• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Sitiveni Rabuka, kudeta 1987 dan evolusi Fiji

July 11, 2022
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Fiji

Sitiveni Rabuka-Jubi/wikipedia.org

0
SHARES
37
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

 

Jayapura, Jubi-Kampanye parlemen Fiji dan Kabinet Fiji pada 1987 berjalan dengan lancar jelang Pemilihan Umum di Fiji, tetapi terjadi ketegangan antara dua kelompok partai politik. Waktu itu Dr Timothy Bavandra dari Labour Party mendapat dukungan dari National Federation Party.

Alhasil, dia menang dari Perdana Menteri Sir Kamisese Mara yang  kalah dan jatuh. Hal ini membuat kelompok Melanesia Fiji merasa kecewa dengan Timoty Bavandra yang didukung pebisnis dan mayoritas orang India Fiji.

“Pemerintah persatuan nasional bisa membantu menghindari kudeta 1987, “kata pemimpin Aliansi Rakyat Sitiveni Rabuka sebagaimana dilansir fijitimes.com

Rabuka yang waktu itu memimpin kudeta berkomentar dalam sebuah wawancara dengan Radio Tarana di Selandia Baru,  apakah dia menyesal atas apa yang dia lakukan pada tahun 1987, Mr Rabuka berkata: “Dalam jawaban saya, saya menjelaskan bahwa kudeta yang saya pimpin adalah bagian dari evolusi suatu bangsa.”

“Dalam sejarah negara lain, perkembangan seperti itu diberi label sebagai peradaban, penaklukan, pendudukan atau bahkan pemukiman. Itu terjadi dengan Maoris di Selandia Baru, juga dialami oleh penduduk asli Amerika di Amerika Serikat,”katanya.

“Tetapi dalam kasus Fiji, kami bertanya pada diri sendiri bagaimana kami dapat melakukan hal-hal yang lebih baik setelah 1987, dan tanggapan kami adalah apa yang dilihat negara itu dari tahun 1992 hingga 1999, kerja sama antara pemerintah yang saya pimpin, partai SVT dan partai politik lainnya di Parlemen,”katanya.

BERITATERKAIT

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

Mengapa status baru Israel di Pasifik memecah belah kawasan ini

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

“Dalam konteks itulah saya membuat pernyataan yang sekarang dikaitkan dengan saya, bahwa jika pemerintahan persatuan nasional atau koalisi antara Partai Aliansi Ratu Sir Kamisese Mara dan Partai Federasi Nasional Tuan Jai Ram Reddy berada di pemerintahan pada tahun 1987, maka tidak perlu bagi saya untuk melakukan apa yang saya lakukan pada tahun itu.”tambahnya.

Dia menjelaskan, keputusan Aliansi Rakyat untuk bekerja sama dengan Partai Federasi Nasional menuju Pemilihan Umum nasional 2022 adalah langkah logis selanjutnya.

“Bagi saya, ini adalah perkembangan alami dari hubungan baik saya, sebagai pemimpin Partai SVT, dan NFP yang dikembangkan selama pencarian amandemen konstitusi periode 1996-1997.”katanya.

Rabuka mengatakan kesenjangan tajam antara Partai Aliansi (terdiri dari Asosiasi Fiji, Asosiasi Pemilih Umum dan Aliansi India) dan Partai Federasi Nasional (terdiri dari petani tebu Penyewa Tanah Asli, pekerja industri gula dan beberapa pengusaha dan profesional kelas menengah) akan menghilang jika mereka menyetujui koalisi atau untuk pemerintahan persatuan nasional.

“Negara ini akan mengambil langkah selanjutnya menuju negara bersatu dengan latar belakang multietnis, untuk beralih dari pengaturan konstitusional dan parlementer yang disepakati di bawah Instrumen Kemerdekaan 1970 yang akan diberikan oleh Ratu Elizabeth II atas saran Parlemen Inggris.

Pembagian ras atau warna etnis yang tajam dari politik Fiji akan berkembang dan punah.”katanya.

Kudeta Rabuka 1987

Mengutip Wikipedia.org menyebutkan, Sitiveni Ligamamada Rabuka, OBE, MSD, OStJ, lahir 13 September 1948 . Ia adalah seorang politikus Fiji yang paling dikenal sebagai pencetus dua kudeta militer pada 1987. Ia kemudian terpilih secara demokratis sebagai Perdana Menteri Fiji, menjabat dari tahun 1992 hingga 1999.

Dia kemudian menjabat sebagai Ketua Dewan Kepala Agung, dan kemudian menjabat sebagai Ketua Dewan Provinsi Cakaudrove dari 2001 hingga 2008. Ia terpilih untuk posisi ini pada 24 Mei 2001 dan terpilih kembali untuk masa jabatan tiga tahun lagi pada 13 April 2005.

Pada 24 Juni 2016, Rabuka terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal Sosial Demokrat,menggantikan Pemimpin Oposisi Ro Teimumu Kepa, yang secara terbuka tidak menyetujui pencalonan Rabuka untuk menggantikannya.

Ia dilahirkan dari ayah bernama Putra Kolinio Epeli Vanuacicila Rabuka dan Salote Lomaloma Rabuka. Dia  berasal dari Kampung Drekeniwai di Vanua Levu, salah satu dari dua pulau besar Fiji. Dia dididik di Queen Victoria School. Dia mewakili Fiji dalam shot put, hammer throw, discus dan decathlon di British Commonwealth Games 1974.

Rabuka awalnya dilatih di sekolah-sekolah tentara Selandia Baru. Ia lulus pada 1973, kemudian melakukan pekerjaan pascasarjana di Indian Defence Services Staff College pada tahun 1979, dan di Australian Joint Services Staff College pada 1982.

Dia adalah manajer rencana operasi senior untuk pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon pada 1980 dan 1981. Sekembalinya ke Fiji, ia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Dari 1982 hingga 1987, ia adalah seorang perwira operasi dan pelatihan untuk tentara Fiji. Kecuali untuk absen dua tahun (1983–1985) ketika ia memimpin Batalyon Fiji sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian Pasukan Multinasional dan Pengamat di Sinai.

Untuk pelayanannya di Lebanon, Rabuka dianugerahi Legion of Honour pada tahun 1980 dan Ordo Kerajaan Inggris oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1981.

Rabuka, yang waktu itu berpangkati kolonel, muncul tiba-tiba dari ketidakjelasan pada 14 Mei 1987 dan melakukan kudeta militer pertama dari dua kudeta militer. Kuedeta ini dilakukan untuk menegaskan kembali supremasi etnis Melanesia Fiji, setelah pemilu 1987, yang telah membawa pemerintahan yang didominasi Indo-Fiji (etnis India) ke tampuk kekuasaan.

Ia menggulingkan pemerintahan terpilih, dan menyerahkan kekuasaan kepada Gubernur Jenderal, Ratu Sir Penaia Ganilau, seorang kepala tinggi yang ia harapkan untuk menerapkan kepentingan etnis Fiji. Namun, ketika Ganilau berusaha untuk mengembalikan konstitusi yang dibatalkan, Rabuka melakukan kudeta kedua pada 28 September 1987.

Pada awalnya ia berjanji setia kepada Ratu, tetapi pada 7 Oktober ia mengeluarkan dekrit (Deklarasi – Dekrit Republik Fiji 1987 No. 8)[9] memproklamasikan sebuah republik, menghapuskan hubungan 113 tahun dengan Monarki Inggris

Dia menyerahkan kekuasaan pada tanggal 5 Desember kepada pemerintahan sementara, yang dipimpin oleh Ganilau sebagai Presiden dan Ratu Sir Kamisese Mara sebagai Perdana Menteri, tetapi tetap menjadi Komandan Angkatan Darat dan Menteri Dalam Negeri, Layanan Pemuda Nasional, dan Layanan Tentara Tambahan.(*)

 

Tags: KudetaPasifikSitiveni Rabuka
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

October 27, 2026
Israel di Pasifik

Mengapa status baru Israel di Pasifik memecah belah kawasan ini

October 27, 2026

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026

Pernyataan sikap bersama: Penghormatan dan apresiasi terhadap solidaritas Pasifik

October 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Mahasiswa dan pelajar Nduga

Pelajar dan mahasiswa Nduga nyatakan sikap terhadap penembakan tiga warga

October 27, 2026
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

October 27, 2026
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

October 27, 2026
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

October 27, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

October 27, 2026
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

October 26, 2026
Mahasiswa dan pelajar Nduga

Pelajar dan mahasiswa Nduga nyatakan sikap terhadap penembakan tiga warga

0
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

0
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

0
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

0
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

0
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

0
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara