• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Pemimpin YPK Harus Berkompetensi Daripada Sekadar Gelar Akademik

September 3, 2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Jean Bisay
YPK

Yohanis S. Nussy, S.PAK. - Dok pribadi

0
SHARES
31
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Yohanis S. Nussy, S.PAK

SEJAK berdiri 63 tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 8 Maret 1962, Yayasan Pendidikan Kristen atau YPK Di Tanah Papua telah menjadi salah satu pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan Orang Asli Papua (OAP).

Yayasan ini (YPK) lahir dari semangat iman, misi pelayanan, dan harapan untuk menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk perubahan hidup masyarakat. Namun, perjalanan panjang itu kini menghadapi tantangan besar.

Diantaranya yang harus berani diakui adalah dalam hal menurunnya kualitas pendidikan, lemahnya daya dukung tenaga pendidik dan kependidikan, keterbatasan dana, serta semakin menguatnya rasa pesimis di kalangan masyarakat terhadap keberlangsungan yayasan yang dibuktikan oleh semakin rendahnya minat orangtua dalam memasukan anak-anaknya menimba ilmu ke dalam YPK di Tanah Papua.

Di tengah situasi krisis seperti ini, YPK Di Tanah Papua yang menjadi buah sulung Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua telah mengisyaratkan untuk kembali merekrut kepemimpinan YPK setelah dialaminya peleburan menjadi satu wadah YPK Di Tanah Papua yang didalamnya, dikelola Pendidikan Dasar dan Menengah YPK, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Ishak Samuel Kijne Abepura dan Universitas Kristen Ottow Geisler.

Persoalan dalam proses rekruitmen kepemimpinan YPK diumumkan bahwa sosok yang pantas memimpin yayasan adalah mereka yang memiliki status akademik strata dua (S2). Tak jarang, ukuran kepemimpinan memang disederhanakan pada gelar akademik—apakah seorang calon pemimpin telah berstatus strata satu (S1) atau strata dua (S2) bahkan mungkin strata tiga (S3) yang menurut pertimbangan analitis, jelas sekali tidak tepat. Gelar akademik tidak otomatis menjamin seseorang mampu menjadi pemimpin yang efektif.

Justru yang lebih dibutuhkan adalah sosok yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, dan kejelasan target dalam membangkitkan kembali peran yayasan pendidikan Kristen di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Pj Gubernur apresiasi kontribusi YPK bagi pendidikan di Papua Barat Daya

YPK diminta proaktif tentang penerapan kurikulum Merdeka Belajar

Ketua Sinode: Jangan ada yang berupaya membawa YPK keluar dari GKI

Rakernis, Pengurus YPK dituntut tingkatkan mutu pendidikan se-Tanah Papua

Gelar akademik pada prinsipnya adalah pengakuan atas pencapaian intelektual dalam dunia kampus. Namun, menjadi seorang pemimpin yayasan pendidikan adalah persoalan yang jauh lebih kompleks. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan membaca situasi, mengelola keterbatasan, mengambil keputusan yang sulit, serta membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak. Semua itu tidak bisa dijamin hanya karena seseorang telah menamatkan studi strata satu atau strata dua, bahkan mungkin saja strata tiga.

Kita dapat belajar dari banyak contoh, baik di Papua maupun di luar Papua, bahwa ada orang-orang dengan gelar tinggi yang gagal memimpin karena tidak memiliki jiwa kepemimpinan, keberanian, dan visi yang jelas. Sebaliknya, ada pula sosok yang tidak berpendidikan tinggi, tetapi mampu memimpin dengan bijaksana, visioner, dan menghasilkan perubahan nyata. Artinya, gelar adalah sebuah nilai tambah, tetapi bukan fondasi utama dari kepemimpinan.

Krisis YPK Di Tanah Papua

Saat ini, Yayasan Pendidikan Kristen di Papua tengah berada di persimpangan jalan. Beberapa persoalan besar yang nyata di depan mata antara lain (1). Kualitas Pendidikan yang Menurun. Banyak sekolah di bawah yayasan yang tidak lagi menjadi pilihan utama orang tua bahkan orangtua yang adalah warga GKI Di Tanah Papua karena dianggap tidak mampu bersaing dengan sekolah lain. (2). Keterbatasan Tenaga Pendidik dan Kependidikan. Guru dengan kualifikasi baik semakin berkurang, sementara praksis regenerasinya tidak berjalan optimal.

(3). Krisis Dana. Operasional sekolah seringkali bergantung pada subsidi terbatas dan iuran siswa yang tidak mencukupi, sehingga pembangunan fasilitas dan peningkatan mutu terutama sulit dilakukan. (4). Turunnya Kepercayaan Publik. Banyak masyarakat, termasuk jemaat gereja yang dulu menjadi basis pendukung yayasan, kini meragukan komitmen dan kinerja yayasan dalam melayani generasi muda Papua.

Semuanya itu bisa terjadi karena hampir dapat dipastikan bahwa dalam praktik penyelenggaraannya, YPK Di Tanah Papua secara umum belum memiliki suatu sistem yang mampu mengkondisikan semua sekolah YPK yang menjadi sub sistem di setiap wilayahnya melakukan penyelenggaraan pendidikan yang sama dan sinergis.

Jadi tidak heran jika pada suatu wilayah tertentu ada sekolah YPK yang berbeda keberhasilannya karena peran kepemimpinan wilayah yang tidak juga berasal dari status akademik yang disyaratkan mampu mengalami keberhasilan, sekalipun ada banyak juga yang masih harus tertatih-tatih melakukan proses secara apa adanya, asalkan tetap eksis.

Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan bukanlah pemimpin dengan titel panjang, melainkan seorang pemimpin yang memiliki kejelasan arah, keberanian untuk menetapkan target, serta kemampuan menggerakkan seluruh potensi yang ada. Karena faktanya juga tidak sedikit kan pakar akademik dengan gelar strata dua atau tiga di sekitar YPK Di Tanah Papua, namun dinamikanya masih tetap sama, sehingga masih dibutuhkan gerakan drastis bagi perubahannya ke depan.

Kriteria Pemimpin yang Dibutuhkan

Untuk membangkitkan kembali Yayasan Pendidikan Kristen Papua, seorang pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria mendasar seperti (1). Integritas Tinggi. Pemimpin harus mampu membangun kembali kepercayaan publik, bebas dari kepentingan pribadi, serta jujur dalam mengelola dana dan aset yayasan. (2). Visi dan Target yang Jelas. Kepemimpinan tanpa target hanya akan membuat yayasan berjalan di tempat. Pemimpin harus menetapkan arah yang terukur, baik jangka pendek maupun jangka panjang. (3). Kemampuan Manajerial. Tantangan yayasan membutuhkan manajemen modern dalam bentuk perencanaan strategis, pengelolaan keuangan yang transparan, dan pengembangan SDM yang berkelanjutan. (4).

Kemampuan Membangun Kolaborasi. Yayasan tidak bisa berjalan sendiri. Pemimpin harus mampu menjalin kerja sama dengan pemerintah, gereja, sektor swasta, dan lembaga mitra lainnya. (5). Sensitivitas Budaya Papua. Pendidikan di Papua tidak boleh tercerabut dari akar budaya. Pemimpin yayasan harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal Papua dengan semangat global agar pendidikan tetap relevan dengan konteks masyarakat.

Dengan kriteria ini, jelas terlihat bahwa gelar akademik hanyalah salah satu aspek kecil, sementara inti kepemimpinan ada pada integritas, kapasitas, dan komitmen nyata.

Sebagai refleksi analogi, tentu bisa dipahami bahwa yayasan pendidikan ini seperti sebuah kapal besar yang sedang terombang-ambing di tengah gelombang. Nahkoda kapal bukan ditentukan oleh ijazah yang dimilikinya, melainkan oleh kemampuannya membaca arah angin, ombak, dan peta perjalanan. Nahkoda yang visioner mampu menuntun kapal menuju tujuan, meski berangkat dari kondisi yang sulit sekalipun.

Demikian pula yayasan pendidikan ini, keberhasilannya tentu tidak ditentukan oleh gelar seorang siapa yang dipercayakan menjadi pimpinan, tetapi oleh keberanian, visi, dan kemampuan menggerakkan seluruh awak kapal menerobos gelompong dan badai yang dihadapinya.

Karenanya, ketimbang mengarahkan pandangan bahwa status akademik strata satu atau dua bahkan tiga otomatis menjadikan seseorang lebih pantas memimpin Yayasan Pendidikan Kristen Papua. Dalam kondisi krisis seperti sekarang ini, hal yang paling dibutuhkan adalah pemimpin dengan kapasitas nyata, bukan simbol akademik. Yayasan ini harus dipimpin oleh orang yang mampu membawa perubahan, bukan hanya orang yang menyandang gelar.

Sudah saatnya kita belajar dari 63 tahun perjalanan yayasan ini, jika kepemimpinan YPK hanya dipahami sebagai formalitas atau simbol status, maka yayasan akan terus terjebak dalam krisis. Tetapi jika kepemimpinan dihidupi sebagai tanggung jawab pelayanan, visi, dan keberanian menghadapi masalah, maka jalan kebangkitan-nya tentu masih terbuka lebar.

Perjalanan panjang Yayasan Pendidikan Kristen di Papua adalah bukti sejarah iman dan perjuangan. Namun, sejarah tidak boleh membuat kita terbuai. Justru dari sejarah itulah kita harus belajar bahwa masa depan yayasan ditentukan oleh kualitas kepemimpinan. Pemimpin yang dibutuhkan bukanlah pemilik gelar semata, melainkan pribadi yang mampu menghadirkan solusi, menggerakkan perubahan, dan membangkitkan kembali semangat pelayanan pendidikan bagi generasi Papua.

Harapan kita bersama adalah agar 63 tahun YPK Di Tanah Papua tahun 2025 ini bukanlah menjadi tanda pesimistis, tetapi momentum kebangkitan baru. Dengan pemimpin yang tepat—visioner, berintegritas, dan berani menegaskan target—maka pendidikan Kristen di Papua akan kembali menjadi terang bagi generasi sekarang dan mendatang. (*)

(Penulis, tinggal di Timika)

Tags: berkompetensigelar akademikPemimpin YPKyayasan pendidikan kristenYPK
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Papua Barat daya

Pj Gubernur apresiasi kontribusi YPK bagi pendidikan di Papua Barat Daya

September 17, 2024
YPK

YPK diminta proaktif tentang penerapan kurikulum Merdeka Belajar

March 8, 2023

Ketua Sinode: Jangan ada yang berupaya membawa YPK keluar dari GKI

July 21, 2022

Rakernis, Pengurus YPK dituntut tingkatkan mutu pendidikan se-Tanah Papua

April 25, 2022

Awoitauw: YPK Tanah Papua harus bangkit kejar ketertinggalan

April 22, 2022

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

October 27, 2026
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

October 27, 2026
Mahasiswa dan pelajar Nduga

Pelajar dan mahasiswa Nduga nyatakan sikap terhadap penembakan tiga warga

October 27, 2026
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

October 27, 2026
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

October 27, 2026
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

October 27, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

October 26, 2026
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

0
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

0
Mahasiswa dan pelajar Nduga

Pelajar dan mahasiswa Nduga nyatakan sikap terhadap penembakan tiga warga

0
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

0
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

0
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

0
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara