• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

KNPB serukan referendum bagi kemerdekan Papua

August 16, 2023
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Referendum

Para aktivis KNPB menggelar demonstrasi memperingati Perjanjian New York, pada Selasa (15/8/2023. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
140
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB menggelar demonstrasi memperingati perjanjian New York 1962 di Kota Jayapura, pada Selasa (15/6/2023). Dalam aksi itu KNPB meminta agar Perjanjian New York 1962 ditinjau kembali, dan menyerukan referendum bagi kemerdekaan bangsa Papua.

KNPB menggelar aksi demonstrasi secara serentak di Tanah Papua dan di wilayah Indonesia lainnya. Di Kota Jayapura semula aksi demonstrasi digelar di beberapa titik di antaranya di Expo, gapura Kampus Universitas Cenderawasih Waena dan Abepura dan Lingkaran Abepura.

Para demonstrasi direncanakan akan menuju ke DRP Papua, tetapi mereka dilarang polisi. Massa aksi yang berasal dari Perumnas 3 Waena dan Expo diadang polisi di depan SMP Gembala Baik dan dilarang menuju Abepura.

Massa aksi yang melakukan orasi di depan SMA Negeri 1 Jayapura di Abepura dibubarkan polisi dengan water canon. Para demonstrasi kemudian berkumpul dan melakukan orasi di lapangan Zakheus Asrama Tunas Harapan Abepura.

Di Lapangan Zakheus Abepura, aksi demonstrasi dimulai dengan tari waita dan meneriakan pekikan “Papua Merdeka”. Para demonstrasi juga membawa bendera bertuliskan “KNPB lawan” dan sejumlah poster bertuliskan “Hentikan Operasi Militer di Papua”. Sejumlah massa aksi mengenakan simbol bendera Bintang Kejora di tubuh mereka.

Dalam orasinya, Ketua Umum KNPB, Agus Kossay mengatakan perjanjian New York 1962 merupakan awal penderitaan bagi rakyat Papua. Kossay mengatakan perjanjian itu sama sekali tidak melibatkan Orang Asli Papua.

“Perjanjian New York tidak melibatkan OAP. PBB segera bertanggung jawab. Perjanjian ilegal itu untuk memaksakan Papua bergabung dengan Indonesia,” kata Kossay dalam orasinya.

BERITATERKAIT

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

Jakarta didesak mewujudkan kunjungan Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

BEM Uncen: Kami punya bukti polisi menembak saat demonstrasi berujung ricuh

Kossay mengatakan perjanjian itu mengorbankan Orang Asli Papua demi kepentingan Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia. Kossay mengatakan Orang Asli Papua semakin hidup dalam ketakutan dan menjadi korban pelanggaran HAM.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi
Referendum
Para aktivis KNPB menggelar demonstrasi memperingati Perjanjian New York, pada Selasa (15/8/2023. – Jubi/Theo Kelen

Kossay mengatakan permasalah dan konflik yang berkepanjangan di Tanah Papua hanya dapat diselesaikan melalui referendum bagi kemerdekaan bangsa Papua. Kossay mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi seharusnya tidak menghalangi kemerdekaan Papua.

“Hari ini kami minta cari jalan damai. Indonesia sebagai negara demokrasi coba buktikan itu. Negara demokrasi harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. KNPB selalu serukan jalan damai referendum bagi bangsa Papua. KNPB tidak melawan dengan senjata, KNPB punya senjata megafon, bendera dan poster,” ujarnya.

Orasi di Lapangan Zakheus Asrama Tunas Harapan Abepura itu berakhir pukul 15.31 sore. Aksi itu dijaga ketat puluhan personal dari Kepolisian Resor Jayapura Kota dan Kepolisian Daerah Papua, dan mobil water canon.

Perjanjian New York 1962 adalah perjanjian antara Belanda dan Indonesia yang menyepakati pengalihan penguasaan Tanah Papua dari Belanda kepada Indonesia, dan pelaksanaan referendum bagi setiap Orang Asli Papua dewasa untuk menentukan pilihan masa depan bangsa Papua, atau one man one vote.

Perjanjian yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962 ini dibuat tanpa melibatkan Orang Asli Papua Kesepakatan untuk melaksanakan referendum akhirnya direduksi menjadi Penentuan Pendapat Rakyat pada 1969 yang mengganti mekanisme one man one vote dengan musyawarah yang hanya diikuti perwakilan yang ditunjuk untuk menyatakan pendapatnya.

Selain menuntut referendum, KNPB juga meminta Pemerintah Indonesia segera membebaskan seluruh tahanan politik gerakan Papua Merdeka di seluruh West Papua. KNPB menegaskan berbagai penangkapan dan pemenjaraan aktivis Papua merdeka disebabkan kesalahan proses penentuan nasib sendiri bangsa Papua yang tidak berjalan sesuai aturan dan prinsip-prinsip Hukum Internasional.

KNPB tidak menerima hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969, dan mengklaim 1 Desember 1961 sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua. KNPB menilai pelaksanaan Pepera 1969 tidak sesuai isi Perjanjian New York, sehingga rapat Papua menolak klaim kedaulatan Indonesia atas Papua.

KNPB juga mendeklarasikan bulan Agustus sebagai bulan rasis bagi bangsa Papua. Bulan Agustus dinilai sebagai bulan dengan sejarah pahit bagi bangsa Papua, termasuk insiden rasisme yang ditujukan kepada mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019 yang memicu gelombang besar demonstrasi di berbagai kota di Papua dan Indonesia, serta berujung kepada penangkapan dan pemenjaraan para aktivis Papua. (*)

Tags: DemonstrasiKNPBKomite Nasional Papua BaratPerjanjian New York 1962Referendum
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pelajar ditangkap

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

September 15, 2026
Komisaris Tinggi PBB

Jakarta didesak mewujudkan kunjungan Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 8, 2026

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026

BEM Uncen: Kami punya bukti polisi menembak saat demonstrasi berujung ricuh

August 22, 2026

KNPB: Dugaan penembakan warga Maybrat mungkin berkaitan dengan SDA

August 19, 2026

Penanganan demonstrasi di Jayapura perlu belajar dari wilayah lain

August 16, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition
7 October 2026
Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition

Jayapura, Jubi –  A team from SMA Negeri 1 Jayapura in Papua has reached the final of the Bedah APBD [...]

Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days
6 October 2026
Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days

Merauke, Jubi – Young swimmer Nathania Zefanya Wohel from Merauke, South Papua province, won 15 gold and three silver medals [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa harus tetap mandiri

October 8, 2026
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

October 8, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026
Dana Otsus Merauke

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

October 8, 2026
Mahasiswa Uncen

Dugaan Penganiayaan: Mahasiswa Uncen laporkan sejumlah polisi ke Polda Papua

October 8, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

October 8, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026
El Nino PNG

5,5 juta orang di PNG terdampak El Nino

October 8, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Gereja

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 8, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Lomba bedah APBD

Tim SMA Negeri 1 Jayapura lolos final lomba bedah APBD

October 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa harus tetap mandiri

0
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

0
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

0
Dana Otsus Merauke

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

0
Mahasiswa Uncen

Dugaan Penganiayaan: Mahasiswa Uncen laporkan sejumlah polisi ke Polda Papua

0
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

0
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara