• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

September 4, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
PAPEDA Summit

Suasana PAPEDA Summit di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya - Dok. Panitia

0
SHARES
73
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sekretaris Eksekutif Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat (FOKER LSM) Papua, Abner Mansai mengatakan berbagai kebijakan pembangunan dan investasi di Tanah Papua, kerap mengabaikan sistem kepemilikan masyarakat adat yang telah ada jauh sebelum terbentuknya negara Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Abner Mansai dalam diskusi pada hari ketiga pelaksanaan PAPEDA Summit 2026, di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (4/9/2026).

Papeda Summit, adalah pertemuan organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat adat se-Tanah Papua yang turut menghadirkan pihak pemerintah daerah.

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh organisasi masyarkat sipil untuk berdialog, bertukar informasi, pengalaman
serta mengkritisi kebijakan pemerintah yang memimggirkan dan merampas ruang hidup masyarakat adat dengan dalil Pembangunan.

Forum yang berlangsung selama 3 (tiga) hari terlihat humanis dan kristis. Hal ini di tandai dengan persahabatan yang rukun antar peserta, dan perdebatan secara rasional dan realistis dari semua peserta dalam setiap sesi diskusi.

Adapun organisasi masyarakat sipil, adalah mereka yang bekerja dalam berbagai isu strategis di Tanah Papua secara khusus hak atas ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, serta hak sipil politik. Forum ini berlangsung dari tanggal 2 – 4 September 2026, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Forum yang berlangsung selamat tiga hari ini, selain merupakan ruang konsolidasi, tetapi juga kesempatan untuk mengkritisi tata kelola pembangunan yang menyimpang dan/atau tanpa melibatkan pemilik hak atas wilayah adat.

BERITATERKAIT

Kunker Gubernur Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai untuk memastikan realisasi program

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

PAPEDA Summit 2026: Masalah pembangunan Tanah Papua adalah kebijakan

Ketika medsos menjadi ruang sunyi propaganda di tengah masyarakat

Abner Mansai mengingatkan bahwa sesuai konstitusi, pemerintah seharusnya datang membangun, agar masyarakat adat dapat hidup mandiri secara berkelanjutan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Bukan datang merampas, kekayaan alam milik masyarakat adat. Dimana keadilan sosial,” kata Abner Mansai.

Katanya, Sejak Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua di gaungkan, hingga hari ini ada begitu banyak persoalan tenurial yang muncul, hanya karena ambisi dan kompromi pemerintah dan investor, tanpa melihat sistem hak orang Papua atas tanah adat dan kekayaan alam di dalamnya.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui forkopimda di Tanah Papua harus berani membela hak orang Papua atas tanah adat dan kekayaan alamnya.

Bukan hanya butuh masyarakat adat saat datangnya pemilu, setelah itu membiarkan konstituen yang memilihnya berhadapan dengan korporasi yang menghancurkan tanah adat yang adalah ruang hidup mereka.

“Kami mencatat bahwa praktik membangun oang asli Papua hanyalah alogan untuk memperluas kekuasaan. Tidak sedikit dari praktik tersebut telah berdampak terhadap pelanggaran hak asasi manusia, kerusakan ekologi, bencana ekologis yang sulit di pulihkan dan tanpa adanya pertanggung jawaban negara,” ucapnya.

Abner Mansai juga menegaskan bahwa di Tanah Papua tidak ada tanah negara. Tanah Papua adalah tanah yang diberikan oleh Tuhan kepada orang Papua. Diwariskan turun temurun sebelum adanya negara.

Karenanya lanjut Mansai, masyarakat adat sebagai pewaris menolak perampasan, pencaplokan, atau mengklaim tanah adat sebagai tanah milik negara di Tanah Papua oleh pemerintah dan korporasi, dengan dalil pembangunan.

Apey, seorang aktifis yang mewakili Front Masyarakat Domberai, menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN), hanya
menggunakan dalil pembangunan semata.

Sebaliknya proyek berkedok pembangunan ini secara terstruktur dan sistematis telah dan akan menguasai secara perlahan dengan cara paksa merampas dan meminggirkan masyarakat adat dari ruang hidupnya.

Dari pengalaman yang sudah terjadi di depan mata katanya, proyek yang di dukung militer berjalan sangat mulus.

“Mereka (militer), bukannya menjaga teritori negara, melainkan menampilkan wajah baru pembangunan yang meneror masyarakat adat pemilik hak atas tanah adat dan kekayaan alam, untuk memuaskan para oligarki, pemodal dan kroni-kroni mereka,” ujar Apey.

Marlince Siep, tokoh perempuan adat memberi perhatian dengan mengatakan bahwa serangkaian pembangunan di Tanah Papua.

Mulai dari reformasi hingga pemberlakukan UU Otsus, termasuk perubahan kedua UU Otsus, kami mencatat ada begitu banyak perempuan Papua yang mengalami diskriminasi dan pelecehan.

“Atas nama pembangunan pemerintah menghilangkan wilayah produksi asas
fungsi dan manfaat hutan, khususnya bagi perempuan dan anak,” ujar Marlince Siep.

Katanya, perempuan adat sangat melekat dengan hutan dan tanah, karena di sana ada apotik hidup, tempat mencari makan dan sebagai bentuk perlindungan terhadap Batasan kepemilikan hak adat.

Selain itu lanjut Siep, hal ini tentunya akan berdampak terhadap angka kelahiran, kondisi bayi, saat pertumbuhan karena akses terhadap asas manfaat hutan bagi kesehatan telah di konversi untuk kepentingan investasi.

Menurut Siep, pihaknya melihat bahwa akan ada begitu banyak perempuan adat terancam keberlangsungan hidupnya dan anak/generasi berikut akan bertumbuh dengan kondisi tidak stabil, jika praktik membangun berkedok pembangunan berjalan atau di biarkan berjalan menurut
cara pandang pemerintah yang terkadang keliru.

“Kami ingin menyampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan,
bahwa jika Bapak Ibu sebagai pejabat daerah hari ini memimpin hanya karena Bapak Ibu lahir dari rahim seorang perempuan Papua,” katanya.

Ia mengatakan, tanah itu mama, karenanya perempuan adat ingin menyampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan, biarkan hutan dan lingkungan sehat yang tersisa ini diwariskan kepada generasi perempuan adat orang asli Papua, sehingga mereka dapat bertumbuh bersama janin dan masa depan anaknya.

Dari pengalaman dan praktik perampasan hak atas kekayaan alam berkedok pembangunan dan kesejahteraan bagi orang asli Papua di Tanah Papua, organisasi masyarakat sipil masyarakat adat se-Tanah Papua, partisipan dan mitra Foker LSM Papua, yang hadir dalam PAPEDA Summit pun menyatakan sikap:

1. Tanah Papua bukan tanah negara, bukan juga tanah kosong. Hentikan praktik membangun berkedok pembangunan melalui investasi dan proyek strategis nasional.

2. Menolak & hentikan dengan tegas proyek strategis nasional (PSN), cetak sawah rakyat (CSR), dan lainnya di Tanah Papua dengan dalil pembangunan yang menghancurkan sumber-sumber penghidupan masyarakat adat.

3. Hentikan pembangunan investasi yang menghancurkan tanah adat sebagai ruang hidup bagi perempuan dan pertumbuhan anak-anak Papua sebagai generasi masa depan Papua.

4. Kembalikan militer ke barak, dan mengedepankan pendekatan persuasif sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Republik ini.

Tags: AdatInvestasimasyarakatPAPEDA Summitpembangunan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Papua Tengah

Kunker Gubernur Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai untuk memastikan realisasi program

September 4, 2026
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Masalah pembangunan Tanah Papua adalah kebijakan

September 4, 2026

Ketika medsos menjadi ruang sunyi propaganda di tengah masyarakat

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Tanah Papua memiliki posisi strategis pengembangan ekonomi biru

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Kepentingan ekstraktif dan konservasi di Tanah Papua

September 3, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

TPNPB Yahukimo command declares national mourning after four members killed
4 September 2026
TPNPB Yahukimo command declares national mourning after four members killed

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Regional Defence Command (Kodap) XVI Yahukimo has declared a period [...]

Baros villagers in Sorong Regency struggle to access clean water
4 September 2026
Baros villagers in Sorong Regency struggle to access clean water

Sorong, Jubi — Residents of Baros village in Klasafet District, Sorong Regency, Southwest Papua Province, are struggling to access clean [...]

Dozens protest against PAPEDA Summit 2026 in Sorong
3 September 2026
Dozens protest against PAPEDA Summit 2026 in Sorong

Sorong, Jubi — At least 15 people staged a peaceful protest at a hotel in Sorong, Southwest Papua Province, where [...]

Harhubnas 2026: South Papua Transport Agency steps up transport safety campaign
3 September 2026
Harhubnas 2026: South Papua Transport Agency steps up transport safety campaign

Merauke, Jubi — The South Papua Provincial Transportation Agency is highlighting the importance of transport safety as part of National [...]

Developer absent from hearing in subsidised housing class action in Manokwari
2 September 2026
Developer absent from hearing in subsidised housing class action in Manokwari

Manokwari, Jubi — PT Trikora Bangun Papua, the developer of Green Valley Residence, a subsidised housing complex on Jalan Lembah [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Masalah HAM Papua

Komnas HAM dan DPD RI bahas situasi HAM di Tanah Papua

September 5, 2026
Gubernur Papua Tengah

Kunker Gubernur Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai untuk memastikan realisasi program

September 4, 2026
PASI Papua Tengah

PASI Papua Tengah gelar rapat pleno pertama

September 4, 2026
ASN Deiyai

Pejabat asal Deiyai mantapkan penyambutan kunker Gubernur Papua Tengah

September 4, 2026
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

September 4, 2026
Pelapor Khusus PBB untuk Hak Masyarakat Adat ketika berbicara dihadapan masyarakat adat Papua pada bulan Juli 2025 lalu - Jubi/Victor Mambor

MSG desak Indonesia ijinkan Komisaris Tinggi untuk HAM PBB kunjungi Papua

September 4, 2026
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

September 4, 2026
Komisaris Tinggi PBB

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 3, 2026
PIF mengecam nuklir China

PIF diakhiri dengan mengecam uji coba nuklir China

September 4, 2026
Pelapor Khusus PBB untuk Hak Masyarakat Adat ketika berbicara dihadapan masyarakat adat Papua pada bulan Juli 2025 lalu - Jubi/Victor Mambor

MSG desak Indonesia ijinkan Komisaris Tinggi untuk HAM PBB kunjungi Papua

September 4, 2026
Petani Kakao

Pengering tenaga surya membantu petani kakao di PNG kurangi biaya

September 3, 2026
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

September 4, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Masalah HAM Papua

Komnas HAM dan DPD RI bahas situasi HAM di Tanah Papua

0
Gubernur Papua Tengah

Kunker Gubernur Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai untuk memastikan realisasi program

0
PASI Papua Tengah

PASI Papua Tengah gelar rapat pleno pertama

0
ASN Deiyai

Pejabat asal Deiyai mantapkan penyambutan kunker Gubernur Papua Tengah

0
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

0
Pelapor Khusus PBB untuk Hak Masyarakat Adat ketika berbicara dihadapan masyarakat adat Papua pada bulan Juli 2025 lalu - Jubi/Victor Mambor

MSG desak Indonesia ijinkan Komisaris Tinggi untuk HAM PBB kunjungi Papua

0
PAPEDA Summit

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara