Bariat,Sorong Selatan, 22-23 April 2025. Masyarakat adat minta pemerintah segera tindaklanjuti Perda Masyarakat Adat. ( Foto : Gamaliel.M.Kaliele/Jubi)

Festival ini juga menyajikan kuliner tradisional berbasis sagu, seperti roti sagu hasil olahan mama-mama dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Knasaimos, yang berasal dari Distrik Saifi dan Distrik Seremuk. Makanan ini menjadi simbol ketahanan pangan dan warisan pengetahuan lokal.

Pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan acara. Mama-mama dari Kampung Wehali dan Kampung Manggis memainkan musik srar, alat musik tradisional Papua yang diwariskan turun-temurun. Sementara itu, Suku Mlakya dari Distrik Teminabuan, Kampung Werisar, menampilkan nyanyian berbahasa daerah yang mengangkat pentingnya pelestarian bahasa ibu.

Salah satu momen paling berkesan adalah tarian berburu burung maleo dari komunitas SUP Suku Imu, bagian dari Suku Besar Imeko. Tarian ini merefleksikan kearifan lokal dalam praktik perburuan berkelanjutan yang tidak merusak ekosistem hutan.

Seniman dari Belantara Rakyat juga turut tampil membawakan lagu-lagu akustik dari grup Mambesak, yang sarat pesan perjuangan dan menggetarkan hati masyarakat adat yang hadir.

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

Festival ini tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga simbol perlawanan terhadap perusakan hutan adat, serta seruan kuat kepada pemerintah untuk mengakui, melindungi, dan segera menindaklanjuti Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengakuan Masyarakat Adat yang telah lama diperjuangkan.

Direktur Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Franky Samperante, menyatakan bahwa festival ini digelar dalam rangka peringatan Hari Bumi Internasional.

“Meski baru pertama kali diselenggarakan, Festival Hutan Adat Papua ini bertepatan dengan Hari Bumi Internasional, dan menjadi momentum bersejarah,” ujar Franky di Sorong Selatan, Selasa (22/4/2025).

Ia menambahkan, masyarakat adat harus terus percaya diri menjaga tradisi dan identitasnya, termasuk pemahaman tentang tanah, hutan, dan laut sebagai jati diri. Dalam pemahaman masyarakat adat Suku Afsya, tanah atau Teme adalah ibu kandung. Segala gangguan terhadap Teme akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Franky juga mengingatkan bahwa wilayah adat Suku Afsya sempat menjadi incaran perusahaan sawit, sebelum akhirnya izin konsesi dicabut pada 2021. Namun, penolakan terhadap eksploitasi sawit masih terus disuarakan oleh masyarakat.

IMG 6321 scaled
Suasana Festival Hutan Adat Papua yang digelar di Bariat,Sorong Selatan, 22-23 April 2025. Masyarakat adat minta pemerintah segera tindaklanjuti Perda Masyarakat Adat. ( Foto : Gamaliel.M.Kaliele/Jubi)

Wakil Bupati Sorong Selatan, Yohan Bodory, mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk bersatu menjaga tanah adat.

“Tanah kita di Sorong Selatan sudah menjadi target eksploitasi. Kita harus bersatu melawan pihak-pihak yang merusak hutan masyarakat adat di wilayah ini,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa dalam peraturan perundang-undangan, setiap pihak yang ingin masuk ke wilayah adat wajib menghormati hak-hak masyarakat adat, termasuk hak atas hutan mereka.

Grice Mondar (54), seniman perempuan dari Suku Afsya, turut menyuarakan penolakan terhadap konsesi sawit melalui lagu berjudul Fnaqat Tijoqo Sawit Wain Fombu Distrik Konda. Lagu ini bercerita tentang pentingnya menjaga hutan adat yang merupakan sumber kehidupan: satwa endemik, sagu, sayur, air, hingga obat-obatan tradisional.

“Lewat lagu ini saya ingin anak-anak muda bisa belajar dan menjaga hutan di Konda,” kata Grice.

Sejak 1986, Grice telah menciptakan ratusan syair tentang manusia dan alam Papua, dan terus konsisten menyuarakan perlawanan lewat seni.

Tokoh adat Suku Afsya, Yulian Kareth, menyampaikan sikap tegas masyarakat adat di Distrik Konda.

“Kalau wilayah kami diambil perusahaan, dua hari saja alat berat turun, maka wilayah kami punah,” ujarnya dengan nada emosional.

Ia menegaskan bahwa wilayah adat Suku Afsya sangat kecil dan sensitif. Jika dirusak, seluruh sistem kehidupan masyarakat akan terancam.

“Kami sudah demo, bakar ban, sampai ke DPR. Tapi suara kami tidak pernah didengar. Kalau pemerintah tetap memaksa, kami juga tidak akan diam,” kata Yulian.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa hutan adat bukan sekadar lahan, tetapi tempat anak-anak tumbuh, belajar, dan hidup.

“Bumi ini menghidupkan kami. Kalau bumi rusak, tumbuhan hilang, kita juga habis. Kami capek, tapi kami tidak akan diam.” (*)

Tags: Festival Hutan PapuaMasyarakat AdatPeraturan DaerahPerda
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Pemetaan Hutan Ulayat, Hutan Adat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 25, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara