Sentani, Jubi – Keberadaan fasilitas puskemas pembantu atau pustu masih belum merata di Kabupaten Jayapura. Banyak kampung belum memiliki pustu.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura Edward Manik Sihotang mengatakan setiap kampung seharusnya memiliki pustu. Ketentuan itu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.
“Setiap kampung harus punya satu pustu. Namun, dari 10 kampung di Distrik Sentani, hanya Ifar Besar memiliki pustu. Itupun sudah tidak beroperasi lagi karena gedungnya diambil alih pemilik lahan,” kata Edward, Kamis (8/1/2025).
Dinkes Kabupaten Jayapura telah mengajukan rencana pembangunan sejumlah pustu kepada Kementerian Kesehatan. Rencana itu disetujui dan akan direalisasikan pada tahun ini.
“Dinkes Kabupaten Jayapura juga akan membangun tiga pustu di Distrik Demta. Pembangunannya menggunakan Dana Otsus [Otonomi Khusus Papua],” ujar Edward.
Selain itu, ada enam pustu bakal dibangun dengan bantuan dari pemerintah pusat pada tahun ini. Pustu tersebut berada di Kampung Nambom, Distrik Kemtuk; Kampung Siggriway, Distrik Nimboran; dan Kampung Yadau, Distrik Kaureh. Kemudian, Kampung Hamonggrang, Distrik Nimbokrang; Kampung Atabar, Distrik Ebungfauw; Kampung Imsar, Distrik Nimboran.
Menurut Edward, keberadaan pustu dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan dasar di perkampungan. Pasien tidak perlu lagi mengantre hingga berjam-jam di puskesmas.
BERITATERKAIT
“Karena tidak ada pustu, puskesmas harus melayani 300-400 pasien setiap hari. Mereka mengantre sejak pukul 06.00 [Waktu Papua], sedangkan puskesmas baru buka pukul 08.00 [Waktu Papua],” kata Edward.
Kepala Puskesmas Sentani Raymond Ekman Simamora berharap pembanguan pustu baru segera terealisasi. Menurutnya, keberadaan pustu dapat mengurangi antrean panjang di puskesmas.
“Puskesmas, nantinya hanya melayani pasien dengan gejala sakit berat, sedangkan pustu melayani pasien penyakit ringan sehingga mengurangi antrean di puskesmas. Kualitas pelayanan puskesmas pun akan menjadi lebih baik lagi [optimal],” kata Raymond. (*)


































