• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

PAPEDA Summit 2026: Masalah pembangunan Tanah Papua adalah kebijakan

September 4, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel M Kaliele - Editor: Arjuna Pademme
PAPEDA Summit

Suasana diskusi Parallel 04: Perhutanan Sosial dan Hutan Adat yang berlangsung di Hotel Vega, Kamis (03/09/2026) - Dok. Panitia PAPEDA Summit

0
SHARES
288
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Marlince Siet, salah satu akademisi yang hadir dalam diskusi Parallel 04: Perhutanan Sosial dan Hutan Adat pada hari kedua pelaksanaan PAPEDA Summit 2026, menyatakan masalah mendasar pembangunan di Tanah Papua adalah kebijakan yang kerap dirancang oleh pemerintah pusat, tanpa cukup memahami kondisi sosial, budaya, geografis dan ekonomi masyarakat adat.

Diskusi Parallel 04: Perhutanan Sosial dan Hutan Adat PAPEDA Summit 2026 berlangsung di Hotel Vega, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (3/9/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani, S.Si, M.I, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya Jhon Way, S.Hut, M.Si, perwakilan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Kasmita Widodo, Forum Kerja Sama LSM Papua (FOKER LSM Papua) Abner Mansai.

Perwakilan Masyarakat Adat Kusang Syuglue Woi Yansu Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Trince Yosephina Nian. Diskusi dimoderatori Naomi Marasian dari Perkumpulan Terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua.

Marlince Siet mengatakan, dari sekian banyak program, perlu ada program yang tidak memakai kacamata pemerintah pusat. Program itu harus memakai kacamata masyarakat adat di Tanah Papua.

“Hari ini masyarakat adat tradisional banyak menolak program-program dari pusat karena pendekatannya kurang secara teknis dan kontekstual,” kata Marlince Siet.

Menurutnya, pembangunan di Tanah Papua tidak bisa terus diseragamkan dengan pendekatan pembangunan wilayah lain di Indonesia. Sebab, karakter masyarakat pegunungan, pesisir, kepulauan dan wilayah adat di Tanah Papua memiliki kebutuhan yang berbeda.

BERITATERKAIT

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

Bapperida Papua Tengah rumuskan program pembangunan tepat sasaran berbasis data

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

Karenanya, kebijakan dinilaibharus disusun berdasarkan kondisi nyata masyarakat, dan perempuan Papua harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan.

Dari sisi pengelolaan hutan, perempuan adat Moi, Itha Osok mengingatkan pemerintah bahwa masyarakat adat Papua telah memiliki sistem pengelolaan hutan yang diwariskan turun-temurun, sebelum berbagai kebijakan negara hadir.

Menurut Itha Osok, masyarakat adat memiliki pengetahuan tentang kapan harus mengambil hasil hutan, bagian mana yang boleh dimanfaatkan dan bagaimana menjaga sumber daya alam tetap tersedia bagi generasi berikutnya.

“Kami punya kearifan lokal yang sudah ada sejak turun-temurun. Bagaimana orang tua mengambil hasil dari hutan secara tradisional, tetapi tetap dijaga sehingga alam itu tetap bersahabat,” kata Itha Osok.

Katanya, hutan Papua selama ini memberikan kontribusi besar terhadap agenda lingkungan dan penurunan emisi karbon. Namun, ia mempertanyakan manfaat konkret yang diterima masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

“Saya tidak bicara hanya mengenai uang. Tetapi manfaat apa yang diterima masyarakat Papua dari hutan yang mereka jaga? Kontribusinya besar, tetapi manfaat untuk masyarakat adat masih menjadi pertanyaan,” ujarnya.

Sementara itu, Daud Snanfi dari masyarakat adat LMA Nasawat menyoroti mangenai integrasi peta wilayah adat ke dalam tata ruang pemerintah daerah.

Menurutnya, selama wilayah adat belum masuk dalam dokumen tata ruang, masyarakat akan terus menghadapi ancaman masuknya investasi ke wilayah yang secara turun-temurun mereka kuasai dan kelola.

“Sambil menunggu Undang-Undang Masyarakat Adat yang sampai hari ini bertahun-tahun belum ditetapkan, proses perencanaan, pendataan dan tata ruang harus mengintegrasikan peta masyarakat adat dengan daerah, baik kabupaten, kota maupun provinsi,” kata Daud Snanfi.

Ia menilai integrasi itu penting, agar investor tidak dapat dengan mudah masuk ke wilayah adat yang belum mendapatkan pengakuan administratif.

Ketika ada investor hendak berinvestasi, mereka harus langsung melihat tata ruang. Dengan begitu mereka bisa mengetahui mana kawasan milik masyarakat adat, dan mana yang sudah ditetapkan. (*)

Tags: KebijakanmasalahPAPEDA SummitpembangunanTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026
Bapperida rumuskan program pembangunan

Bapperida Papua Tengah rumuskan program pembangunan tepat sasaran berbasis data

October 21, 2026

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

October 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi Papua Tengah: Petani lokal berpeluang memperluas akses pasar

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

0
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara