• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

IPMAPA: Transmigrasi atau pemusnahan OAP secara perlahan?

November 3, 2024
in Polhukam, Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Kristianto Galuwo
IPMAPA

Aksi mahasiswa yang menolak transmigrasi ke Papua. -Jubi/Gamaliel

0
SHARES
37
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jubi, Sorong – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua atau IPMAPA se-Surabaya, Jawa Timur, menyatakan sikap politik kepada Pemerintah Republik Indonesia, terkait dampak transmigrasi yang kembali diberlakukan. Program transmigrasi menurut IPMAPA adalah praktik penjajahan dengan cara memobilisasi penduduk migran, untuk bermukim di wilayah jajahannya guna menekan populasi penduduk asli Papua.

IPMAPA melalui Koordinator Lapangan Mugi Bunai, menyampaikan penduduk asli Papua adalah orang Papua yang tercatat memiliki marga orisinal (asli), yang terikat dengan tanah dan adat serta warisan turun-temurun dari nenek moyang Orang Asli Papua (OAP), yang telah bermukim selama puluhan ribu tahun di atas Tanah Papua.

“Bangsa Papua adalah rumpun Melanesia yang berbicara menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Tapi secara umum menggunakan bahasa Melayu Austronesia sebagai konsekuensi logis dari penjajahan Indonesia selama lebih dari 60 tahun,” katanya, Minggu (3/11/2024).

Ia mengatakan transmigrasi adalah gambaran kolonialisme primitif, yang pernah diterapkan oleh Inggris pada abad pertengahan semasa ditemukannya benua Australia oleh Kapten James Cook, dan mulai membangun koloni atau pemukiman penduduk Inggris di atas tanah adat Suku Aborigin.

“Hal ini membuat populasi mereka ditekan untuk punah atau depopulasic karena digempur oleh gelombang migrasi yang tak terkontrol oleh kolonial Inggris yang berujung pada pembantaian massal populasi Aborigin, perampasan tanah ulayat, dan asimilasi paksa [kawin campur] yang menjadi faktor punahnya orang Aborigin dalam waktu 100 tahun,” ujarnya.

Menurutnya praktik biadab itu digunakan hampir di separuh dunia yang dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa pada abad pertengahan sesudah renaisans atau aufklarung (abad pencerahan). Pratik itu berhasil memunahkan suku-suku pribumi, selain Aborigin ada suku Indian Iroquis, Comanche, dan Apache yang adalah pemilik sah negara modern Amerika Serikat.

“Sekarang populasi suku Indian hanya 2,9% dari total 100% penduduk Amerika Serikat. Karena minoritas mereka tidak punya kekuatan politik apa pun, untuk mempertahankan tanah leluhur mereka dari perampasan republik kapitalis liberal Amerika Serikat,” katanya.

BERITATERKAIT

Tolak PSN dan Transmigrasi, Aliansi Mahasiswa Papua se-Surabaya sampaikan pernyataan sikap

Pastor Bernard Baru: Bangun Papua dengan membangun orang Papua, bukan lewat transmigrasi

KNPB Balim/Wamena tolak kebijakan Prabowo terkait transmigrasi di Papua

KNPB bagi selebaran aksi tolak transmigrasi di Papua 

Sementara itu, Wakil Koordinator Lapangan, Stef Ukago, menambahkan bahwa kebijakan transmigrasi atau penjajahan oendudukan dimulai sejak 1964, atau 3 tahun sejak dikumandangkannya Trikora era Rezim Orde Lama Sukarno. Poin kedua Trikora berbunyi “Bersiaplah untuk mobilisasi umum di seluruh Tanah Papua”.

“Hal ini menjadi seruan sekaligus sebagai legitimasi jalannya kebijakan transmigrasi di atas Tanah Papua,” katanya.

Tercatat ada 78.000 Kepala Keluarga (KK) dengan jutaan jiwa migran dari luar Papua seperti Pulau Jawa, dikirim ke Papua untuk mengikuti program ini. Mereka yang dikirim sudah disediakan tanah untuk bertani dan rumah serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Setelah Orde Baru runtuh karena gelombang reformasi 1998, program transmigrasi reguler ini pun dihentikan,” katanya.

Namun, hal itu tidak serta merta meminimalisir gelombang migrasi dari luar Papua. Hal ini makin diperparah dengan masifnya pemekaran DOB, yang menjadi sasaran empuk migrasi penduduk dari luar Papua. Ada yang datang tanpa KTP tapi setelah sebulan tinggal di Papua, dengan segera KTP Papua-nya jadi.

“Sedangkan orang Papua sendiri buat KTP susahnya minta ampun. Karena migran sudah mendominasi maka mereka mulai menguasai berbagai sektor kehidupan [di Papua],” katanya.

Awalnya hanya sektor ekonomi seperti warung, kios, toko, dan pedagang bahan pangan di pasar, namun lama kelamaan mereka langsung memonopoli sektor perekonomian dan bisnis. Setelah mendominasi sektor ekonomi, migran mulai bergerak menguasai sektor politik.

“Lihat dari persentase jumlah kursi DPR baik kabupaten/kota/provinsi maupun pusat paling dominan dikuasai oleh migran. Bahkan mereka sudah melangkah lebih berani dengan mencalonkan diri sebagai gubernur, hal ini menjadi bukti keberhasilan kolonial Indonesia dalam menerapkan penjajahan berbasis pembangunan koloni/migran atau settler colonialism,” ujarnya.

Diperkirakan, perbandingan populasi OAP dengan migran pada 1960 sebesar 99% OAP dan 1% migran, sedangkan pada 2021 sudah mencapai 50% OAP dan 50% migran. Bonus demografi ini diambil dari data Profesor Jim Elmsley dari Sydney University, yang meneliti gejala depopulasi atau genosida perlahan di Papua akibat program transmigrasi.

“Setelah Prabowo Subianto dilantik menjadi presiden, dia langsung mewacanakan untuk menerapkan kembali transmigrasi reguler yang pernah digenjot oleh ayah mertuanya si diktator Suharto. Yang kita ketahui bahwa [ini] berorientasi [pada] pemusnahan Orang Asli Papua [secara] perlahan (slow motion gonocide). Sekarang apakah kita Orang Asli Papua mau pasrah seperti kambing yang diarahkan ke rumah potong hewan untuk disembelih, atau seperti singa yang gagah perkasa mempertahankan harga dirinya?” katanya.

“Leonidas, Panglima Perang Sparta pernah berkata ‘Lebih baik saya mati sebagai orang merdeka daripada hidup sebagai budak’. Kalau kita tidak berjuang dengan sungguh-sungguh untuk merdeka dan bebas dari penjajahan Indonesia, maka konsekuensinya adalah punah,” katanya lagi.

IPMAPA menuntut Pemerintah Republik Indonesia, pertama menghentikan program pengiriman transmigrasi ke Papua baik itu transmigrasi legal yang dibiaya negara, maupun transmigrasi ilegal yang diberangkatkan ke Papua. Kedua, cabut dan tolak Otonomi Khusus dan hentikan pembentukan DOB-DOB baru.

Ketiga buka akses jurnalis seluas-luasnya di West Papua. Keempat tarik militer organik dan non-organik dari West Papua. Kelima segera tangkap, pecat, dan adili pelaku penembakan Almarhum Tobias Silak di Yahukimo. Keenam, segera usut tuntas kasus pembunuhan, dan mutilasi terhadap Ibu Tarina Murib.

Ketujuh, hentikan Proyek Strategis Nasional berupa cetak sawah dan penanaman tebu di Kabupaten Merauke, yang merampas tanah adat rakyat Papua di wilayah Merauke seluas 2 juta hektare. Kedelapan, bebaskan seluruh tahanan politik West Papua tanpa syarat.

Kesembilan, tutup PT Freeport, BP, LNG Tangguh serta tolak pengembangan Blok Wabu dan Migas di Timika. Kesepuluh, hentikan pembangunan 4 Kodam tambahan, 4 Polda dan pengiriman 5 batalion penyanggah tambahan serta pembangunan berbagai fasilitas militer, yang justru menjadi dalang dari kekerasan kemanusiaan di Papua. Kesebelas, tangkap, adili, dan penjarakan jenderal pelanggar HAM.

Keduabelas, hentikan rasialisme dan politik rasial yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia dan TNI-Polri. Ketigabelas, hentikan operasi militer di Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, Maybrat, Yahukimo, dan seluruh wilayah West Papua lainnya. Keempatbelas, cabut dan tolak Omnibus Law, RUU KUHP, UU ITE, seluruh kebijakan kolonial yang tidak memihak rakyat. Kelimabelas, mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan kolonial Israel. Dan terakhir, keenambelas, berikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua. (*)

Tags: Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PapuaIPMAPAProgram Transmigrasi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Se-Surabaya (IPMAPA Surabaya) menyampaikan sikap tegas menolak Proyek Strategis Nasional (PSN), program transmigrasi, dan mobilisasi militer di Papua

Tolak PSN dan Transmigrasi, Aliansi Mahasiswa Papua se-Surabaya sampaikan pernyataan sikap

December 3, 2024
Transmigrasi

Pastor Bernard Baru: Bangun Papua dengan membangun orang Papua, bukan lewat transmigrasi

November 23, 2024

KNPB Balim/Wamena tolak kebijakan Prabowo terkait transmigrasi di Papua

November 15, 2024

KNPB bagi selebaran aksi tolak transmigrasi di Papua 

November 13, 2024

Dewan Adat Meepago tolak program transmigrasi ke Papua

November 8, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

Southwest Papua bottled water project faces Indigenous opposition over customary land rights
27 October 2026
Southwest Papua bottled water project faces Indigenous opposition over customary land rights

Teminabuan, Jubi – Southwest Papua Governor Elisa Kambu says a proposed investment to use the Sembra River as a source [...]

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
KPPG Papua Raya dan BGN tak pungut biaya

BGN dan KPPG Papua Raya tidak pernah memungut biaya pendaftaran kegiatan

October 27, 2026
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

October 27, 2026
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Pembangunan RS Provinsi Papua Tengah ditargetkan dimulai pada 2027

October 27, 2026
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Dinkes Papua Tengah siapkan penguatan ILP di delapan kabupaten

October 27, 2026
Anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat

Gubernur Nawipa: Anggaran daerah mesti berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat

October 27, 2026
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

October 27, 2026
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

October 27, 2026
KPPG Papua Raya dan BGN tak pungut biaya

BGN dan KPPG Papua Raya tidak pernah memungut biaya pendaftaran kegiatan

0
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

0
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Pembangunan RS Provinsi Papua Tengah ditargetkan dimulai pada 2027

0
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Dinkes Papua Tengah siapkan penguatan ILP di delapan kabupaten

0
Anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat

Gubernur Nawipa: Anggaran daerah mesti berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat

0
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

0
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara