• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Mahasiswa Tambrauw di Jayapura tolak pembangunan Batalyon dan PSN

June 14, 2025
in Mamta, Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Mahasiswa Tambrauw di Jayapura

Mahasiswa Tambrauw Kota studi Jayapura melakukan pernyataan sikap penolakan pembangunan Batalyon di Kabupaten Tambrauw di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (14/06/2025).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
31
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya di Kota Studi Jayapura, Papua dengan tegas menolak pembangunan Batalyon teritorial dan seluruh aktivitas berbasis Proyek Strategis Nasional atau PSN di Kabupaten Tambrauw.

Mahasiswa Kabupaten Tambrauw, Agustinus Wabia mengatakan, pihaknya menolak pembangunan Batalyon di Kabupaten Tambrauw karena merupakan jembatan bagi para elite investasi masuk ke wilayah itu

Selain itu, kehadiran Batalyon itu dianggap sebagai kaki tangan pemerintah pusat, dan daerah untuk mendukung program-program PSN, salah satunya perkebunan kelapa sawit.

“Alasan kami menolak pembangunan Batalyon itu karena akan menjadi akses bagi para investor dan negara memuluskan PSN. Masyarakat di Kabupaten Tambrauw tidak membutuhkan pembangunan Batalyon, tapi lebih membutuhkan bagaimana pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan, serta kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Agustinus Wabia di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/06/2025).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Mahasiswa khawatir,  kehadiran Batalyon hanya akan memberikan tekanan dari militer kepada masyarakat, sehingga dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat.

“Pembangunan Batalyon ini kami sangat menentang, karena tidak ada gunanya bagi kehidupan masyarakat di sana. Yang ada [justru] akan membatasi ruang gerak masyarakat dan akan mempersempit masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat Tambrauw adalah pembangunan sumber daya manusia, bukan pembangunan Batalyon yang dinilai tidak membawa dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat.

BERITATERKAIT

Pembunuhan warga Tambrauw, YY resmi tersangka, 7 DPO

JDP pertanyakan penangkapan 12 orang di Tambrauw

Honorer Pemkab Tambrauw tewas dicegat OTK, Polisi buru pelaku

Aktivitas ASN di luar kabupaten, ekonomi Tambrauw lumpuh

Pemerintah Kabupaten Tambrauw diharap jeli melihat situasi ini, sehingga tidak mengambil keputusan terburu-buru untuk pembangunan Batalyon itu. Pemerintah daerah dirasa perlu menganalisis dampak negatif dari kehadiran Batalyon.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Pemerintah seharusnya berpikir sebelum mengambil kebijakan, mensejahterakan masyarakat lebih penting daripada pembangunan Batalyon. Kabupaten Tambrauw juga tidak ada sejarah konflik yang berkepanjangan jadi kami rasa Batalyon di sana tidak perlu,” ujarnya.

Sementara itu, Yance Songgreri  menambahkan pihaknya berharap pemerintah daerah mengevaluasi pembangunan Batalyon, karena kehadiran Batalyon akan mempersempit ruang gerak masyarakat.

Beberapa poin tuntutan mahasiswa Kabupaten Tambrauw di Kota Studi Jayapura, diantaranya menuntut dengan tegas Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw, Yehezkiel Yesnat dan Paulus Ajambuani, segera mencabut kembali sertifikat tanah hibah milik Pemkab Tambrauw yang diberikan kepada Kodam Kasuari untuk pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw.

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw tidak berfokus pada program pemerintah pusat terkait pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, namun lupa membangun sumber daya manusia di Kabupaten Tambrauw.

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw, agar tidak mengganggu ruang gerak masyarakat Tambrauw, melalui pembangunan Batalyon Teritorial.

Mahasiswa Tambrauw kota Studi Jayapura dengan tegas menolak Pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, karena Batalyon Teritorial adalah proyek strategis nasional yang akan mendukung segala bentuk aktivitas investasi di Kabupaten Tambrauw seperti kelapa sawit, tambang nikel, dan Proyek Strategis Nasional lainya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: aksi mahasiswaKabupaten TambrauwMahasiswa Tambrauw di JayapuraTolak Pembangunan Batalyon dan PSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026
Suasana penumpang di ruang tunggu Bandara Internasional Sentani Jayapura beberapa waktu lalu. -Jubi/Fitri Ramadhani

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Don AL Flassy, antropolog pencetus gagasan Tujuh Wilayah Budaya Papua tutup usia

March 25, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara