• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Jaringan Damai Papua: Saatnya Negara pilih jalan kebenaran, bukan senjata

September 2, 2025
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Jaringan Damai Papua (JDP)

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Cristian Warinussy SH. | dokumentasi pribadi

0
SHARES
37
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto bahwa konflik panjang di Tanah Papua tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan keamanan semata. Negara harus berani membuka ruang pengungkapan kebenaran, membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), serta mendirikan Pengadilan HAM di Papua sebagai langkah konkret menuju penyelesaian damai.

JDP sebagai pihak yang konsisten terlibat dalam upaya membangun Papua Tanah Damai (PTD) merasa perlu memberi catatan kritis terhadap situasi sosial dan politik di Tanah Papua saat ini.

“Kami juga ingin menekankan kembali pentingnya ide dasar untuk membangun Papua Tanah Damai dengan berangkat dari hasil penelitian dan rekomendasi ilmiah yang pernah dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),” kata Yan Christian Warinussy dalam keterangan persnya.

Penelitian LIPI mengenai konflik Papua berhasil mengidentifikasi empat akar masalah yang hingga kini masih relevan dan belum terselesaikan, yaitu soal marjinalisasi dan diskriminasi terhadap Orang Asli Papua (OAP). Sejak 1970-an, pembangunan ekonomi yang timpang, konflik politik yang tak berkesudahan, dan migrasi besar-besaran dari luar Papua telah menyingkirkan orang Papua dari tanahnya sendiri. Akibatnya, OAP semakin terpinggirkan di bidang politik, ekonomi, maupun sosial. Solusinya jelas: negara wajib menjalankan kebijakan afirmatif yang mengakui hak OAP dan memberdayakan mereka secara nyata,” tegas Yan.melalui pesan WhatsApp Kepada Jubi.(2/9/2025).

Ia melanjutkan, “Akar masalah kedua adalah kegagalan pembangunan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Di kampung-kampung, anak-anak Papua masih kesulitan mengakses sekolah, ibu-ibu hamil tidak mendapat layanan kesehatan memadai, dan banyak pemuda tidak punya peluang kerja layak.

Jadi Kalau pemerintah pusat benar-benar mau menyelesaikan masalah Papua, maka paradigma pembangunan harus diubah. Fokusnya bukan pada proyek infrastruktur besar yang menguntungkan investor, melainkan pada pelayanan publik yang langsung menyentuh rakyat Papua di akar rumput.

Yan juga menyinggung akar masalah ketiga, yaitu kontradiksi sejarah dan identitas politik antara Papua dan Jakarta. “Ini soal sejarah integrasi Papua ke Indonesia yang sejak awal dipandang berbeda oleh rakyat Papua. Masalah ini tidak mungkin selesai dengan operasi militer atau sekadar program pembangunan. Jalan satu-satunya adalah dialog, sebagaimana pemerintah pernah lakukan dengan Aceh. Tapi anehnya, hingga hari ini, niat untuk membuka dialog dengan Papua tidak pernah benar-benar ditunjukkan oleh pemerintah,” katanya.(2/9/2025).

BERITATERKAIT

Viralkan terduga di medsos bisa terjerat UU ITE

Putusan kasasi belum diunggah, kuasa hukum siapkan langkah hukum baru

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

Warinussy ingatkan Pemkab Teluk Bintuni risiko utang ke kontraktor

Lebih jauh, Yan menekankan akar masalah keempat, yakni pertanggungjawaban negara atas kekerasan masa lalu dan Puluhan tahun rakyat Papua menjadi korban kekerasan aparat negara. Ribuan jiwa melayang, banyak yang hilang tanpa jejak, dan luka sosial itu masih terasa hingga sekarang. Negara tidak bisa pura-pura lupa. Pengungkapan kebenaran melalui KKR dan pembentukan Pengadilan HAM di Tanah Papua adalah kewajiban moral dan hukum. Kalau ini tidak dilakukan, bagaimana mungkin kita bicara soal keadilan dan perdamaian? ujarnya.(2/9/2025).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dengan latar belakang itu, JDP mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menunjukkan komitmen politik yang nyata JDP menuntut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk segera mengimplementasikan penyelesaian perbedaan pandangan mengenai sejarah integrasi politik Papua.

“Jalan pengungkapan kebenaran melalui pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), sebagaimana diamanatkan Pasal 46 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, adalah agenda mendesak yang harus segera dijalankan. Presiden tidak boleh lagi menunda hal ini,” tegas Yan.

Ia menambahkan bahwa tanpa langkah politik yang berani, Papua hanya akan terus menjadi medan konflik menurutnya Negara tidak bisa lagi menutupi konflik Papua dengan retorika pembangunan atau jargon nasionalisme. “Realitas di lapangan jelas: rakyat Papua masih menderita, OAP masih terpinggirkan, dan kekerasan negara masih terjadi. Jika Presiden Prabowo sungguh ingin dikenang sebagai pemimpin yang membawa Papua menuju damai, maka inilah momentum untuk mengambil keputusan bersejarah,” katanya

Selain KKR, Yan juga menekankan pentingnya pembentukan Pengadilan HAM di Tanah Papua jadi Pelanggaran HAM di Papua tidak bisa terus dipendam. Dari kasus Wasior, Wamena, Paniai, hingga kekerasan-kekerasan baru, semuanya menuntut penyelesaian hukum. “Pengadilan HAM Papua harus segera dibentuk agar ada keadilan bagi korban dan keluarganya. Tanpa itu, luka sejarah akan terus diwariskan dari generasi ke generasi, ungkapnya.(2/9/225).

Ia juga menggarisbawahi urgensi dialog nasional antara Papua dan Jakarta jadi Desakan bagi segera dilakukan persiapan dialog Papua–Jakarta pada akhir 2025 atau awal 2026 sangat mendesak. Dialog ini haruslah dialog bermartabat, bukan sekadar pertemuan seremonial. Dialog yang mendengar suara korban, suara masyarakat adat, suara perempuan Papua, dan suara generasi muda. Tanpa dialog, kita hanya akan berputar dalam lingkaran kekerasan dan ketidakpercayaan,” ujar Yan.

Sebagai penutup, Yan menegaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) yang telah berlaku lebih dari 20 tahun perlu dievaluasi secara menyeluruh. Negara tidak boleh lagi mempertahankan kebijakan yang gagal menjawab akar masalah Papua.

“Evaluasi ini harus dilakukan secara terbuka, melibatkan rakyat Papua, agar kita bisa menyusun peta jalan baru yang benar-benar mampu menyelesaikan konflik Papua secara bermartabat. Konflik yang sudah berlangsung lebih dari 50 tahun ini tidak bisa lagi ditunda penyelesaiannya,” kata Yan.(*)

Tags: Dialog Damai PapuaJDPYan Warinussy
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Five Killed

Five Killed, Three Missing in Suspected World War II Bomb Explosion in Biak

June 2, 2026
Family of Yasinta

Family of Yasinta Moiwend Issues Clarification, Alleges Mama Sinta Was Taken Away, Calls for Witness Protectin and Human Rights Agencies to Intervene

June 2, 2026
Pemeriksaan mata

Pemerintah kampung adat Haei Saei Yomo Haei gelar pemeriksaan mata gratis

June 1, 2026
Pancasila

Peringatan lahirnya Pancasila: Momentum memperkuat komitmen terhadap dasar negara

June 1, 2026
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah: Peran perempuan penting dalam mengamalkan nilai Pancasila

June 1, 2026
Dampak Janji

Dampak janji penebangan yang dilanggar di hutan terakhir Kepulauan Solomon

June 1, 2026
Laporan kemerdekaan

Laporan kemerdekaan Bougainville dari PNG dipresentasikan di Parlemen Nasional

June 1, 2026
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

June 1, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
Dampak Janji

Dampak janji penebangan yang dilanggar di hutan terakhir Kepulauan Solomon

June 1, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
Five Killed

Five Killed, Three Missing in Suspected World War II Bomb Explosion in Biak

0
Family of Yasinta

Family of Yasinta Moiwend Issues Clarification, Alleges Mama Sinta Was Taken Away, Calls for Witness Protectin and Human Rights Agencies to Intervene

0
Pemeriksaan mata

Pemerintah kampung adat Haei Saei Yomo Haei gelar pemeriksaan mata gratis

0
Pancasila

Peringatan lahirnya Pancasila: Momentum memperkuat komitmen terhadap dasar negara

0
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah: Peran perempuan penting dalam mengamalkan nilai Pancasila

0
Dampak Janji

Dampak janji penebangan yang dilanggar di hutan terakhir Kepulauan Solomon

0
Laporan kemerdekaan

Laporan kemerdekaan Bougainville dari PNG dipresentasikan di Parlemen Nasional

0

English Stories

Five Killed
Pacnews

Five Killed, Three Missing in Suspected World War II Bomb Explosion in Biak

June 2, 2026
Family of Yasinta
Pacnews

Family of Yasinta Moiwend Issues Clarification, Alleges Mama Sinta Was Taken Away, Calls for Witness Protectin and Human Rights Agencies to Intervene

June 2, 2026
KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026

Trending

  • Mama Yasinta Moiwend

    Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak janji penebangan yang dilanggar di hutan terakhir Kepulauan Solomon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara