• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

September 4, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
PAPEDA Summit

Suasana PAPEDA Summit di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya - Dok. Panitia

0
SHARES
336
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sekretaris Eksekutif Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat (FOKER LSM) Papua, Abner Mansai mengatakan berbagai kebijakan pembangunan dan investasi di Tanah Papua, kerap mengabaikan sistem kepemilikan masyarakat adat yang telah ada jauh sebelum terbentuknya negara Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Abner Mansai dalam diskusi pada hari ketiga pelaksanaan PAPEDA Summit 2026, di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (4/9/2026).

Papeda Summit, adalah pertemuan organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat adat se-Tanah Papua yang turut menghadirkan pihak pemerintah daerah.

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh organisasi masyarkat sipil untuk berdialog, bertukar informasi, pengalaman
serta mengkritisi kebijakan pemerintah yang memimggirkan dan merampas ruang hidup masyarakat adat dengan dalil Pembangunan.

Forum yang berlangsung selama 3 (tiga) hari terlihat humanis dan kristis. Hal ini di tandai dengan persahabatan yang rukun antar peserta, dan perdebatan secara rasional dan realistis dari semua peserta dalam setiap sesi diskusi.

Adapun organisasi masyarakat sipil, adalah mereka yang bekerja dalam berbagai isu strategis di Tanah Papua secara khusus hak atas ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, serta hak sipil politik. Forum ini berlangsung dari tanggal 2 – 4 September 2026, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Forum yang berlangsung selamat tiga hari ini, selain merupakan ruang konsolidasi, tetapi juga kesempatan untuk mengkritisi tata kelola pembangunan yang menyimpang dan/atau tanpa melibatkan pemilik hak atas wilayah adat.

BERITATERKAIT

Bapperida Papua Tengah rumuskan program pembangunan tepat sasaran berbasis data

Gubernur Nawipa: Pengelolaan kawasan konservasi tidak boleh mengabaikan masyarakat adat

WRI Indonesia gelar pelatihan masyarakat adat dukung perekonomian

Greenpeace desak perlindungan keanekaragaman hayati dan hak masyarakat adat

Abner Mansai mengingatkan bahwa sesuai konstitusi, pemerintah seharusnya datang membangun, agar masyarakat adat dapat hidup mandiri secara berkelanjutan.

“Bukan datang merampas, kekayaan alam milik masyarakat adat. Dimana keadilan sosial,” kata Abner Mansai.

Katanya, Sejak Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua di gaungkan, hingga hari ini ada begitu banyak persoalan tenurial yang muncul, hanya karena ambisi dan kompromi pemerintah dan investor, tanpa melihat sistem hak orang Papua atas tanah adat dan kekayaan alam di dalamnya.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui forkopimda di Tanah Papua harus berani membela hak orang Papua atas tanah adat dan kekayaan alamnya.

Bukan hanya butuh masyarakat adat saat datangnya pemilu, setelah itu membiarkan konstituen yang memilihnya berhadapan dengan korporasi yang menghancurkan tanah adat yang adalah ruang hidup mereka.

“Kami mencatat bahwa praktik membangun oang asli Papua hanyalah alogan untuk memperluas kekuasaan. Tidak sedikit dari praktik tersebut telah berdampak terhadap pelanggaran hak asasi manusia, kerusakan ekologi, bencana ekologis yang sulit di pulihkan dan tanpa adanya pertanggung jawaban negara,” ucapnya.

Abner Mansai juga menegaskan bahwa di Tanah Papua tidak ada tanah negara. Tanah Papua adalah tanah yang diberikan oleh Tuhan kepada orang Papua. Diwariskan turun temurun sebelum adanya negara.

Karenanya lanjut Mansai, masyarakat adat sebagai pewaris menolak perampasan, pencaplokan, atau mengklaim tanah adat sebagai tanah milik negara di Tanah Papua oleh pemerintah dan korporasi, dengan dalil pembangunan.

Apey, seorang aktifis yang mewakili Front Masyarakat Domberai, menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN), hanya
menggunakan dalil pembangunan semata.

Sebaliknya proyek berkedok pembangunan ini secara terstruktur dan sistematis telah dan akan menguasai secara perlahan dengan cara paksa merampas dan meminggirkan masyarakat adat dari ruang hidupnya.

Dari pengalaman yang sudah terjadi di depan mata katanya, proyek yang di dukung militer berjalan sangat mulus.

“Mereka (militer), bukannya menjaga teritori negara, melainkan menampilkan wajah baru pembangunan yang meneror masyarakat adat pemilik hak atas tanah adat dan kekayaan alam, untuk memuaskan para oligarki, pemodal dan kroni-kroni mereka,” ujar Apey.

Marlince Siep, tokoh perempuan adat memberi perhatian dengan mengatakan bahwa serangkaian pembangunan di Tanah Papua.

Mulai dari reformasi hingga pemberlakukan UU Otsus, termasuk perubahan kedua UU Otsus, kami mencatat ada begitu banyak perempuan Papua yang mengalami diskriminasi dan pelecehan.

“Atas nama pembangunan pemerintah menghilangkan wilayah produksi asas
fungsi dan manfaat hutan, khususnya bagi perempuan dan anak,” ujar Marlince Siep.

Katanya, perempuan adat sangat melekat dengan hutan dan tanah, karena di sana ada apotik hidup, tempat mencari makan dan sebagai bentuk perlindungan terhadap Batasan kepemilikan hak adat.

Selain itu lanjut Siep, hal ini tentunya akan berdampak terhadap angka kelahiran, kondisi bayi, saat pertumbuhan karena akses terhadap asas manfaat hutan bagi kesehatan telah di konversi untuk kepentingan investasi.

Menurut Siep, pihaknya melihat bahwa akan ada begitu banyak perempuan adat terancam keberlangsungan hidupnya dan anak/generasi berikut akan bertumbuh dengan kondisi tidak stabil, jika praktik membangun berkedok pembangunan berjalan atau di biarkan berjalan menurut
cara pandang pemerintah yang terkadang keliru.

“Kami ingin menyampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan,
bahwa jika Bapak Ibu sebagai pejabat daerah hari ini memimpin hanya karena Bapak Ibu lahir dari rahim seorang perempuan Papua,” katanya.

Ia mengatakan, tanah itu mama, karenanya perempuan adat ingin menyampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan, biarkan hutan dan lingkungan sehat yang tersisa ini diwariskan kepada generasi perempuan adat orang asli Papua, sehingga mereka dapat bertumbuh bersama janin dan masa depan anaknya.

Dari pengalaman dan praktik perampasan hak atas kekayaan alam berkedok pembangunan dan kesejahteraan bagi orang asli Papua di Tanah Papua, organisasi masyarakat sipil masyarakat adat se-Tanah Papua, partisipan dan mitra Foker LSM Papua, yang hadir dalam PAPEDA Summit pun menyatakan sikap:

1. Tanah Papua bukan tanah negara, bukan juga tanah kosong. Hentikan praktik membangun berkedok pembangunan melalui investasi dan proyek strategis nasional.

2. Menolak & hentikan dengan tegas proyek strategis nasional (PSN), cetak sawah rakyat (CSR), dan lainnya di Tanah Papua dengan dalil pembangunan yang menghancurkan sumber-sumber penghidupan masyarakat adat.

3. Hentikan pembangunan investasi yang menghancurkan tanah adat sebagai ruang hidup bagi perempuan dan pertumbuhan anak-anak Papua sebagai generasi masa depan Papua.

4. Kembalikan militer ke barak, dan mengedepankan pendekatan persuasif sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Republik ini.

Tags: AdatInvestasimasyarakatPAPEDA Summitpembangunan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Bapperida rumuskan program pembangunan

Bapperida Papua Tengah rumuskan program pembangunan tepat sasaran berbasis data

October 21, 2026
Pengelolaan kawasan konservasi

Gubernur Nawipa: Pengelolaan kawasan konservasi tidak boleh mengabaikan masyarakat adat

October 21, 2026

WRI Indonesia gelar pelatihan masyarakat adat dukung perekonomian

October 20, 2026

Greenpeace desak perlindungan keanekaragaman hayati dan hak masyarakat adat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

October 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

October 22, 2026
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi Papua Tengah: Petani lokal berpeluang memperluas akses pasar

October 22, 2026
Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

0
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

0
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

0
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

0
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

0
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara