26 calon anggota DPRK Keerom lulus seleksi administrasi

Penulis: Larius Kogoya
Editor: Syam Terrajana

Jayapura, Jubi – Sekretaris Panitia Seleksi atau Pansel calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Keerom mekanisme pengangkatan,  Raymond May mengatakan sebanyak 34 orang yang telah mendaftar dari tujuh suku yang terdiri dari 11 Distrik, 91 kampung yang ada di Kabupaten Keerom.

Pada 9 Oktober 2024 lalu, pihaknya telah  mengumumkan hasil verifikasi administrasi calon anggota DRPK.  Sebanyak 26 orang dinyatakan lulus validasi administrasi. Delapan orang digugurkan karena tidak memenuhi syarat menjadi anggota DPRK.

“Setelah verifikasi dan validasi yang dianggap berkasnya lengkap dan lolos administrasi sebanyak 26 orang.  Sedangkan delapan orang dinyatakan gugur karena ada berkas-berkas yang memang tidak lengkap. Kemudian ada beberapa orang yang marganya bukan orang asli Keerom sekalipun orang Papua tapi dari luar keerom sehingga itu otomatis jatuh atau gugur,” kata May kepada Jubi melalui sambungan telepon  kepada Jubi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (19/10/2024).

Calon anggota DPRK  berasal dari  dari 5 Daerah Pengangkatan atau Dapeng yang ada di Kabupaten Keerom. Dari Dapeng I, gabungan Distrik Skanto, Arso dan Arso Barat yang lulus administrasi ada 10 orang yaitu Mikael Yoku, Nikolas Bassu, Paulus Bassu, Servasius Servo Tuamis, Yosep Wabiager, Marinus Isagi, Ana Maria Boratian, Ferbrianus Tafor, Yosepina Fatagur dan Longinus Fatagur.

“Dapeng II dari gabungan Distrik Manen dan Arso Timur ada tiga calon anggota yang lulus yaitu Rode Muyasin, Yakobus Mekawa, dan Bhen Mathew Rehwi,” katanya.

Dapeng III dari Distrik Waris ada tiga orang daftar dan mereka lulus seleksi administrasi semua yaitu Daniel Amo, Gasper May, dan Monika Mofus. Sementara Dapeng IV dari gabungan Distrik Senggi dan Kaisenar yang lulus ada empat orang yaitu Yulanda Yunam, Ayub Yuur, Yusuf Apnawas, dan Anton Nangai.

“Dapeng V dari gabungan Distrik Yaffi, Web, dan Towe ada enam orang yang dinyatakan lulus atas nama Anthon Sumel, Lambertus Waromri, Kristofel Pangguem, Kristian Pray, Welem pull, dan Aser Tuu,” ujar ketua kelompok Kerja atau Pokja Adat Majelis Rakyat Papua itu.

BERITATERKAIT

Pihaknya sudah memberikan arahan kepada 26 nama yang lulus,  terkait materi ujian tes tertulis maupun wawancara. Pihaknya mengarahkan untuk belajar di peraturan pemerintah nomor 106 dan pergub Nomor 43 tahun 2024 itu, karena materi nanti mengacu pada di situ sehingga teman-teman yang ingin besok tes tertulis dan tes wawancara itu belajar di situ.

“Besar harapan kami tentunya ini DPRK kami baru pertama kali, jadi tentunya ada yang dapat kuris, ada yang tidak, ya berdasarkan hasil tes tertulis dan wawancara. Dan dari setiap daerah pemilihan itu pasti ada tiga masuk dan yang pasti ada satu yang lulus terpilih. Dari 26 calon itu setelah tes tertulis dan tes wawancara itu nanti yang mungkin masuk 15 orang, kemudian 5 orang terpilih akan dilantik dan 10 calon lainnya masuk daftar tunggu,” katanya.

May menyampaikan Pansel pada prinsipnya tetap tidak berkompromi, tidak bermain-main atau buka peluang untuk lobi-lobi dan sebagainya.   Selain itu paling tidak pihaknya  akan melihat  kemampuan mereka  bisa duduk di kursi DPRK, sanggup  berbicara hak-hak masyarakat adat.

“Pada prinsipnya mereka yang punya kompetensi dan kemampuan mengawal program-program dan juga anggaran dana otsus pada masyarakat di kabupaten Keerom dan bekerja sama kolaborasi juga dengan DPRD, partai politik dan pemerintah Kabupaten Keerom,” katanya.

Ketua Pansel Laurens Boratian  menambahkan, pihaknya setelah mengumumkan calon anggota DPRK yang lulus administrasi itu tahapan selanjutnya.

“Jadi setelah kami sudah siapkan materi, nanti tanggal 21-23 Oktober 2024 kami akan mengumumkan untuk pelaksanaan ujian tertulis dan wawancara melalui media,” katanya.

Pihaknya sudah menyampaikan arahan kepada 26 orang yang lulus itu bahwa pihaknya akan mengacu pada Pergub 43 tahun 2024. Penerapannya akan  bersamaan dengan pemilihan kepala daerah atau Pilkada, Pihaknya berupaya  mengimbangi jangan sampai pelaksanaan pilkada terhalangi.

“Nanti kita melakukan ujian tertulis dan ujian seleksi wawancara nanti dua agenda ini kami akan lakukan sekaligus sehingga kami akan keluarkan pengumuman. Jadi kita akan sesuaikan jadwal dengan keadaan di lapangan,” kata Boratian. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist