Jayapura, Jubi – Panpel Persewar Waropen bersama para suporter, Kepolisian Daerah Papua, perwakilan KONI Papua, Asprov PSSI Papua, KONI Kota Jayapura dan perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua menggelar aksi solidaritas atas tragedi Kanjuruhan, Malang.
Mereka menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan 129 lilin di tepi lapangan Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua Senin (3/10/22) petang.
Wakil Ketua Panpel Persewar, Frits Ramandey mengatakan, aksi yang digelar ini merupakan wujud empati dan belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang menurutnya sudah menjadi tragedi kemanusiaan karena menelan banyak korban meninggal dunia hingga 125 jiwa lebih.
“Ini pesan kemanusiaan, kita mendoakan agar kejadian ini tidak terulang lagi, kita juga kibarkan empat bendera sudut setengah tiang. Sepak bola adalah simbol kemanusiaan, lewat sepak bola bisa menyatukan kemanusiaan. Kita memilih lapangan mandala tidak hanya menjadi ikon sepak bola di Papua dan Indonesia tapi lapangan mandala telah menjadi sebuah simbol sepak bola di Asia,” kata Frits.

“Kita menginisiasi aksi solidaritas ini karena hari yang sama digelar derby Papua di Stadion Mandala. Itu tentu tragedi kemanusiaan. Kita mengajak suporter, KONI dan kepolisian menyalakan 129 lilin sebagai pesan duka dan menolak kekerasan dalam sepak bola. Kita ingin mendeklarasikan komitmen damai bahwa harus menjunjung sportifitas dalam sepak bola. Fanatisme juga harus menjunjung sportifitas. Panitia kami ingin mendorong sebuah mekanisme pembinaan terhadap suporter,” tambahnya.
Sementara, Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat yang turut hadir dalam aksi tersebut menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas terjadinya tragedi Kanjuruhan.
“Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita dan kita selalu berdoa semoga arwah saudara kita diterima disisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Wakapolda.
Sekretaris Umum Persewar, Michael Rumabar juga menyampaikan belasungkawa. Ia berharap tragedi tersebut tidak berdampak pada industri sepak bola Tanah Air.
“Kami menyampaikan belasungkawa atas tragedi di Kanjuruhan semoga tragedi ini tidak berdampak pada industri sepak bola di Tanah Air,” kata Michael.
Jorgen Numberi, perwakilan Komnas HAM Papua berharap tragedi tersebut tidak terulang kembali.
“Kita sebagai warga negara dan pecinta sepak bola Indonesia berharap insiden ini tidak terjadi lagi. Kita semua patut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas tragedi ini,” kata Jorgen.
Perwakilan KONI Papua yang juga merupakan mantan atler, Noak Baransano juga mengucapkan belasungkawa atas tragedi kemanusiaan yang menelan banyak korban jiwa di Stadion Kanjuruhan.
“KONI Papua pada prinsipnya ikut berbelasungkawa dan harapan kita ke depan tidak terjadi lagi, karena olahraga punya moto sportivitas,” kata Noak.

Sementara itu, perwakilan wartawan, Fabio Mario Lopez juga ikut menyuarakan empatinya terhadap insiden Kanjuruhan. Ia berharap tragedi tersebut tidak terulang lagi dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat dalam pertandingan sepak bola.
“Kami berharap tragedi ini tidak terulang lagi dan semoga ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar sebuah pertandingan sepak bola tidak lagi berujung duka,” kata Fabio. (*)






















