• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Sering lakukan kekerasan terhadap warga sipil, aparat keamanan harus ditarik dari Papua

September 27, 2022
in Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Kekerasan Aparat Keamanan di Papua

Mahasiswa Peduli Hak Asasi Manusia bagi Rakyat Papua atau MPHAM Papua di Sorong. - Dok. MPHAM Papua di Sorong

0
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura Jubi – Koordinator lapangan demonstrasi Mahasiswa Peduli  Hak Asasi Manusia bagi Rakyat Papua atau MPHAM Papua di Sorong, Demianus Asem mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat keamanan di Tanah Papua. Ia meminta pemerintah menarik aparat keamanan dari Papua, demi mencegah terulangnya kasus kekerasan terhadap warga sipil di Tanah Papua.

Hal itu dinyatakan Demianus Asem saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Selasa (27/9/2022). Asem menyatakan berbagai kasus pelanggaran HAM yang dilakukan aparat keamanan terus terjadi di Tanah Papua, mulai dari kasus Biak Berdarah, Wasior Berdarah, Paniai Berdarah. Selain itu, kasus kekerasan baru yang dilakukan aparat keamanan di Tanah Papua juga terus bermunculan, termasuk kasus pembunuhan dan mutilasi empat warga Nduga di Kabupaten Mimika pada 22 Agustus 2022, ataupun kasus penganiayaan yang menewaskan warga Kabupaten Mappi pada 30 Agustus 2022.

“Kami menilai bahwa pembunuhan dan mutilasi terhadap warga sipil di Mimika oleh oknum TNI dan warga sipil, kemudian [penganiayaan warga sipil] di Kabupaten Mappi, dan [kasus pelanggaran HAM berat di] Paniai adalah fakta yang telah memberikan gambaran jelas posisi rakyat Papua di dalam NKRI. Intimidasi, kekerasan, hingga penghilangan nyawa  terus terjadi terhadap warga sipil, dilakukan oleh Negara melalui TNI,” kata Asem pada Selasa.

Asem mengatakan Negara terus membiarkan berbagai kasus pelanggaran HAM di Papua. Ia mencontohkan kasus pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah, di mana banyak pelaku tidak dijadikan tersangka dalam kasus itu. Akibatnya, kekerasan yang dilakukan aparat keamanan dalam kasus itu terkesan seperti dilegalkan oleh Negara.

“Pola pendekatan aparat kemanan Indonesia seperti itu telah terjadi sejak perebutan Papua, hingga sampai pada masuknya Papua ke dalam NKRI. Hal itu terbukti dengan banyaknya tragedi di Papua yang tak pernah ada upaya penyelesaian. Biak Berdarah, Paniai Berdarah, Uncen Berdarah, dan beberapa kasus lainnya, hal itu diabaikan oleh Negara,” katanya.

Menurut Asem, Negara melalui aparat keamanan juga sering menyampaikan ujaran rasisme kepada rakyat Papua. “Hal itu memberikan pengakuan terhadap fakta [bahwa] pendekatan TNI [dalam] penyelesaian konflik di Papua hanya memberikan dampak buruk bagi warga sipil,” katanya.

Asem mengatakan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil terus terjadi, dan menimbulkan rasa takut rakyat. “Hal itu telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terus terjadi di atas tanah ini. Atas nama MPHAM Papua di Sorong, kami mengutuk tindakan anarkis, tindakan tidak menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, dan tindakan mengabaikan HAM rakyat Papua,” ujar Asem.

BERITATERKAIT

Keluarga minta MRP Papua Selatan bentuk pansus usut kematian Leonardo Konorop

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

Salah satu mahasiswa peserta demonstrasi MPHAM Papua di Sorong, Niko Y meminta para pelaku pembunuhan dan mutilasi empat warga Nduga di Mimika dihukum mati.”Kami mendesak Negara berikan hukuman mati bagi pelaku pembunuhan dan mutilasi empat warga sipil asal Nduga di Mimika,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Niko juga mengkritik proses hukum dalam kasus Paniai Berdarah 2014, di mana Kejaksaan Agung hanya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pelanggaran HAM berat itu, dan melimpahkannya ke Pengadilan HAM Makassar. “Kami meminta pemerintah mengusut tuntas kasus pelangaran Ham berat Paniai Berdarah yang membuat empat siswa menjadi korban. Pemerintah harus menangkap semua pelaku yang sedang bertugas kala itu, [baik] di Kabupaten Paniai [maupun di] Provinsi Papua,” katanya.

Niko meminta pemerintah membuka akses bagi jurnalis asing untuk masuk ke Papua dan membuka semua kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua. “Negara Indonesia [harus] mengizinkan jurnalis asing masuk di Papua untuk melihat berbagai peristiwa pelanggaran HAM, juga situasi Papua saat ini,” katanya. (*)

Tags: Kekerasan Aparat Keamanan di PapuaMutilasiPembunuhanPembunuhan 4 Warga Nduga di MimikaPenganiayaanPenganiayaan Warga Mappi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Keluarga minta MRP Papua Selatan bentuk pansus usut kematian Leonardo Konorop

September 17, 2026
Hentikan pembununah warga sipil

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026

Kepala Kampung Sawiat desak Polisi tangkap pembunuh Trivona Sagisolo

June 12, 2025

LBH Kaki Abu laporkan penganiayaan terhadap tahanan di sel Polresta Sorong

May 23, 2025
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura
21 September 2026
Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura

Sentani, Jubi – Conditions at many schools in Jayapura Regency, Papua, are concerning. Some schools no longer have adequate desks, [...]

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pembinaan perempuan

Pembinaan perempuan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

September 21, 2026
Gugatan Masyarakat Adat Malind Ditolak PTUN

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026
Nelayan hilang

Tiga nelayan hilang kontak di Muara Kali Mooi

September 21, 2026
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

September 21, 2026
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

September 21, 2026
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

September 21, 2026
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

September 21, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Fiji dan Israel

1.500 warga Fiji dapat bekerja di Israel berdasarkan perjanjian

September 20, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

September 21, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Pembinaan perempuan

Pembinaan perempuan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

0
Gugatan Masyarakat Adat Malind Ditolak PTUN

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

0
Nelayan hilang

Tiga nelayan hilang kontak di Muara Kali Mooi

0
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

0
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

0
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

0
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara