Jayapura, Jubi – Ratusan generasi muda Papua berkumpul di salah satu hotel di Kota Jayapura, Senin (19/8/2024), untuk mengikuti diskusi bertajuk ‘Papua Baru dan Indonesia Maju’.
Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Patrige R. Renwarin, mengajak para pemuda Papua untuk meningkatkan kemampuan literasi, baik membaca maupun menulis, sebagai modal penting dalam memajukan Papua.
Menurut Renwarin, membaca adalah kunci untuk mendapatkan informasi dan memperluas wawasan. “Pemuda boleh bersuara lantang, tapi juga harus mampu berdebat dan berbicara dengan dasar yang kuat. Itu semua berawal dari kebiasaan membaca,” ujarnya.
Renwarin juga menekankan pentingnya memiliki landasan yang kuat dalam berbagai bidang, terutama politik, jika generasi muda ingin berperan aktif di masa depan. “Jika tertarik terjun ke dunia politik, kuasailah ilmu dan konsep politik agar bisa berdebat dengan argumen yang kuat dan berwawasan luas,” tambahnya.
Penulis buku Steve T.E. Mara juga turut memberikan pandangannya kepada para peserta diskusi. Ia berpesan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal memiliki kekuasaan, tetapi juga membantu dan memperhatikan sesama.
“Mulailah dari hal kecil, seperti menolong tetangga. Papua harus melangkah maju, dan anak-anak muda adalah kunci untuk mewujudkan Papua yang lebih baik,” ujarnya.
Steve mengingatkan bahwa generasi muda Papua masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam membangun tanah kelahirannya. Ia berbagi pengalamannya yang berhasil menjuarai lomba menulis saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Membaca dan menulis adalah cara saya melatih pikiran dan merekonstruksi ide-ide yang saya miliki,” ungkapnya.
Penjabat Wali Kota Jayapura, Cristian Sohilat, menutup diskusi dengan menekankan pentingnya kemampuan memimpin diri sendiri.
“Memimpin diri sendiri adalah tantangan terbesar. Mengendalikan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok atau minum minuman keras adalah langkah awal untuk menjadi pemimpin yang baik,” ujar Sohilat.
Ia juga menjelaskan bahwa Papua Baru membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berani, tetapi juga mampu berpikir kritis dan menjadi konseptor.
“Pemimpin Papua harus bisa membangun relasi dan menjadi komunikator yang efektif untuk menciptakan perubahan yang nyata,” tambahnya.
Diskusi ini juga sekaligus menjadi ajang peluncuran buku ‘Tentang MDF [Matius Derek Fakiri] Sustainabilitas Membangun Papua, yang dihadiri oleh ratusan pemuda, pemudi, dan beberapa tokoh masyarakat Papua.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda Papua mampu mengasah kemampuan literasi, berani berinovasi, dan berperan aktif dalam membangun masa depan Papua yang lebih cerah. (*)























Discussion about this post