Merauke, Jubi – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Kasi Humas Polres Merauke, Ipda Andre MSB mengatakan, sejumlah kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Merauke, seperti di Kampung Yanggandur Distrik Sota, Distrik Tanah Miring, Jagebob dan Elikobel.
Katanya, penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh aparat TNI-Polri dan masyarakat.
“Penyebabnya masih kita selidiki. Sejauh ini kepolisian dan TNI dibantu warga berhasil memadamkan api,” kata Andre saat ditemui di Merauke, Senin (7/9/2026).
Menurut Andre, kebakaran dapat dipicu berbagai faktor. Kemungkinan yang didalami antara lain kondisi alam yang panas maupun aktivitas manusia seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
Namun, ia menegaskan penyebab pasti masing-masing kejadian belum dapat dipastikan. Salah satu kebakaran dengan luasan cukup besar terjadi di wilayah Tanah Miring dengan luas sekitar empat hektare dan hampir mencapai lima hektare.
Ia mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api meluas. Kebakaran juga terjadi di Kampung Yaba Maru, Distrik Tanah Miring, pada Jumat (4/9/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.59 WIT itu menghanguskan lahan alang-alang seluas kurang lebih satu hektare.
Api di Yaba Maru diduga bermula dari pembakaran sampah di sekitar permukiman warga. Cuaca panas dan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke lahan di belakang permukiman.
Aparat gabungan dari Polsek Tanah Miring, petugas pemadam kebakaran serta Kodam XXIV/Mandala Trikora bersama masyarakat melakukan pemadaman menggunakan tiga unit mobil pemadam.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.40 WIT. Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di wilayah Elikobel sekitar pukul 10.30 WIT. Personel Polsek Elikobel bersama masyarakat Kampung Bupul melakukan pemadaman setelah melihat kobaran api di sekitar musala.
Api kemudian merembet menuju kawasan hutan di belakang rumah warga, sekitar Kantor Distrik Elikobel dan lahan sawit milik PT APM.
Api di sekitar Mapolsek Elikobel berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIT, sementara kobaran yang mengarah ke lahan sawit masih memerlukan pemantauan.
Sementara di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, kebakaran ditangani personel gabungan Polres Merauke dan Kodim 1707/Merauke pada Sabtu (5/9/2026) malam. Petugas menyisir ruas Jalan Wasur-Yanggandur sebelum menemukan titik api sekitar pukul 21.15 WIT.
Sebanyak lima personel Sat Samapta Polres Merauke dan 15 personel Kodim 1707/Merauke dikerahkan dalam penanganan tersebut dengan dukungan satu unit mobil pemadam TNI AD. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.51 WIT.
Andre mengatakan penanganan karhutla selama ini dilakukan melalui kerja sama TNI, Polri dan masyarakat. Sejumlah peralatan pemadam juga dikerahkan, termasuk water cannon Brimob dan mobil pemadam.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika membakar sampah pada kondisi cuaca panas dan berangin.
“Kami imbau kepada masyarakat agar jangan membakar sampah sembarangan. Puntung rokok juga jangan dibuang sembarangan karena bisa menyebabkan kebakaran lahan,” ucapnya.
Andre mengatakan, respons cepat diperlukan untuk mencegah api meluas ke permukiman, fasilitas umum maupun lahan perkebunan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api. (*)






















Discussion about this post