• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Aktivis HAM Meepago sebut penembakan warga sipil di Dogiyai ciderai kunjungan Wapres

July 15, 2023
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
HAM

Ilustrasi penembakan. - tempo.co

0
SHARES
22
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi –  Aparat kepolisian dari resort Dogiyai menembak mati warga sipil bernama Yosua Keiya (20) disusul lagi dengan Yakobus Pekei ((20) pada hari yang sama saat kunjungan Wapres RI Ma’ruf Amin.

Hal ini dianggap oleh sejumlah Aktivis HAM justru menciderai harkat dan martabat seorang pemimpin negara.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) wilayah adat Meepago, Yones Douw mengatakan Presiden Republik Indonesia Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin yang datang kunjungi Papua, seakan datang menumpahkan darah orang asli Papua (OAP).

“Jika pemerintah Indonesia betul mencintai orang asli Papua merupakan bagian dari Indonesia, maka pelaku penembakan terhadap pemuda di Dogiyai harus diadili. Bukan saja itu, kasus di Bomomani Dogiyai juga pelakunya harus diungkapkan, dan kasus-kasus yang ada di tanah Papua pelakunya harus diadili, terutama pelaku penembakan terhadap Yosua Keiya dan Yakobus Pekei. Masa Wapres datang, langsung tumpah darah manusia Papua,” kata Yones Douw kepada Jubi di Nabire, Sabtu, (15/7/2023).

Menurut Douw, dari laporan yang diterima terkait kasus Dogiyai, pada Kamis (13/7/2023) bukan dipicu oleh masyarakat OAP Dogiyai, namun kasus tersebut dimunculkan oleh aparat keamanan.

“Awalnya, ada dua pemuda yang duduk di pinggir jalan kampung Obayo, distrik Kamuu Utara. Mereka dua tidak tahu kejadian di tempat lain, tetapi mereka dua duduk-duduk lalu tiba-tiba mobil toyota hilux berwarna coklat muncul, salah satunya melihat kendaraan itu lalu melarikan diri, namun korban Yosua Keiya tidak lari karena ia merasa tak punya kesalahan apapun,” terang Douw.

Douw melanjutkan, korban tetap berdiri, Brimob lurus ke dia dari situ langsung mereka tembak mati tanpa kata atau tembakan peringatan satupun oleh satuan Brimob kepada Yosua.

BERITATERKAIT

Gen Z Papua pawai salib merah dan tolak PSN di Merauke

Wapres Gibran tinjau Museum Budaya, Katedral dan RSUD di Asmat

Pesta babi dan kearifan lokal dalam menyambut El Nino di Papua Selatan

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

Atas kejadian itu, masyarakat tidak terima dengan tindakan aparat kepolisian lalu melakukan pembalasan dengan pembacokan terhadap masyarakat sipil non Papua. Selain pembacokan, kemarahan masyarakat juga menyasar pada beberapa kios dan rumah yang dibakar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Itu warga asli (OAP) melampiaskan emosi, dan protes terhadap masyarakat asli Papua Dogiyai terhadap tindakan aparat keamanan yang menjadi pelaku penembakan itu,” kata Douw.

Douw juga menepis isu dari aparat keamanan bahwa pihaknya diserang dan dipalang oleh masyarakat Dogiyai. Bagi dia hal itu merupakan penipuan terhadap publik.

“Faktanya, aparat keamanan satuan Brimob Dogiyai yang menembak lalu masyarakat tidak menerima. Itu yang masyarakat melakukan pembalasan pembakaran belasan kios dan tokoh,” katanya.

Ia menambahkan, dua pemuda yang ditembak mati di tempat tersebut, tidak pernah mabuk dan tidak pernah palang jalan, tetapi aparat keamanan melakukan kekerasan penembakan terhadap dua pemuda tersebut.

“Jadi, kami orang asli Papua itu harus dikorbankan entah itu mau datangkan Polres atau Kodim. Mau bikin kantor, orang Papua harus korban dulu, mau mekarkan DOB juga masyarakat jadi korban. Mau hadirkan Polres masyarakat ditembak, mau bikin jalan, masyarakat Papua ditembak. Kami orang Papua ini juga manusia yang diciptakan oleh Tuhan,” ungkapnya. (*)

 

Tags: Aktivis HAMAparatDogiyaimenembak matiPapuaWapres
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pengungsi internal di Tanah Papua

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

June 21, 2026
DPR Papua

Bapemperda DPR Papua dukung usulan perdasus perlindungan sagu

June 21, 2026

Ideologi Papua merdeka dan NKRI tak boleh mengorbankan jiwa umat

June 19, 2026

Mahasiswa Lanny Jaya serahkan aduan ke Komnas HAM perwakilan Papua

June 15, 2026

Mahasiswa desak pengusutan dugaan pelanggaran HAM di Lanny Jaya

June 15, 2026

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke memasuki tahap pembuktian

June 9, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gen Z Papua

Gen Z Papua pawai salib merah dan tolak PSN di Merauke

June 21, 2026
Wapres Gibran

Wapres Gibran tinjau Museum Budaya, Katedral dan RSUD di Asmat

June 21, 2026
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Legislator soroti nasib pengungsi internal Nduga

June 21, 2026
El Niño

Vanuatu siap hadapi El Niño dan ancaman kekeringan

June 21, 2026
Pesta babi

Pesta babi dan kearifan lokal dalam menyambut El Nino di Papua Selatan

June 21, 2026
Mahasiswa Bakti

Mahasiswa Bakti BCA dampingi UMKM penjahit di Kota Jayapura

June 21, 2026
Pengungsi internal di Tanah Papua

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

June 21, 2026
Mantan Dosen UIP

Mantan dosen UIP tuntut pembayaran tunggakan gaji

June 20, 2026
Pengungsi

Australia bantah bertanggung jawab atas pengungsi di Pulau Manus PNG

June 19, 2026
Spesies Hiu Baru

Ilmuwan Australia temukan spesies hiu baru di PNG

June 20, 2026
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perluas cakupan program sekolah gratis

June 19, 2026
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Pengungsi desak pemerintah tarik militer dari Ndugama

June 21, 2026
Pengukuhan Ondoafi Besar Kampung Tarfia

Yohan Taudufu dikukuhkan menjadi Ondoafi  Besar Kampung Tarfia

June 20, 2026
Warga Sipil

Aparat keamanan mesti membedakan warga sipil dengan TPNPB

June 20, 2026
Gen Z Papua

Gen Z Papua pawai salib merah dan tolak PSN di Merauke

0
Wapres Gibran

Wapres Gibran tinjau Museum Budaya, Katedral dan RSUD di Asmat

0
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Legislator soroti nasib pengungsi internal Nduga

0
El Niño

Vanuatu siap hadapi El Niño dan ancaman kekeringan

0
Pesta babi

Pesta babi dan kearifan lokal dalam menyambut El Nino di Papua Selatan

0
Mahasiswa Bakti

Mahasiswa Bakti BCA dampingi UMKM penjahit di Kota Jayapura

0
Pengungsi internal di Tanah Papua

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

0

English Stories

Merauke Immigration
Pacnews

Merauke Immigration Deports Australian Pilot, Two Foreign Nationals Remain in Detention

June 20, 2026
KNPB
Pacnews

KNPB Responds to Worsening Humanitarian Situation in Papua

June 20, 2026
Customary Landowners Block Access
Pacnews

Customary Landowners Block Access to Jayapura Central General Hospital, Demand Rp64 Billion Compensation

June 19, 2026
Papuan Food Festival
Pacnews

Papuan Food Festival 2026 Highlights Food Security Rooted in Local Wisdom

June 19, 2026
Central Papua Civil
Pacnews

Central Papua Civil Servants Urged Not to Neglect Duties During World Cup

June 17, 2026

Trending

  • Mantan Dosen UIP

    Mantan dosen UIP tuntut pembayaran tunggakan gaji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Australia bantah bertanggung jawab atas pengungsi di Pulau Manus PNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ilmuwan Australia temukan spesies hiu baru di PNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah perluas cakupan program sekolah gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pengungsi Sedunia: Pengungsi desak pemerintah tarik militer dari Ndugama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara