Jayapura, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Mathius D. Fakhiri menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dengan meminta seluruh kantor-kantor Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor di wilayah hukum Kepolisian Daerah Papua untuk meningkatkan kinerja setiap personelnya.
Fakhiri mengatakan setiap kantor polisi yang ada di 9 kabupaten dan kota Provinsi Papua harus bisa menjadi rumah bagi masyarakat dalam menyelesaikan setiap masalahnya. Oleh karena itu, tingkatkan pengetahuan personel dari berbagai aspek guna membantu dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
“Kantor-kantor polisi yang ada saat ini harus betul-betul menjadi rumah bagi masyarakat, kantor pelayanan masyarakat, tempat mengayomi masyarakat, dan menjadi tempat yang bisa menyelesaikan semua proses-proses penegakkan hukum termasuk edukasi hukum ke masyarakat,” kata Fakhiri di Kota Jayapura, Kamis (16/5/2024).
Ia menegaskan, kantor-kantor polisi tidak boleh menjadi tempat yang dianggap seram (momok) atau takut karena datang untuk menyelesaikan masalah, tetapi malah dipersulit. Malah mungkin dipatok dengan harga yang sangat mahal. Padahal kata ia, kegiatan kepolisian yakni presisi itu harus cepat, pelayanan yang murah dan tepat bagi masyarakat.
“Jadi dari awal saya sudah minta, tidak boleh ada satupun kantor polisi yang menjadi tempat yang menakutkan atau bahkan mempersulit masyarakat. Saya yakin ini dapat dilakukan Kapolres dan Kapolsek seluruh jajaran,” tegasnya.
Selain tugas-tugas itu, Irjen Fakhiri juga berpesan kepada seluruh Kapolres untuk fungsikan Polsek-Polsek yang di wilayahnya terdapat panti-panti asuhan, sebab yang ada di situ adalah masyarakat dan anak-anak yang tidak memiliki orang tua baik bapak, ibu atau keduanya.
“Saya 2 tahun lalu mengambil satu anak asal Pegunungan Papua dari Panti Kerahiman. Pada saat berkunjung suster kepala menyampaikan anak itu ingin masuk Polwan, dan saat ini sudah berdinas di Kepolisian Resor (Polres) Supiori tetapi saya sudah minta dipindahkan ke Polres Jayapura Sentani,”.
“Mudah-mudahan pejabat kepolisian lainnya bisa melakukan hal yang sama, sehingga ke depan bisa menjadi kebanggaan bagi anak-anak panti. Mereka meskipun tidak memiliki orang tua bisa menjadi apa saja dan menjadi kebanggaan bagi diri sendiri, keluarga termasuk anak-anak lainnya yang hidup di panti,” ujarnya.
Bahkan kata Fakhiri, dirinya juga sudah meminta Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua (Wakapolda) Brigjen Petrus Rudolf Renwarin membuat suatu program yang menyasar panti-panti yang ada. Dengan harapan ke depan akan banyak anak-anak panti yang akan memperhatikan tempat dimana mereka dibesarkan.
“Ini juga sebagai upaya untuk bagaimana mensejahterakan panti, dan kepolisian membantu masyarakat yang betul-betul membutuhkan kasih sayang. Intinya anak-anak panti tidak boleh kecil hari dan tetap bisa menjadi kebanggan bagi sesama anak panti dan generasi muda lainnya,” tegasnya.
Saat ditanya soal keberadaan Polsek Heram dan Polsek Muara Tami yang belum lama ini diresmikan, yakni pada Sabtu (4/5/2024) Irjen Fakhiri berharap dengan adanya bangunan-bangunan baru itu, mampu memacu semangat kerja anggota dan lebih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini merupakan langkah menuju Polri yang Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan. Saya mengapresiasi Kapolresta Jayapura Kota beserta jajarannya karena telah meningkatkan fasilitas kantor Polsek Heram, Kantor Polsek Muara Tami, bahkan juga membangun Rumah Susun Polsek Muara Tami dan Mess Bujang Sanika Satyawada Polresta Jayapura Kota,” katanya.
Dengan adanya bangunan baru, Fakhiri meminta seluruh personel Polresta Jayapura Kota untuk menjaga dan merawat bangunan-bangunan baru ini dengan sebaik-baiknya, sebab pemeliharaan yang baik dan benar akan memberikan kenyamanan dalam bekerja serta akan memperpanjang usia pemakaian yang tentu saja akan memberikan penghematan dalam penggunaan anggaran.
“Di tahun politik ini mari kita jaga kebersamaan, jangan mudah terprovokasi dan diadu domba, mari kita tetap jaga kedamaian dan kebersamaan yang telah terbangun baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga apa yang kita cita – citakan untuk menjadikan Polri sebagai pelayan masyarakat dan penegak hukum terdepan dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.
Kepala Kepolsian Resor Kota Jayapura Kota, Kombes Victor D. Mackbon mengatakan anggaran pembangunan Polsek Heram bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Prioritas Nasional Tahun 2023 sebesar Rp7 miliar lebih dengan waktu pekerjaan selama 210 hari, sejak 20 Maret 2023 sampai 15 Oktober 2023.
“Pembangunan Kantor Polsek Muara Tami bersumber dari anggaran APBN Prioritas Nasional tahun 2022 sebesar Rp 6 miliar lebih. Dengan lama pekerjaan 200 hari dari 1 Maret 2022 sampai 1 November 2022,” kata Kombes Mackbon.
Sementara pembangunan Rumah Susun (Rusun) Polsek Muara Tami anggarannya Rp 9 miliar lebih dikerjakan oleh PT. Sinar Latimojong Permai. Sedangkan mess bujang Sanika Satyawada yang posisinya berada di Kloofkamp, Kota Jayapura. Pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp 11 miliar lebih.
“Rusun ini berada tepat dibelakang Polsek Muara Tami dan tanah diberikan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua Nerlince Wamuar Rollo, sebab beliau adalah pemilik tanah tersebut. Keberadaan mess dan rusun tentunya sangat bermanfaat buat anggota dan perwira yang belum berkeluarga untuk tinggal,” ujarnya.
Sementara terkait bangunan Polsek lainnya, khususnya Polsek Jayapura Selatan yang posisinya rawan terkena banjir ketika curah hujan meningkat, kata Mackbon Walikota Jayapura Frans Pekey sudah siap membantu pembangunan kantor baru.
“Soal lahan kami sudah berkoordinasi dengan Bintang Mas, yang mana mereka berencana akan menghibahkan satu lahan di sekitar Pantai Hamadi (sebelah Hang Over) untuk pembangunan kantor Polsek Jayapura Selatan yang baru. Namun semua itu baru sebatas rencana,” katanya.
Terpisah, Ondofolo Kampung Hebeibhulu Yoka, Kota Jayapura David Ricky Mebri mengapresiasi berdirinya satu Polsek yang representatif di tengah-tengah dua obhe (rumah pertemuan), yakni Kampung Yoka dan Kampung Waena.
“Di Heram itu ada delapan ondoafi, dua masuk di Kota Jayapura sedangkan enam di Kabupaten Jayapura. Tentunya kami sangat berharap kehadiran kantor polisi mampu mengayomi dan melayani masyarakat,” kata David Mebri.
Sebagai Ondofolo, dirinya mengajak jajaran kepolisian untuk bisa duduk bersama-sama masyarakat berkolaborasi menjaga Kamtibmas di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura tetap kondusif. “Kami dari pihak adat tidak bisa bicara banyak, kami hanya bisa sampaikan terimakasih kepada Polda Papua yang bisa memberikan rasa aman kepada warganya. Mari kita sama-sama ciptakan rasa aman bagi seluruh warga,” ajaknya.
Hal senada disampaikan Kepala Kampung Holtekamp Abraham Merauje. Ia menyampaikan untuk wujudkan rasa aman dan tentram merupakan tugas bersama Polri dan masyarakat. Apalagi saat ini arah pembangunan sudah mengarah ke wilayah Muara Tami.
“Apa yang dilakukan Polda Papua sudah tetap dengan membangun satu Polsek yang representatif di daerah kami,” kata Abaraham Merauje.
Dirinya berharap, keberadaan Polsek Muara Tami bisa membawa dampak positif bagi masyarakat yang bermukim di wilayah perbatasan dengan Papua Nugini. “Jelas keberadaan Polsek bisa membuat kami warga merasa lebih tenang karena situasi keamanan kondusif,” ujarnya. (*)























Discussion about this post