Jayapura, Jubi – Hari kedua pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK 2022 untuk siswa-siswi di SMP Negeri 2 Jayapura tetap dilaksanakan, meski diwarnai aksi demo para pendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe.
“Karena ini merupakan kegiatan nasional. Jadi kami mewajibkan anak ke sekolah,” ujar Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok di Jayapura, Selasa (20/9/2022).
Dikatakannya, ANBK merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi untuk menggantikan sistem ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK).
“Orang tua peserta didik sempat khawatir bahkan melarang anaknya untuk datang ke sekolah, tapi kami sampaikan maksud dan tujuan ANBK sehingga orang tua mau menerima,” ujarnya.
Ada 45 peserta utama dan lima peserta cadangan dari kelas VIII yang dipilih langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi Indonesia.
“Hasil asesmen nasional ini menjadi sumber data pada rapor pendidikan khususnya di SMP Negeri 2 Jayapura dan sebagai bagian evaluasi bagi sekolah dan pemerintah,” ujarnya.
Carolien Enok menyampaikan terima kasih kepada orang tua peserta didik yang sudah mendukung penyelenggaraan pendidikan salah satunya pelaksanaan ANBK.
“Memang tidak mudah, apalagi posisi sekolah kami ini berada di Abepura yang menjadi lokasi tempatnya aksi demo. Saya berharap hasil dari ANBK ini menjadikan peserta didik kami terus meningkatkan mutu pendidikan mereka,” jelasnya. (*)






















