Jayapura, Jubi – Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bramantyo Rahmadi mengatakan, penyaluran BBM jenis solar untuk Provinsi Papua di bulan Mei 2026 terjadi peningkatan konsumsi sebesar 8 persen dibandingkan rata-rata penyaluran dari bulan Januari hingga April.
Rata-rata bulanan penyaluran Solar di provinsi Papua pada periode bulan Januari – Mei sebesar 3.060 kiloliter (KL) per ribu liter.
“Adapun kuota jenis BBM tertentu (JBT) solar di tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar 38.205 KL,” kata Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bramantyo Rahmadi kepada Antara di Jayapura, Rabu.
Menurutnya, terjadinya antrian di sejumlah SPBU di Jayapura lebih disebabkan para supir menunggu jadwal pengisian BBM jenis solar.
Antrian itu terjadi pada kendaraan besar seperti truk dan truk kontainer itu karena para supir menunggu jadwal pengisian ketentuan yang dikeluarkan Pemkot Jayapura.
Pertamina sendiri, kata Bramantyo, untuk Provinsi Papua di bulan Mei 2026 terjadi peningkatan konsumsi solar sebesar 8 persen dibandingkan rata-rata penyaluran dari bulan Januari hingga April.
Rata-rata bulanan penyaluran Solar di provinsi Papua pada periode bulan Januari – Mei sebesar 3.060 kiloliter (KL)/ribu liter.
Adapun kuota jenis BBM tertentu (JBT) solar di tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar 38.205 KL. “Pertamina memastikan persediaan solar di Papua aman, kata Bramantyo.
Pemkot Jayapura melalui Instruksi Nomor 6 Tahun 2024 mengatur waktu pengisian BBM jenis solar yakni angkutan barang atau umum termasuk truk operasional logistik dan kontainer diperbolehkan mengisi BBM mulai pukul 07.00 hingga 12.00 Waktu Indonesia Timur (WIT).
Untuk angkutan penumpang atau mobil pribadi dan umum melakukan pengisian BBM pukul 09.00 hingga 18.00 WIT, dan angkutan barang umum atau truk muatan material dapat membeli BBM pada pukul 18.00 WIT hingga 22.00 WIT. (*)
























Discussion about this post