• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Beasiswa diputus, mahasiswa Papua di AS ingin berdialog dengan Jokowi

April 9, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Pemutusan Beasiswa peserta Program Siswa Unggul Papua

Presiden IMAPA USA-Kanada Dimison Kogoya dalam Zoom Meeting membahas pemutusan program beasiswa peserta Program Siswa Unggul Papua, Sabtu (9/4/2022). - Tangkapan layar Zoo Meeting

0
SHARES
11
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Kompas – Ikatan Mahasiswa Papua di Amerika Serikat dan Kanda atau IMAPA USA-Kanada meminta  berdialog dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Presiden Joko Widodo, untuk mencari solusi atas pemutusan beasiswa sejumlah peserta Program Siswa Unggul Papua. Pemutusan beasiswa Otonomi Khusus Papua itu membuat sejumlah mahasiswa Papua di luar negeri harus berhenti kuliah.

Presiden IMAPA USA-Kanada Dimison Kogoya menyatakan ada sekitar seratusan mahasiswa Papua terancam dipulangkan karena beasiswanya diputus. Beasiswa seratusan mahasiswa itu diputus karena mereka dianggap tidak tepat waktu menyelesaikan kuliahnya.

“Dalam surat pemberhentian beasiswa kepada mahasiswa, tertera pernyataan bahwa mahasiswa yang menerima surat itu dianggap tidak tepat waktu dalam menyelesaikan studi hingga akhir tahun 2021. Mereka diminta mempersiapkan kepulangan dari lokasi studi. Itu alasan pemerintah, tanpa melihat sampai di mana pencapaian studi mahasiswa [bersangkutan],” kata Dimison Kogoya kepada sejumlah wartawan yang mengikui Zoom meeting IMAPA USA-Kanada pada Sabtu (9/4/2022).

Kogoya menilai pemutusan beasiswa Program Siswa Unggul Papua ratusan mahasiswa asli Papua itu juga terkait dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua Baru). UU Otsus Papua Baru itu membuat pengelolaan sebagian besar dana Otsus Papua dialihkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Pemutusan beasiswa itu terjadi karena UU Otsus Papua Baru. Harusnya perubahan itu memberikan angin segar kepada kami. Tetapi sebaliknya, hak mahasiswa Papua di luar negeri diputus,” kata Kogoya.

Kogoya mengatakan para mahasiswa Papua yang ada di Amerika Serikat (AS), Kanada, Selandia Baru, dan Australia sudah pernah menyampaikan keinginan mereka untuk berdialog dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Presiden Jokowi. Akan tetapi, permintaan itu tidak ditanggapi Pemprov Papua dan pemerintah pusat.

“Kami berharap dalam waktu dekat pemerintah segera menggelar dialog dengan mahasiswa dari berbagai kota studi di manca negara. Pertemuan itu harus terjadi, guna membahas persoalan bantuan dana studi [kami] yang diputus pemerintah,” kata Kogoya.

BERITATERKAIT

Kadepa: Di Tanah Papua bukan hanya emas, ada manusia yang mesti dijaga

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

Penerapan perda bahasa daerah di Tanah Papua sebagai upaya melindungi identitas OAP

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

Penasehat  IMAPA USA-Kanada, Anis Labene mengatakan pemutusan beasiswa itu bukan hanya berdampak  kepada studi sejumlah mahasiswa, namun juga berdampak terhadap mental mereka. Pemutusan beasiswa itu juga mengancam masa depan generasi Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Sebab penerima beasiswa itu rata-rata datang dari keluarga ekonomi kelas menengah bawah. Hal itulah yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Labene mangatakan pemerintah Indonesia harus bijaksana dalam mengambil kebijakan pasca UU Otsus Papua Baru. “Karena, sebagian adik-adik mahasiswa [yang diputus beasiswa itu] sudah mau menyelesaikan kuliahnya,” katanya.

Mahasiswa Jurusan Aeronautical Science di Embry-Riddle University, Oregon, AS, Daniel Game menyatakan ada banyak faktor yang bisa membuat mahasiswa asli Papua terlambat menyelesaikan studinya. Game menyebut beberapa faktor itu bahkan bukan kesalahan dari mahasiswa, sehingga pemutusan beasiswa ratusan mahasiswa asli Papua itu tidak adil.

“Sebagian mahasiswa terlambat menyelesaikan studinya karena terkadang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Papua terlambat mengirim uang untuk biaya hidup. Kalau [keterlambatan terjadi saat] kelas [semester itu] sudah dimulai, mahasiswa tidak bisa mengikuti kuliah, tidak bisa membeli buku, tidak bisa mengakses materi kuliah daring. Akhirnya, mahasiswa itu tidak menyelesaian tugas kuliah, dan nilainya jatuh, sehingga harus mengulang,” kata Game mencontohkan.

Game juga menyebut BPSDM terkadang terlambat mengirimkan surat sponsor bagi mahasiswa peserta Program Siswa Unggul Papua. “Surat itu isinya Pemprov Papua menyatakan siap membiayai kuliah penerima beasiswa. Itu menjadi surat jaminan, garansi antara kampus dan Pemprov Papua. Penerbitan surat itu sering terlambat. Pada Juli tahun 2019, saya lulus dari community college. Untuk melanjutkan kuliah ke Embry-Riddle University,  butuh waktu sekitar satu tahun enam bulan kemudian, baru saya dapat surat sponsor,” kata Game. (*)

Tags: BeasiswaBeasiswa Otsus Papuaorang asli papuaOtsus PapuaProgram Siswa Unggul Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kapolda

Kapolda Papua Barat apresiasi juara Run 10K, resmikan pondok teratai

April 28, 2026
Wakil Bupati Nduga

Elite politik diingatan tidak mengintervensi hasil pemilihan Wakil Bupati Nduga

April 28, 2026
menular

Penanganan penyakit menular di Papua belum optimal, Gubernur Fakhiri minta dukungan Pusat

April 28, 2026
Malaria

Wamenkes: 90 persen kasus malaria nasional ada di Papua, penanganan harus terintegrasi

April 28, 2026
nelayan

Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

April 28, 2026
Dana Otsus

Gubernur Nawipa tegaskan manfaat dana Otsus harus dirasakan OAP

April 28, 2026
militer

Aksi Mahasiswa di Wamena desak penarikan militer non-organik dari Papua Pegunungan

April 28, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Papua Tengah

Program RPL bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah membangun pendidikan

April 27, 2026
nelayan

Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

April 28, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Wakil Bupati Nduga

Elite politik diingatan tidak mengintervensi hasil pemilihan Wakil Bupati Nduga

April 28, 2026
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

April 18, 2026
Kapolda

Kapolda Papua Barat apresiasi juara Run 10K, resmikan pondok teratai

0
Wakil Bupati Nduga

Elite politik diingatan tidak mengintervensi hasil pemilihan Wakil Bupati Nduga

0
menular

Penanganan penyakit menular di Papua belum optimal, Gubernur Fakhiri minta dukungan Pusat

0
Malaria

Wamenkes: 90 persen kasus malaria nasional ada di Papua, penanganan harus terintegrasi

0
nelayan

Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

0
Dana Otsus

Gubernur Nawipa tegaskan manfaat dana Otsus harus dirasakan OAP

0
militer

Aksi Mahasiswa di Wamena desak penarikan militer non-organik dari Papua Pegunungan

0

English Stories

Arnold C Ap (1945-1984) creator and leader of Mambesak Group – Supplied
Pacnews

42 Years After His Death, Arnold Clemens Ap’s Legacy Endures in West Papua

April 28, 2026
Papuan political figure Laurenzus Kadepa (left) with Puncak Regent Elvis Tabuni. – Courtesy of Jubi
Pacnews

“Not Just Gold”: Kadepa urges protection of lives in Papua

April 28, 2026
One of the housing areas in Jayapura Regency inundated during rainfall — Photo courtesy of the Jayapura Regency Disaster Management Agency (BPBD)
Pacnews

Jayapura Regent to summon hundreds of developers over environmentally unsound housing

April 27, 2026
WWF Indonesia campaign staff Adelia Tania delivers training materials at the WWF hall in Sentani, Jayapura Regency, Papua, Friday (April 24, 2026) — Jubi/Larius Kogoya
Pacnews

Food waste a major driver of Global Warming, WWF says

April 27, 2026
Forest
Pacnews

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

April 25, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program RPL bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah membangun pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara