• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Pembela HAM dari Solomon, Vanuatu dan Fiji bahas perlindungan hukum di Honiara

October 11, 2024
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus Mampioper - Editor: Syam Terrajana
 Mahasiswa Universitas South Pacific yang berpartisipasi dalam Lokakarya di Honiara, Kepulauan Solomon- Jubi/solomonstar.com

 Mahasiswa Universitas South Pacific yang berpartisipasi dalam Lokakarya di Honiara, Kepulauan Solomon- Jubi/solomonstar.com

0
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi- Peran penting yang dimainkan oleh Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) dalam demokrasi dan masyarakat menjadi pusat perhatian saat para Pembela Hak Asasi Manusia dari Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Fiji berkumpul di Honiara.

Pertemuan dan diskusi ini para pembela mengikuti lokakarya guna membangun pengetahuan mereka tentang mekanisme perlindungan hukum yang tersedia bagi para Pembela Hak Asasi Manusia dan memulai diskusi tentang pengembangan Rencana Aksi Nasional. Demikian dikutip jubi.id dari laman solomonstarnews.com, Jumat (11/10/2024)

Lokakarya ini telah berlangsung sejak Selasa (8/10/2024) dan berakhir pada Kamis (10/10/2024) di Honiara bertempat di Hotel Heritage Park.

Tujuan lokakarya ini untuk membangun pengetahuan para pembela HAM dari tiga negara mengenai mekanisme perlindungan hukum lokal, regional, dan internasional bagi para pembela HAM. Selain itu, juga untuk memulai diskusi mengenai pengembangan Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk perlindungan para pembela HAM.

Lokakarya ini merupakan pengembangan dari pengetahuan dari lokakarya sebelumnya yang diadakan dipada Februari 2024.

Perwakilan Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) Heike Alefsen saat membuka lokakarya itu menyampaikan kutipan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Tuerk, bahwa, “Pembela Hak Asasi Manusia adalah agen perubahan yang visioner. Mereka melihat masa depan yang lebih baik bagi kita semua, dan mereka tahu bagaimana mewujudkan masa depan itu.”

Lebih lanjut Alefsen menekankan,  setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab untuk membela hak asasi manusia dan ini adalah gagasan sederhana, namun kuat di balik Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pembela Hak Asasi Manusia yang diadopsi oleh Majelis Umum 50 tahun setelah badan yang sama mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR).

BERITATERKAIT

Papua berduka, aktivis HAM Papua Yones Douw tutup usia

Pemerintah abaikan keselamatan pembela HAM di Tanah Papua

Aktivis HAM Turki-AS tewas di Tepi Barat, diduga dibunuh penembak jitu Israel

Penembakan Yan Warinussy bentuk serangan atas supremasi hukum dan keadilan HAM

“Tahun lalu kita rayakan peringatan 75 tahun Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, dan meskipun kami gembira karena banyak janji telah dibuat untuk memenuhi ambisi Deklarasi ini, termasuk oleh Negara-negara Kepulauan Pasifik, kami harus menyimpulkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan,” tambahnya.

Alefsen mengatakan,   pembela hak asasi manusia harus diakui atas nilai yang mereka bawa bagi demokrasi dan masyarakat.

Dia mengatakan sementara beberapa pemerintah mungkin mengambil pendekatan selektif terhadap hak asasi manusia, para pembela hak asasi manusia Pasifik menghadapi banyak risiko mulai dari menjadi sasaran ujaran kebencian daring dan luring, pembatasan kebebasan berkumpul, dan kesulitan dalam memperoleh pengakuan hukum bagi asosiasi mereka, serta dalam beberapa kasus, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, pelecehan, penyiksaan, dan yang lebih buruk lagi.

“Pembela hak asasi manusia perempuan di Pasifik sering dianggap menentang norma sosial atau agama dan mengancam struktur sosial dan adat, dan terkadang menghadapi serangan oleh aktor pemerintah dan non-negara, baik secara luring maupun daring,”katanya.

“Pembela hak asasi manusia perempuan dari Pasifik telah menuntut dukungan yang disesuaikan dengan hambatan dan ancaman khusus yang mereka hadapi, seperti kekerasan dari tuduhan terkait ilmu sihir, hukum dan kebijakan adat yang diskriminatif, undang-undang yang membatasi, kekerasan berbasis gender, dan pelecehan serta perundungan daring yang bersifat seksual,” tambahnya.

Secara global, Alefsen mengatakan OHCHR telah mendokumentasikan setidaknya 34 pembela hak asasi manusia perempuan terbunuh di negara-negara yang dilanda konflik pada  2022. Tetapi dia  menambahkan,  kemungkinan itu  hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya.

Ia mengatakan menurut data yang dihimpun OHCHR Global pada 2023, sebanyak 320 pembela hak asasi manusia, jurnalis, dan anggota serikat pekerja di 40 negara tewas, banyak di antaranya yang tewas saat melindungi alam dan lingkungan.

“Dengan meningkatnya otoritarianisme dan penindasan di seluruh dunia, dan dalam konteks jumlah pemilu yang mencapai lebih dari 60 kali di seluruh dunia tahun ini, hak atas kebebasan berekspresi, berkumpul dan berasosiasi, khususnya protes damai, juga tengah diserang,” tambahnya.

Ia mengatakan, pembela HAM terkadang diserang atau diintimidasi karena terlibat dengan PBB dalam berbagai isu dan setiap tahun, Sekretaris Jenderal PBB menyiapkan dan menyampaikan laporan kepada Dewan Hak Asasi Manusia yang berjudul “Kerja sama dengan PBB, perwakilannya, dan mekanismenya di bidang hak asasi manusia.”

Alefsen mengatakan laporan ini memberikan informasi terkini tentang tren dan subjek intimidasi dan pembalasan terkait kerja sama dengan PBB dari tahun 2015 hingga 2024 dan laporan ini dapat ditemukan di situs web OHCHR.

Perwakilan OHCHR mengatakan,  sangat sedikit kasus dari Pasifik yang telah dilaporkan. Karenanya ia mendesak peserta lokakarya regional, menggunakan mekanisme PBB ini dan menyampaikan pendapat mereka dalam membentuk dunia yang lebih baik bagi pembela HAM.

Ia mengaku  gembira,  melihat lokakarya regional ini akan memajukan rekomendasi yang dibuat dalam Laporan OHCHR 2021 tentang situasi pembela hak asasi manusia, yang dimungkinkan dengan dukungan Pemerintah Swiss.

Alefsen mengucapkan terima kasih kepada Kedutaan Besar Swiss di Canberra. Khususnya utusan khusus untuk Pasifik karena bekerja sama erat dengan OHCHR,  mendukung pembela hak asasi manusia dan memperkuat Jaringan Pembela Hak Asasi Manusia Pasifik.

“Mari kita ambil tindakan untuk melindungi ruang publik dan membantu kita membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan lebih setara. Saya berharap lokakarya ini sukses dan musyawarah yang membuahkan hasil di Kepulauan Solomon selama tiga hari ini,” katanya.(*)

 

 

Tags: Aktivis HAM
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Yones Douw

Papua berduka, aktivis HAM Papua Yones Douw tutup usia

February 3, 2025
Tanah Papua

Pemerintah abaikan keselamatan pembela HAM di Tanah Papua

December 11, 2024

Aktivis HAM Turki-AS tewas di Tepi Barat, diduga dibunuh penembak jitu Israel

September 7, 2024

Penembakan Yan Warinussy bentuk serangan atas supremasi hukum dan keadilan HAM

July 20, 2024

Aktivis HAM Meepago sebut penembakan warga sipil di Dogiyai ciderai kunjungan Wapres

July 15, 2023

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara