• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Mengenal jenis buaya di Tanah Papua

September 8, 2026
in Lingkungan
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Buaya

Buaya Muara di Tanah Papua- Jubi/dok

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Para pengunjung di Taman Nasional Papua Nugini di Port Moresby baru saja dikejutkan dengan tewasnya seorang pawang buaya saat memberi makan seekor ayam ke mulut buaya. Akibatnya, buaya berumur 48 tahun ditembak mati. Sang pawang meninggal di RS Pusat Port Moresby, Minggu 6 September 2026.

Pakar buaya, Scott Frazier yang pernah meneliti jenis buaya di Tanah Papua dengan Conservation International Indonesia (CII) Waktu itu kepada Jubi mengatakan, di Pulau Papua buaya yang dikenal secara umum, yaitu buaya air tawar (endemik) dan buaya muara (air asin), serta buaya sahul di Provinsi Papua Selatan.

Buaya sahul ini, dikenal pula sebagai buaya muara air asin atau estuaria, yang berukuran sangat besar (bisa mencapai 7 meter). Hidup di wilayah pesisir, muara sungai, dan laut.

Scott Frazier sebagai salah satu kontributor ahli dalam penyusunan buku sains komprehensif jilid besar “The Ecology of Papua” (Seri Ekologi Indonesia) menjelaskan bahwa buaya Irian  (Crocodylus novaeguineae) merupakan buaya air tawar endemik.

Ukurannya lebih kecil dari buaya muara, berwarna kulit lebih gelap, serta hidup di sungai, rawa, dan danau di bagian utara Pegunungan Jayawijaya.

Selain itu menurut, Prof Dr Ronald Petocz penulis buku “Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya”, dua jenis buaya endemik Papua adalah buaya pantai atau muara sungai (Crocodylus porosus) dan buaya Irian atau Nieuw Guinea (Buaya Air Tawar (Crocodylus novaeguineae / siamensis).

Buaya muara lebih besar dari buaya air tawar, buaya muara (Crocodylus porosus) termasuk reptil terbesar di bumi yang panjangnya bisa mencapai 5–7 meter dengan bobot lebih dari 1 ton.

BERITATERKAIT

Komnas HAM dan DPD RI bahas situasi HAM di Tanah Papua

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

PAPEDA Summit 2026: Masalah pembangunan Tanah Papua adalah kebijakan

PAPEDA Summit 2026: Tanah Papua memiliki posisi strategis pengembangan ekonomi biru

Karakter mereka sangat agresif, dominan, dan memiliki kekuatan rahang yang luar biasa.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Buaya muara sepanjang delapan meter yang menerkam dan membunuh pawang buaya di Taman Nasional Port Moresby di PNG.

Buaya itu akhirnya ditembak mati pada Sabtu, 5 September 2026 sedangkan pawang buaya meninggal pada 6 September di rumah sakit PNG.

Sedangkan buaya air tawar, ukurannya jauh lebih kecil, umumnya hanya berkisar antara 1,5–2,5 meter dengan moncong ramping.

Karakter mereka cenderung lebih tenang dan pemalu. Karena ketimpangan ukuran ini, buaya air tawar sangat mudah didominasi dan dijadikan mangsa oleh buaya muara yang jauh lebih besar.

Di sungai Mamberamo, dihuni oleh dua jenis buaya utama, yaitu buaya muara (Crocodylus porosus) dan buaya air tawar Irian (Crocodylus novaeguineae).

Di era 1980 hingga awal 2000an di Kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua terdapat penangkaran buaya milik perusahaan swasta.

Anakan buaya di penangkaran itu diambil dari Sungai Mamberamo, terutama buaya air tawar. Namun warga mengeluh karena makanan buaya berupa ikan berbau anyir, sehingga akhirnya penangkaran itu ditutup.

Suku Bauzi di Kabupaten Mamberamo Raya melihat kedua jenis buaya ini berperan penting dalam ekosistem. Tetapi mereka juga manfaatkan secara tradisional sebagai sumber protein dan nilai ekonomi.

Bahkan dulu perusahaan penangkar buaya pernah menjual daging buaya dan dendeng buaya di Kota Jayapura.

Buaya air tawar yang mendiami Papua Nugini, yang kini dikenal sebagai Crocodylus novaeguineae menunjukkan perbedaan morfologis, molekuler, dan ekologis antara lereng utara dan selatan. Dataran tinggi tengah dan menempati jalur evolusi yang terpisah.

Sejumlah besar penelitian telah lama mendorong deskripsi formal buaya Papua Nugini dari lereng selatan dataran tinggi, sebagai garis keturunan yang berbeda dengan taksonomi yang mencerminkan hubungan yang telah didiagnosis.

Peneliti menggunakan teknik morfometrik geometris untuk menilai variasi bentuk tengkorak antara spesimen dari kedua lereng dan menambah bukti diagnostik yang mendukung taksonomi yang lebih akurat.

Secara formal mendeskripsikan varian selatan sebagai garis keturunan yang berbeda (Buaya Papua Nugini Hall; Crocodylus halli , spesies baru).

Buaya Papua Nugini ( Crocodylus novaeguineae ) adalah spesies buaya air tawar endemik di pulau Papua Nugini di Oseania utara. Spesies ini mendiami negara Papua Nugini di timur dan Papua Barat Indonesia.

Crocodylus novaeguineae ditemukan di sisi utara dan selatan Dataran Tinggi Tengah, yang membentang dari timur ke barat membagi seluruh pulau menjadi dua bagian, utara dan selatan.

Seperti kebanyakan buaya, C novaeguineae mendiami berbagai rawa berumput dan berhutan di daerah air tawar dataran rendah dan telah mempertahankan signifikansi budaya dan ekonomi di wilayah tersebut selama berabad-abad.

Korban-korban buaya di Tanah Papua

Buaya muara di Kali Tami, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, dekat perbatasan Indonesia dan PNG memangsa WNA asal PNG bernama David (21 tahun) di pada Sungai Tami hingga tewas pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WIT.

Setahun lalu, seorang nenek berusia 70 tahun, Yustina Kairo diterkam buaya di Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Jenazahnya ditemukan warga pada Senin (10/2/2025).

Insiden itu menandai masih kerapnya peristiwa serangan buaya terhadap warga Kabupaten Mimika yang beraktivitas di daerah aliran sungai.

Nenek berusia 70 tahun itu pergi bersama 20 warga lainnya pergi ke Sungai Anyar untuk mencari kepiting di pinggir sungai, Pada Sabtu (8/2/2025). Nenek itu diterkam buaya dan hilang, hingga jenazahnya ditemukan mengambang pada Senin (10/2/2025).

Kasus serangan buaya telah beberapa kali terjadi di berbagai daerah aliran sungai di Kabupaten Mimika.

Pada 30 Oktober 2022, seorang warga bernama Darwis La Daima (27) hilang di Sungai Amar. Jenazahnya ditemukan dan dievakuasi Tim Siaga SAR Timika pada 15 Januari 2023.

Pada 15 November 2023, serangan buaya terjadi di Kali Pece Lama, Distrik Jita, Mimika. Korbannya seorang perempuan, Marlina Onawame (19). Onawame dilaporkan hilang saat memancing ikan di Kali Pece Lama.

Pada 20 Januari 2022, seorang warga dari Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur, diterkam buaya. Jenazahnya ditemukan di Sungai Ayuka setelah warga membunuh buaya sepanjang 7 meter.

Selain itu pada 2018 penangkaran buaya milik perusahaan swasta di SP 1, Kabupaten Sorong, Senin (16/07/2018), setelah terjadi pembunuhan terhadap 292 buaya karena warga mengamuk ada seorang warga tewas diterkam buaya.

Karena warga menilai pemilik perusahaan lalai melindungi warga sehingga mereka melakukan aksi balas dendam membunuh buaya buaya itu. (*)

Tags: BuayaBuaya di Tanah PapuaTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masalah HAM Papua

Komnas HAM dan DPD RI bahas situasi HAM di Tanah Papua

September 5, 2026
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Masalah pembangunan Tanah Papua adalah kebijakan

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Tanah Papua memiliki posisi strategis pengembangan ekonomi biru

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Kepentingan ekstraktif dan konservasi di Tanah Papua

September 3, 2026

PAPEDA Summit 2026: Kepemimpinan masyarakat adat fondasi pembangunan Tanah Papua

September 3, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Governor Nawipa continues working visit to Deiyai, receives traditional welcome
8 September 2026
Governor Nawipa continues working visit to Deiyai, receives traditional welcome

Jayapura, Jubi – After completing his working visit to Dogiyai Regency on Monday, September 7, Central Papua Governor Meki Nawipa [...]

Smoke from burning rubbish disrupts activities at West Papua Governor’s Office
8 September 2026
Smoke from burning rubbish disrupts activities at West Papua Governor’s Office

Manokwari, Jubi – West Papua Governor Dominggus Mandacan says smoke from burning rubbish at a waste disposal site in Maiseipi [...]

Dozens of American and British tourists visit Yobeh Village
7 September 2026
Dozens of American and British tourists visit Yobeh Village

Sentani, Jubi – Dozens of international tourists from the United States and the United Kingdom have visited Yobeh Village in [...]

Beatrix Manggo takes Papuan crafts to the global market
7 September 2026
Beatrix Manggo takes Papuan crafts to the global market

Sentani, Jubi – Silence and tranquillity have become a source of inspiration for Beatrix Antonieta Manggo as she builds Ticia, [...]

PAPEDA Summit 2026: Development and investment overlook Indigenous Papuans
5 September 2026
PAPEDA Summit 2026: Development and investment overlook Indigenous Papuans

Jayapura, Jubi – Abner Mansai, Executive Secretary of the Papua Forum for Cooperation among Non-Governmental Organisations (FOKER LSM Papua), said [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Buaya

Mengenal jenis buaya di Tanah Papua

September 8, 2026
Merauke

Warga yang diduga dianiaya polisi di Merauke meninggal dunia

September 8, 2026
PNG

15.000 remaja melahirkan PNG setiap tahunnya

September 8, 2026
Pawang Buaya

Seorang pawang meninggal setelah diserang buaya di National Park PNG

September 8, 2026
Komisaris Tinggi PBB

Jakarta didesak mewujudkan kunjungan Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 8, 2026
Persipura

Menanti buku baru: Prestasi Persipura musim 2026/2027

September 8, 2026
Gubernur Nawipa kunker ke Deiyai

Gubernur Nawipa lanjutkan kunker ke Deiyai: Disambut secara adat

September 7, 2026
Danau Sentani

Danau Sentani Menyimpan PR Besar: Analisis AHP Ungkap Kampung Yoboi Jadi Prioritas Utama Penanganan Anak Putus Sekolah

September 5, 2026
Merauke

Tiga anggota Polres Merauke diamankan usai dugaan penganiayaan terhadap warga

September 7, 2026
Aktivis Papua Barat

Aktivis Papua Barat serukan pemimpin Pasifik tenekan Indonesia terkait kunjungan PBB

September 7, 2026
BBM Ilegal

Belum ada tersangka dugaan penyeludupan BBM ilegal dari Bintuni ke Manokwari

September 7, 2026
Asap pembakaran sampah di Kantor Gubernur Papua Barat

Asap pembakaran sampah mengganggu aktivitas di Kantor Gubernur Papua Barat

September 7, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
pedagang pakaian

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
Buaya

Mengenal jenis buaya di Tanah Papua

0
Merauke

Warga yang diduga dianiaya polisi di Merauke meninggal dunia

0
PNG

15.000 remaja PNG melahirkan setiap tahunnya

0
Pawang Buaya

Seorang pawang meninggal setelah diserang buaya di National Park PNG

0
Komisaris Tinggi PBB

Jakarta didesak mewujudkan kunjungan Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

0
Persipura

Menanti buku baru: Prestasi Persipura musim 2026/2027

0
Gubernur Nawipa kunker ke Deiyai

Gubernur Nawipa lanjutkan kunker ke Deiyai: Disambut secara adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara