• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Menyapa Nusantara

Puskesmas bukan lagi sekadar tempat orang sakit

August 7, 2026
in Menyapa Nusantara
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Antara - Editor: Admin Jubi
Puskesmas

Ilustrasi - Warga menjalani pemeriksaan mata saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kembangan, Jakarta. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/rwa/am.

0
SHARES
86
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jakarta, Jubi – Selama bertahun-tahun, puskesmas identik sebagai tempat berobat ketika masyarakat sakit. Warga datang dengan keluhan demam, batuk, tekanan darah tinggi, atau berbagai gangguan kesehatan lain yang sudah dirasakan.

Saat gejala muncul, puskesmas menjadi tujuan pertama. Namun di luar itu, ketika tubuh terasa sehat dan tidak ada keluhan yang mengganggu, sebagian besar masyarakat jarang memiliki alasan untuk datang.

Cara pandang tersebut terbentuk bukan tanpa alasan. Sistem pelayanan kesehatan primer Indonesia memang lama dibangun dengan orientasi penanganan penyakit atau kuratif. Pedoman kerja puskesmas yang menjadi rujukan sejak 1970-an lahir pada masa ketika tantangan kesehatan Indonesia masih didominasi persoalan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit menular. Struktur layanan yang dibentuk ketika itu menjawab kebutuhan zamannya.

Namun Indonesia saat ini berbeda jauh dibanding lima dekade lalu. Angka harapan hidup meningkat, jumlah penduduk lanjut usia terus bertambah, sementara penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas menjadi beban kesehatan yang semakin besar. Tantangan kesehatan berubah dari perkara hanya menyembuhkan penyakit (kuratif), tetapi berupaya mencegah penyakit muncul sejak awal (preventif).

Perubahan demografi dan epidemiologi itu mendorong Kementerian Kesehatan melakukan revitalisasi pedoman kerja puskesmas. Perubahan terjadi mulai dari prosedur administrasi atau nomenklatur layanan, hingga cara pandang terhadap fungsi puskesmas itu sendiri. Jika sebelumnya puskesmas lebih banyak bergerak setelah masyarakat sakit, kini perannya diarahkan untuk mengenali risiko kesehatan sebelum penyakit berkembang menjadi masalah yang lebih berat.

Perubahan orientasi tersebut terlihat jelas melalui pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai berjalan pada Februari 2025. Program ini menjadi salah satu upaya paling ambisius dalam memperluas skrining kesehatan masyarakat secara nasional.

Dalam beberapa bulan pertama pelaksanaannya, lebih dari delapan juta warga telah memanfaatkan layanan tersebut di seluruh provinsi Indonesia. Ribuan puskesmas terlibat sebagai ujung tombak pelaksanaan. Cakupannya kemudian berkembang jauh lebih besar sepanjang 2025, dengan puluhan juta peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui fasilitas kesehatan maupun jalur sekolah.

BERITATERKAIT

Dinkes Papua Tengah monev implementasi ILP pada 8 Puskesmas lokus

Puskesmas Sentani tetap layani persalinan dan UGD 24 jam selama libur lebaran

Cek Kesehatan Gratis di Nabire, “Semua OAP harus ikut”

Puskesmas Waibhu dan Sentani gelar CKG pada peringatan HKN ke-61

Di balik angka partisipasi yang besar itu, terdapat manfaat lain yang tidak kalah penting. Pemerintah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan masyarakat Indonesia secara aktual. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kerusakan gigi, hipertensi, diabetes, dan obesitas menjadi masalah kesehatan yang paling sering ditemukan, namun tidak disadari oleh masyarakat itu sendiri.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Temuan tersebut memperlihatkan kenyataan yang selama ini kerap luput dari perhatian. Sebagian besar masalah kesehatan utama masyarakat bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba atau bersifat akut. Penyakit-penyakit tersebut berkembang secara perlahan dalam jangka panjang (kronis) dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang baru mengetahui dirinya mengidap hipertensi, diabetes, atau penyakit kronis lainnya ketika keluhan mulai dirasakan atau bahkan setelah komplikasi terjadi.

Karena itulah skrining kesehatan menjadi penting. Bukan sekadar pemeriksaan massal untuk memenuhi target capaian program, melainkan instrumen untuk menggeser titik intervensi negara dari tahap pengobatan menuju tahap yang lebih dini.

Intervensi dilakukan ketika faktor risiko masih dapat dikenali dan dikendalikan, dengan biaya yang lebih rendah serta peluang keberhasilan yang lebih besar. Dalam konteks ini, pendekatan promotif dan preventif bukan lagi sekadar slogan kebijakan, melainkan kebutuhan yang lahir dari perubahan pola penyakit yang dihadapi masyarakat.

Transformasi juga berlangsung pada cara pelayanan kesehatan primer diselenggarakan. Selama bertahun-tahun, layanan di tingkat puskesmas sering berjalan secara terpisah-pisah. Balita, ibu hamil, remaja, dan lansia kerap memiliki jalur pelayanan masing-masing dengan mekanisme yang berbeda. Kondisi tersebut tidak selalu efektif, terutama ketika kebutuhan kesehatan seseorang berubah sepanjang siklus kehidupannya.

Melalui Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP), pemerintah berupaya menyatukan berbagai layanan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri ke dalam sistem yang lebih terhubung. Selain bisa menyederhanakan alur pelayanan, upaya itu juga memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkesinambungan sejak usia dini hingga lanjut usia.

Implementasi ILP masih berlangsung secara bertahap di berbagai daerah. Beberapa wilayah memulai penerapannya di sejumlah puskesmas percontohan sebelum diperluas ke seluruh fasilitas kesehatan primer. Transformasi layanan kesehatan tidak dapat dilakukan hanya melalui penerbitan regulasi. Perubahan memerlukan penyesuaian organisasi, peningkatan kapasitas petugas, serta pendampingan yang berkelanjutan hingga merambah jaringan puskesmas yang lebih kecil, seperti puskesmas pembantu (pustu) dan posyandu.

Tantangan

Secara jumlah, jaringan pelayanan kesehatan primer di Indonesia sebenarnya sudah cukup luas. Lebih dari 10 ribu puskesmas tersebar di berbagai penjuru negeri, dengan rasio yang secara nasional telah melampaui standar minimal satu puskesmas di setiap kecamatan.

Namun, persoalannya kini bukan lagi semata-mata soal ketersediaan bangunan atau fasilitas fisik. Tantangan terbesar justru terletak pada kualitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa belum seluruh puskesmas memiliki komposisi tenaga kesehatan yang lengkap sesuai standar. Masih terdapat kekurangan pada sejumlah profesi penting, mulai dari tenaga promosi kesehatan hingga tenaga laboratorium. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap kemampuan puskesmas menjalankan fungsi barunya yang lebih menitikberatkan pada pencegahan penyakit, deteksi dini, dan pendampingan masyarakat.

Karena itu, penguatan tenaga kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transformasi pelayanan primer. Pemerintah bersama berbagai mitra internasional mulai melakukan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap kebutuhan tenaga kesehatan, mencakup aspek pendidikan, distribusi, penempatan, hingga retensi tenaga di berbagai daerah.

Di luar tenaga profesional, terdapat satu elemen yang sering kali kurang mendapat perhatian, padahal memiliki peran sangat penting dalam sistem kesehatan primer Indonesia, yakni kader posyandu. Jumlahnya mencapai lebih dari satu juta orang yang tersebar hingga tingkat desa dan lingkungan terkecil masyarakat.

Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan fasilitas kesehatan dengan warga. Ketika pemerintah ingin memperkuat pendekatan promotif dan preventif, para kader berada di garis terdepan karena paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, pelatihan dan pendampingan kader menjadi faktor penting yang turut menentukan keberhasilan berbagai program kesehatan primer.

Meski demikian, capaian nasional yang besar tidak berarti seluruh wilayah bergerak dengan kecepatan yang sama. Ketimpangan layanan kesehatan masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi. Tingkat partisipasi dalam program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan bahwa wilayah timur Indonesia masih menghadapi tantangan yang lebih besar dibandingkan daerah lain.

Provinsi-provinsi seperti Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan mencatat tingkat partisipasi yang relatif rendah. Sebaliknya, Pulau Jawa masih mendominasi jumlah peserta program. Pola ini bukanlah fenomena baru. Ia mencerminkan kesenjangan akses layanan kesehatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, mulai dari hambatan geografis, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, hingga keterbatasan infrastruktur pendukung.

Karena itu, keberhasilan transformasi puskesmas tidak dapat diukur hanya dari jumlah peserta skrining atau banyaknya program yang diluncurkan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana perubahan tersebut mampu menjangkau daerah-daerah yang selama ini tertinggal dan menghadirkan kualitas layanan yang relatif setara bagi seluruh warga negara.

Pada dasarnya, yang sedang berlangsung saat ini adalah upaya mengubah fungsi puskesmas secara bertahap. Dari fasilitas yang selama ini identik dengan tempat berobat ketika sakit, menjadi pusat pengelolaan kesehatan masyarakat yang lebih aktif mencegah penyakit sebelum muncul. Perubahan itu ditempuh melalui kombinasi kebijakan nasional, perbaikan tata layanan, penguatan tenaga kesehatan, serta pemberdayaan kader di tingkat komunitas.

Beban kesehatan Indonesia memang masih sangat besar. Hal itu tercermin dari tingginya pemanfaatan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan melalui BPJS Kesehatan. Di balik angka tersebut tersirat kenyataan bahwa masih terlalu banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah muncul, bukan ketika risiko masih bisa dicegah.

Transformasi ini tentu tidak akan selesai dalam satu atau dua tahun. Jalannya masih panjang dan tantangannya tidak ringan. Namun arah yang dituju mulai terlihat semakin jelas, yaitu membangun sistem kesehatan yang tidak hanya hadir untuk mengobati, tetapi juga membantu masyarakat tetap sehat sejak awal.

Tags: Cek Kesehatan Gratispuskesmas
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dinkes monev di Puskesmas

Dinkes Papua Tengah monev implementasi ILP pada 8 Puskesmas lokus

August 27, 2026
Puskesmas

Puskesmas Sentani tetap layani persalinan dan UGD 24 jam selama libur lebaran

March 18, 2026

Cek Kesehatan Gratis di Nabire, “Semua OAP harus ikut”

November 18, 2025

Puskesmas Waibhu dan Sentani gelar CKG pada peringatan HKN ke-61

November 12, 2025

Dua puskesmas di Kabupaten Jayapura percontohan deteksi dini kanker serviks

October 22, 2025

Puskesmas Sentani gelar cek kesehatan gratis di 51 sekolah

October 21, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

Malind Indigenous landowners lose legal challenge over 135km road project
22 September 2026
Malind Indigenous landowners lose legal challenge over 135km road project

Jayapura, Jubi – The Jayapura Administrative Court (PTUN Jayapura) has rejected a legal challenge brought by Malind Indigenous representatives against [...]

Yobe residents protest alleged diversion of subsidised rice
22 September 2026
Yobe residents protest alleged diversion of subsidised rice

Jayapura, Jubi – Dozens of residents of Yobe urban village in Abepura district, Jayapura city, Papua, gathered at the local [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Kampung Yoboi

DPRK Jayapura soroti buruknya infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Yoboi

September 24, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
Kabupaten Fakfak

Karhutla dan kekeringan melanda Kabupaten Fakfak

September 24, 2026
kolaborasi

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha di Papua

September 24, 2026
Papua Tengah

Berbagai tantangan dalam pengembangan produk lokal di Papua Tengah

September 24, 2026
Fiji

PM Fiji Mendesak Media untuk Memverifikasi Fakta

September 24, 2026
PNG

PNG Harus Memanfaatkan Peluang LNG Saat Kondisi Menguntungkan

September 24, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Bougainville

Buin tuan rumah Festival Cokelat Bougainville ke 10

September 23, 2026
Pemetaan wilayah adat

Pemetaan wilayah adat Suku Nasawat dibahas lewat lokakarya

September 22, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Program Sekolah Sepanjang Hari

Program Sekolah Sepanjang Hari diluncurkan di Kabupaten Puncak Jaya

September 24, 2026
Infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Kampung Yoboi

DPRK Jayapura soroti buruknya infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Yoboi

0
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

0
Kabupaten Fakfak

Karhutla dan kekeringan melanda Kabupaten Fakfak

0
kolaborasi

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha di Papua

0
Papua Tengah

Berbagai tantangan dalam pengembangan produk lokal di Papua Tengah

0
Fiji

PM Fiji Mendesak Media untuk Memverifikasi Fakta

0
PNG

PNG Harus Memanfaatkan Peluang LNG Saat Kondisi Menguntungkan

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara