Jayapura, Jubi- Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar aksi demonstrasi di Kampus Uncen, Distrik Heram Kota Jayapura pada Selasa (30/7/2024). Aksi tersebut sebagai wujud protes tidak lolosnya 127 calon mahasiswa baru angkatan 2024/2025 yang menggunakan Jalur Mandiri Seleksi Bersama atau JMSB.
Sejumlah massa aksi memalang jalan masuk fakultas dan berorasi secara bergantian menyampaikan tuntutannya. Aksi pemalangan dimulai sejak sekitar pukul 6.00 WIT hingga siang hari.
Kedua II Dewan Perwakilan Mahasiswa atau DPM FISIP, Aldo Weirange Soo mengatakan pihaknya menggelar aksi tersebut untuk mendesak respon pimpinan Dekan FISIP, Ibu Marlina Flassy.

“Agenda hari ini tidak keluar konteks, hari ini kami desak pimpinan Fakultas FISIP, Ibu Dekan Marlina Flassy [agar meloloskan] mahasiswa baru melalui jalur mandiri harus diterima 100 persen,” ujarnya.
Weirange mengatakan gelaran aksi tersebut menyusul tidak lolosnya 127 calon mahasiswa baru melalui jalur mandiri di Fakultas FISIP. Menurutnya semua kewenangan mengenai penerimaan tersebut ada di pihak lembaga yakni dekan fakultas sehingga mereka mendesak Ibu Marlina Flassy selaku pimpinan.
“Sejak kami kumpulkan data nomor tes 127 calon mahasiswa yang tidak lolos jalur JMSB [dan melaporkannya ke lembaga] sampai hari ini belum ada yang memberikan respon dari pihak lembaga Uncen,” ujarnya.
Menurutnya aksi pemalangan tersebut bukan kepentingan dirinya melainkan untuk para mahasiswa Papua sehingga sumber daya manusia atau SDM Papua dapat meningkat. Pihaknya mendata sebanyak 127 orang tersebut bukan hanya untuk Orang Asli Papua melainkan juga non OAP.
Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM FISIP, Nemin G Wanimbo mengatakan Universitas Cenderawasih merupakan salah satu kampus yang menjadi harapan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah seperti, Yalimo, Wamena, Lanny Jaya, Tolikara, Pengunungan Bintang, Yahukimo dan beberapa lainnya.
“Maka kami mendesak lembaga Uncen agar merespon tuntutan kami, maklumlah untuk teman-teman dari bagian pengunungan mereka mengalami [hambatan] jaringan maka mereka harapkan hanya jalur mandiri saja,” ujarnya.
Salah seorang aktivis mahasiswa Uncen, Enes Dapla mengatakan sejak kampus berdiri pada 1962 tujuannya mempersiapkan sumber daya manusia Papua, maka pihaknya mendesak agar lembaga Uncen mengutamakan OAP. Karena tuntutan ini belum diindahkan pihak lembaga maka mereka melakukan pemalangan tersebut.
Pada pukul 13.51 WIT Jubi berupaya meminta konfirmasi via seluler kepada Rektor Universitas Cenderawasih, Oscar Oswald Wambrau dan pimpinan Dekan Fakultas FISP, Ibu Marlina Flassy, namun belum ada tanggapan.
Aksi pemalangan terjadi sejak pagi pukul 06.00 WIT, hingga pukul 15.00 WIT para mahasiswa masih memalang akses masuk Kampus FISIP sambil massa menunggu jawaban dari pihak lembaga. (*)























Discussion about this post