• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan Tanah Papua perlu perencanaan tepat sasaran

September 2, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Gamaliel M Kaliele - Editor: Arjuna Pademme
PAPEDA Summit

Suasana diskusi sesi kedua PAPEDA Summit di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (02/09/2026) - Jubi/Gamaliel M Kaliele

0
SHARES
369
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Pembangunan di Tanah Papua dipandang tidak dapat lagi hanya dapat dijawab dengan menambah anggaran. Akan tetapi, lebih penting adalah memastikan perencanaan tepat sasaran, penyerapan anggaran berjalan optimal, program sesuai kebutuhan masyarakat, dan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan.

Masalah pembangunan di Tanah Papua ini dibedah dalam diskusi PAPEDA Summit 2026, yang berlangsung di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (2/9/2026).

Dalam forum itu terungkap bahwa anggaran yang tersedia belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Diskusi bertajuk R30-15 3N Parallel 02 Sinkronisasi Nasional-Daerah itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga percepatan pembangunan Papua, akademisi dan masyarakat adat.

Sebagai pembicara adalah Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas Ika Retna Wulandari, Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus dan Keuangan Daerah, Jaka Sucipta.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP), Dr. Velix Vernando Wanggai, Pj Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun, serta perwakilan masyarakat dan akademisi, dengan moderator Martha Triasih Karafir dari WRI Indonesia.

Penjabat (Pj) Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun mengatakan, pembangunan Papua memang membutuhkan sumber pembiayaan yang tidak hanya berasal dari pemerintah.

BERITATERKAIT

Bapperida Papua Tengah rumuskan program pembangunan tepat sasaran berbasis data

Gubernur Nawipa instruksikan percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

Menurutnya, pemerintah daerah harus membuka ruang kolaborasi dengan mitra pembangunan, lembaga donor maupun sektor swasta sepanjang dilakukan melalui mekanisme yang sah dan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Katanya, berdasarkan pengalaman melaksanakan pembangunan di Papua Barat, selain dari sumber-sumber pendanaan pemerintah pihaknya juga berusaha mendapatkan pendanaan dari sumber lain yang sah. Misalnya melalui kolaborasi dengan mitra pembangunan, juga melalui private sector.

“Skema kolaborasi dapat digunakan terutama untuk mendorong kegiatan pembangunan di kampung yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat adat terutama dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di kampung, terutama masyarakat adat,” kata Charlie dalam diskusi PAPEDA Summit 2026.

Charlie mengatakan, Tanah Papua memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

Karenanya, pembangunan tidak boleh menggunakan satu pola yang sama untuk semua daerah prioritas. Namun pengembangan suatu daerah berdasarkan komoditas unggulannya.

Ia mencontohkan, sejumlah potensi seperti kopi di wilayah pegunungan, rumput laut, kelapa hingga hasil laut yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat pesisir.

Kataya, peran mitra dan donor cukup membantu karena pendanaan seperti ini tidak banyak proses birokrasinya, sehingga bisa langsung diterima masyarakat dan dilakukan pendampingan.

Namun Charlie, menilai ketergantungan terhadap anggaran pemerintah juga harus mulai diantisipasi. Tanah Papua membutuhkan sumber pembiayaan jangka panjang yang dapat menjaga kesinambungan pembangunan.

“Salah satu gagasan yang didorong adalah pendanaan abadi kita sudah ada konsep terkait pendanaan abadi. Hanya saja dalam praktiknya, masih membutuhkan exercise dan banyak berkonsultasi agar bisa berjalan,” ujarnya.

Ia menilai pembentukan sumber pendanaan jangka panjang tidak boleh menunggu sampai sumber daya Tanah Papua habis. Harus sudah ada alternatif-alternatif lain.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Vernando Wanggai mengatakan, pekerjaan rumah pembangunan tidak hanya berada di daerah. Pemerintah pusat juga memiliki masalah yang harus dibenahi.

Menurutnya, masalah efektivitas pengelolaan anggaran pemerintah, termasuk tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SiLPA menunjukkan adanya dana yang belum mampu diterjemahkan menjadi belanja pembangunan.

“Persoalannya adalah ketidak optimal dalam pengelolaan. Indikatornya apa? SiLPAnya masih tinggi. SiLPA itu adalah sisa-sisa dana yang tidak dibelanjakan,” kata Velix Vernando Wanggai.

Ia pun mempertanyakan kondisi tersebut, karena di lapangan masyarakat dinilai masih membutuhkan banyak pelayanan dasar.

“Kalau belanjanya optimal, tentu SiLPAnya tidak ada atau kecil. Kalau SiLPAnya besar, berarti dananya belum dibelanjakan,” ucapnya.

Katanya, persoalan tersebut semakin serius ketika dana yang telah disalurkan pemerintah justru masih tersimpan di perbankan. Kondisi itu dinilai harus menjadi bahan evaluasi serius. Sebab, kebutuhan masyarakat di Tanah Papua masih sangat besar.

Karenanya kata Wanggai, pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan anggaran yang sudah tersedia, sebelum meminta tambahan anggaran baru bagaimana kita memang masalahnya ada optimisasi itu bisa segera disalurkan, bisa diserap.

Dalam forum yang sama, Bupati Sorong Selatan, Yohan Bodori mengatakan, pemerintah daerah akan mendorong kebutuhan peningkatan kapasitas, khususnya terkait perencanaan pembangunan di Tanah Papua.

“Nanti kami akan sampaikan juga kebutuhan ini. Mungkin nanti kita siapkan pelatihan khusus perencanaan untuk di Tanah Papua,” kata Yohan Bodori.

Ia juga menyampaikan mengenai program sekolah sepanjang hari, yang telah diterapkan di Sorong Selatan sebagai salah satu praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain.

“Ide besar untuk sekolah sepanjang hari itu pilot pertamanya di Sorong Selatan. Itu sudah berhasil dilaksanakan sehingga menjadi salah satu yang di-highlight dalam kesepakatan Timika,” ujarnya.

Menurut Bodori, keberhasilan sebuah program di satu daerah seharusnya tidak berhenti sebagai cerita lokal. Praktik baik tersebut perlu dipelajari dan disesuaikan untuk diterapkan di wilayah Papua lainnya.

Ia juga menyoroti pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus selama ini yang dinilai belum membahas kebutuhan masyarakat secara detail.

“Persoalan itu terlihat dari rendahnya tingkat keselarasan program dengan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAP2P) Rata-rata keselarasannya masih kecil, sekitar 57,4 persen,” ucapnya.

Katanya, ada kabupaten yang tingkat keselarasannya berada di bawah 20 persen. Angka itu disebut memperlihatkan bahwa masih terdapat jarak antara perencanaan yang disusun dalam kerangka percepatan pembangunan Papua dengan perencanaan yang muncul dari daerah.

Perencanaan kata Bodori, harus dibuat lebih presisi sehingga program pembangunan tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Keselarasan dengan rencana aksi percepatan pembangunan Papua pun dipandang menjadi kunci.

Yohan Bodori mengatakan, pemerintah juga mendorong pemetaan masyarakat hukum adat dan tanah ulayat sebagai bagian penting dari pembangunan. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu dan tidak mudah.

Sementara itu, perwakilan Jaringan Perempuan Adat Wilayah Pegunungan Papua, Idah menolak anggapan bahwa masyarakat Papua tidak memiliki etos kerja.

Menurut Idah, persoalan sebenarnya adalah desain pembangunan yang sering kali dibuat dari perspektif pusat tanpa memahami kondisi masyarakat adat.

“Karenanya, perlu ada program yang tidak memakai kacamata pusat, tetapi program itu harus memakai kacamata masyarakat adat,” kata Idah.

Katanya, banyak program pemerintah mengalami penolakan karena pendekatan yang digunakan tidak cukup kontekstual.

Menurut Idah, masyarakat adat memiliki kemampuan dan data mengenai kebutuhan daerahnya. Yang diperlukan adalah pendampingan dan kepercayaan.

Idah juga menyoroti masalah stunting, pendidikan, keterampilan dan ekonomi masyarakat. Pemerintah diminta memperkuat pendidikan kejuruan serta balai latihan kerja, agar anak muda Papua tidak hanya mengejar pendidikan formal, tetapi memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk membangun ekonomi daerah.

Perwakilan Lembaga Adat Suku Nasawat, Daud Snanfi pun meminta pemerintah serius mengintegrasikan peta wilayah adat ke dalam tata ruang daerah.

Menurutnya, langkah tersebut penting guna mencegah benturan antara kepentingan investasi dengan hak masyarakat adat.

Proses perencanaan, pendataan dan tata ruang dipandang harus mengintegrasikan peta masyarakat adat dengan kabupaten, kota dan provinsi.

Ia menegaskan, ketika wilayah adat telah diakui dan masuk dalam tata ruang, pemerintah maupun investor tidak bisa dengan mudah masuk tanpa memperhatikan hak masyarakat adat.

“Ketika ada investor yang mau investasi, kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kawasan masyarakat adat sehingga tidak bisa lagi mereka ganggu dan masuk,” ujar Daud Snanfi.

Daut juga mengkritik lemahnya proses perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran di sejumlah daerah, sehingga banyak anggaran yang dikembalikan ke kas negara.

Karenanya, ia meminta pemerintah tidak hanya menambah anggaran, juga memperkuat kapasitas aparatur yang mengelolanya.

“[Perlu ada] pendampingan teknis yang lebih permanen hingga tingkat kabupaten dan provinsi, guna peningkatan kapasitas dan ada UPTD di setiap kabupaten, kota dan provinsi untuk mengawal,” ucapnya. (*)

Tags: AnggaranPapedapembangunanperencanaanSummitTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Bapperida rumuskan program pembangunan

Bapperida Papua Tengah rumuskan program pembangunan tepat sasaran berbasis data

October 21, 2026
Gubernur Nawipa instruksikan percepatan program dan penyerapan anggaran

Gubernur Nawipa instruksikan percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

October 17, 2026

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

October 17, 2026

Puskesmas Sentani terkendala anggaran BPJS Kesehatan

October 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi Papua Tengah: Petani lokal berpeluang memperluas akses pasar

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

0
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara