Jayapura, Jubi — Wakil Presiden Bougainville, Ezekiel Massat, menegaskan wilayah otonomi itu terus melangkah maju dengan agenda politiknya untuk mencapai kemerdekaan penuh dari Papua Nugini (PNG).
Para pemimpin Bougainville telah menetapkan batas waktu sepihak yang dianggap tidak dapat dinegosiasikan, yakni 1 September 2027, sebagai tenggat untuk memisahkan diri dari PNG. Demikian dikutip Jubi.id dari laman RNZ Pasifik, Rabu (5/11/2025).
Massat, yang juga menjabat Jaksa Agung Pemerintah Otonom Bougainville (ABG) di bawah kepemimpinan Presiden Ishmael Toroama, mengatakan kepada anggota parlemen pekan lalu bahwa kemerdekaan adalah “pilihan wajib dari referendum 2019.”

Referendum tersebut menghasilkan 97,7 persen suara rakyat Bougainville memilih merdeka dari PNG. Meskipun hasilnya tidak bersifat mengikat secara hukum, Massat menegaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi yang menyebut referendum itu “tidak mengikat.”
“Pemerintah nasional tidak memiliki dasar untuk mendefinisikan ulang atau menolak hasil referendum,” tegasnya.
Tiga Jalur Menuju Kemerdekaan
Massat menjelaskan bahwa ABG menempuh tiga strategi utama dalam perjuangan menuju kemerdekaan, yakni melalui:
- Perjanjian Damai Bougainville (Bougainville Peace Agreement/BPA) dan hasil referendum;
- Amandemen konstitusi nasional; dan
- Lobi internasional untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan global.
“Saya ingin mengingatkan anggota DPR bahwa Bougainville hanya dapat mendefinisikan kemerdekaannya apabila telah menjadi negara berdaulat yang terpisah dari Papua Nugini,” ujarnya.
Ia memperingatkan, setiap upaya untuk menegosiasikan hasil referendum ke arah selain kemerdekaan akan merusak kepercayaan rakyat Bougainville, mengingat opsi “asosiasi bebas” telah ditolak secara hukum dalam proses sebelumnya.
Tantangan Ratifikasi di Parlemen Nasional
Massat menegaskan bahwa proses ratifikasi hasil referendum seharusnya berarti mendukung keputusan rakyat, bukan menentangnya.
“Pertanyaan yang harus diajukan adalah: apakah Parlemen Nasional Papua Nugini bersedia dan siap menerima keputusan rakyat Bougainville?” katanya.(*)

























Discussion about this post