Jayapura, Jubi – Sebuah truk tangki air ditembak orang tak dikenal di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (12/2/2026). Peristiwa itu menyebabkan sopir bernama Suwono terluka di punggung sebelah kiri.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani mengatakan kendaraan yang dikemudikan korban ditembaki dari pinggir jalan, saat dalam perjalanan dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo ke Lokpon untuk membawa suplai air bersih bagi masyarakat.
“Meski dalam kondisi terluka, korban bersama seorang kenek yang mendampinginya tetap melanjutkan perjalanan hingga mencapai Lopon untuk menyelamatkan diri. Laporan kejadian kemudian diterima aparat keamanan,” kata Faizal Ramadhani dalam siaran pers tertulis, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, setelah kejadian personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis awal. Setelahnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Kota Jayapura, Papua untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Katanya, aparat keamanan tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas pelayanan kebutuhan dasar.
“Korban adalah masyarakat yang sedang bekerja mengangkut kebutuhan dasar berupa air bersih. Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku. Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman, tidak merasa takut,” ucapnya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo mengatakan, usai korban dievakuasi, aparat melakukan respons taktis di sekitar lokasi kejadian.
Aparat kamanan mendapati sekira empat orang mencurigakan di sekitar lokasi, yang kemudian melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan.
“Hingga kini, penyisiran dan pengejaran masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan [pelaku] mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Yahukimo,” kata Kombes Pol Sutejo.
Katanya, aparat keamanan masih mendalami identitas dan keterkaitan kelompok tersebut guna memastikan proses hukum berjalan optimal.
Sebagai langkah antisipatif, pengamanan di jalur distribusi logistik dan sejumlah objek vital di Kabupaten Yahukimo turut ditingkatkan. Koordinasi bersama pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjamin distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan dengan pengawalan memadai.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB, Sebby Sambom mengatakan TPNPB Komando Daerah Operasi atau Kodap XVI Yahukimo bertanggung jawab terhadap penembakan itu.
“Manajemen markas pusat Komnas TPNPB menegaskan kepada warga imigran Indonesia yang berprofesi sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia, yang berprofesi sebagai tukang ojek, tukang bangunan dan lainnya segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata antara TPNPB dengan aparat militer pemerintah Indonesia,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.
Katanya, apabila ada warga sipil memasuki daerah yang telah ditetapkan TPNPB sebagai wilayah perang, mereka akan dianggap sebagai intelijen dan siap dieksekusi tanpa terkecuali.
“Juga wilayah-wilayah konflik bersenjata seperti Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Puncak, Puncak Jaya, Maybrat, Tembagapura dan lainnya itu tidak ada jaminan keamanan dan kehidupan bagi warga imigran Indonesia sehingga wajib kosongkan wilayah perang,” ucapnya. (*)




















Discussion about this post