Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB mengklaim merampas dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1, empat magazin berisi 120 butir amunisi, dan sepucul pistol G2 combat beserta amunisinya, saat kelompok TPNPB pimpinan Aibon Kogoya menyerang serta membakar pos keamanan milik PT Kristalin Ekalestari, Sabtu (21/2/2026) sore.
PT Kristalin Eka Lestari merupakan perusahan penambang emas di wilayah Kabupaten Nabire. Insiden itu terjadi di Bendungan Kali Musairo SP1 Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kejadian ini menyebabkan orang meninggal dunia dalam keadaan terbakar.
Klaim itu disampaikan Juru Bicara TPNP-OPM, Sebby Sambom dalam siaran pers tertulisnya, Minggu (22/2/2026).
“Mayor Aibon Kogoya juga melaporkan bahwa penyerangan tersebut dilakukan demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua yang sudah pernah merdeka sejak 1 Desember 1961,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.
Menurutnya, penyerangan ini sebagai bentuk perlawanan nyata serta upaya agar penambangan emas ilegal di wilayah operasi TPNPB segera dihentikan.
“Kami juga mengimbau agar warga imigran Indonesia yang berada di seluruh wilayah pertambangan emas ilegal di seluruh wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya hingga Manokwari [Papua Barat] segera kosongkan [wilayah penambangan] sebelum jatuhnya korban jiwa yang berlebihan,” ujarnya.
Sambom mengatakan, seluruh senjata api yang dirampas dalam insiden itu telah menjadi aset TPNPB. Karenya, TPNPB meminta penghentian operasi oleh aparat keamanan serta intimidasi terhadap warga sipil yang tidak tahu apa-apa dalam insiden tersebut.
Kapolres Nabire, Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP Samuel D Tatiratu mengatakan, dua jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian telah dievakuasi ke RSUD Nabire guna proses identifikasi forensik.
Pihak kepolisian menyatakan belum dapat memastikan identitas korban karena kondisi jenazah yang terbakar parah.
“Kami belum dapat memastikan, apakah korban merupakan personel yang berjaga [di pos] atau masyarakat sipil. Untuk identitas, kami masih menunggu proses medis lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemeriksaan DNA,” kata AKBD Samuel D Tatiratu setelah kejadian.
Katanya, hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif penyerangan dan pembakaran pos tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut. (*)

























Discussion about this post