Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia membahas situasi HAM di Tanah Papua bersama Panitia Khusus (Pansus) Papua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia atau DPD RI.
Situasi HAM di Tanah Papua itu dibahas saat Komnas HAM melakukan pertemuan koordinasi dengan Pansus DPD RI, Kamis (3/9/2026).
Ketua Tim Papua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro mengatakan, pertemuan itu juga membicarakan langkah-langkah kolaborasi strategis yang dapat dilakukan oleh kedua lembaga untuk mendorong situasi HAM yang lebih kondusif di Tanah Papua.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Komnas HAM melalui Tim Papua Komnas HAM untuk mendorong tanggung jawab negara dalam pemenuhan dan pelindungan HAM di Papua,” kata Atnike Nova Sigiro melalui pesan elektroniknya, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, dalam pertemuan itu kedua pihak juga membahas sejumlah tantangan dan masalah HAM di Tanah Papua. Deperti konflik dan kekerasan, pengungsi internal, efektivitas kelembagaan yang menangani Papua, serta Proyek Strategis Nasional (PSN).
Namun katanya, pembahasan secara khusus berfokus pada situasi kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua.
Salah satu akibat dari konflik bersenjata itu adalah terjadinya gelombang pengungsi internal di beberapa wilayah di Tanah Papua dengan intensitas konflik yang tinggi, seperti di Kabupaten Yahukimo, Mimika, dan Nabire.
“Penanganan pengungsi internal perlu dilakukan secara cepat, untuk mencegah hilangnya masa depan generasi muda dan orang asli Papua (OAP), akibat hambatan terhadap akses pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan, akibat konflik, kekerasan, dan pengungsian,” ucapnya.
Secara khusus kata Atnike Nova Sigiro, Komnas HAM mendorong Pansus Papua DPD RI untuk mendorong koordinasi antara kementerian/lembaga terkait, dan pemerintah daerah di Tanah Papua, untuk menangani masalah pengungsi internal.
Sebagai tindak lanjut, Komnas HAM dan Pansus Papua DPD RI berkomitmen
melanjutkan sinergi dan koordinasi dalam merespons berbagai masalah HAM di Tanah Papua.
“Mendorong langkah-langkah strategis untuk mendorong perdamaian sehingga pemenuhan dan pelindungan HAM di Papua yang lebih baik,” ujarnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh Atnike Nova Sigiro, anggota Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, serta Abdul Haris Semendawai. Komnas HAM diterima oleh Ketua Pansus Papua DPD RI yang merupakan Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, dan sejumlah anggota Pansus Papua DPD RI. (*)





















Discussion about this post