• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Danau Sentani Menyimpan PR Besar: Analisis AHP Ungkap Kampung Yoboi Jadi Prioritas Utama Penanganan Anak Putus Sekolah

Sebuah Sistem Pendukung Keputusan berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) memetakan tujuh kampung di kawasan Distrik Sentani untuk menemukan wilayah mana yang paling mendesak menerima intervensi pendidikan.

September 5, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Danau Sentani

Pemandangan Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua. – Jubi/Engel Wally

0
SHARES
1.4k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Yokelin Tokoro

Ketika Air Danau Menjadi Jarak yang Tak Terjembatani

Bagi sebagian besar anak-anak di kampung-kampung tepi Danau Sentani, pergi ke sekolah bukan sekadar berjalan kaki melewati gang kompleks atau menunggu angkot lewat.

Bagi mereka, sekolah bisa berarti menyeberangi danau dengan perahu, menembus jarak yang jauh, atau bahkan mengurungkan niat karena orang tua tak mampu membiayai ongkos transportasi harian.

Realitas geografis inilah yang membuat persoalan anak putus sekolah di wilayah Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, tidak bisa disamaratakan dengan wilayah lain yang aksesnya lebih mudah.

Persoalan putus sekolah bukan hal baru dalam wacana pendidikan di Papua. Namun yang sering luput adalah bagaimana memilah kampung mana yang paling membutuhkan perhatian lebih dulu, mengingat keterbatasan anggaran dan sumber daya pemerintah daerah tidak memungkinkan seluruh wilayah ditangani secara bersamaan.

BERITATERKAIT

Anak-anak di PNG sejak dini belajar kebersihan

LBH APIK Jayapura minta Polda Papua lindungi pendamping dan korban kekerasan seksual terhadap anak

Predator mengancam keberlangsungan ikan endemik Danau Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

Dari kebutuhan itulah lahir sebuah pendekatan berbasis data: Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Analytical Hierarchy Process, atau lebih dikenal dengan AHP.

AHP: Ketika Angka Membantu Mengambil Keputusan yang Adil

AHP adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang dikembangkan untuk membantu menyusun prioritas dari sejumlah pilihan berdasarkan beberapa faktor sekaligus.

Alih-alih menilai satu wilayah hanya dari satu sudut pandang, metode ini memungkinkan peneliti membandingkan dan memberi bobot pada berbagai kriteria secara sistematis, lalu menggabungkannya menjadi satu nilai prioritas yang bisa diperbandingkan antarwilayah.

Dalam penelitian yang divisualisasikan melalui dashboard “Sistem Pendukung Keputusan” ini, tim peneliti menetapkan tiga faktor utama atau kriteria yang dipandang paling berpengaruh terhadap fenomena anak putus sekolah di kampung-kampung sekitar Sentani, yaitu:

1. K1 – Pendapatan Keluarga (%), mencerminkan kondisi ekonomi rumah tangga sebagai salah satu pemicu klasik anak berhenti sekolah demi membantu mencari nafkah.

2. K2 – Jarak ke Sekolah (%), menggambarkan tantangan geografis, terutama bagi kampung yang berada di seberang atau di tepi danau.

3. K3 – Akses Transportasi (%), menilai ketersediaan dan kemudahan sarana transportasi menuju fasilitas pendidikan.

Ketiga kriteria itu kemudian diukur pada tujuh kampung yang menjadi alternatif wilayah kajian: Kampung Yahim, Kampung Sereh, Kampung Yobeh (Danau), Kampung Ifale (Danau), Kampung Ifar Besar (Danau), Kampung Hobong (Danau), dan Kampung Yoboi (Danau).

Penamaan “(Danau)” pada empat dari tujuh kampung ini bukan kebetulan — ia menegaskan bahwa mayoritas wilayah yang diteliti memang berhadapan langsung dengan tantangan geografis danau.

Membaca Grafik: Pendapatan Keluarga Mendominasi di Hampir Semua Kampung

Hasil visualisasi berupa grafik bar vertikal yang membandingkan kontribusi ketiga kriteria di setiap kampung menunjukkan pola yang cukup konsisten. Pada hampir seluruh wilayah, bar biru yang mewakili Pendapatan Keluarga (K1) selalu tampil lebih tinggi dibandingkan bar hijau (Jarak ke Sekolah) dan oranye (Akses Transportasi).

Artinya, dari sisi bobot kontribusi terhadap risiko putus sekolah, faktor ekonomi keluarga tetap menjadi penyumbang paling dominan dibanding dua faktor lainnya di seluruh klaster kampung yang diteliti.

Namun yang menarik, besaran kontribusi ini sangat berbeda-beda antarkampung. Kampung Yahim dan Kampung Sereh — dua kampung yang tidak berlabel “(Danau)” — menunjukkan nilai kontribusi paling rendah di ketiga kriteria, dengan nilai K1 masing-masing hanya berkisar di angka 4-5% dan 2%.

Sebaliknya, empat kampung yang berada di kawasan danau justru menunjukkan nilai kontribusi yang jauh lebih tinggi di seluruh kriteria.

Kampung Ifale (Danau) misalnya, mencatat nilai K1 tertinggi kedua dengan kontribusi lebih dari 11%, diikuti Kampung Ifar Besar (Danau) di angka sekitar 7-8%.

Sementara itu, dua kampung dengan nilai gabungan tertinggi di ketiga kriteria sekaligus adalah Kampung Hobong (Danau) dan Kampung Yoboi (Danau) — keduanya menunjukkan bar biru, hijau, dan oranye yang secara konsisten menjulang lebih tinggi dibanding lima kampung lainnya.

Pola ini secara visual menegaskan sebuah temuan penting: kampung-kampung yang secara geografis terisolasi oleh badan air danau cenderung menghadapi akumulasi masalah dari ketiga sisi sekaligus — ekonomi keluarga yang lebih rentan, jarak tempuh ke sekolah yang lebih jauh, dan akses transportasi yang lebih terbatas.

Ketiganya saling berkelindan membentuk lingkaran kerentanan yang lebih berat dibanding kampung yang berada di daratan utama Sentani.

Kampung Yoboi: Titik Merah di Peta Prioritas

Dari keseluruhan proses perhitungan AHP yang menggabungkan bobot ketiga kriteria tersebut, sistem akhirnya menetapkan Kampung Yoboi (Danau) sebagai prioritas utama mitigasi.

Penetapan ini bukan tanpa dasar — grafik menunjukkan Kampung Yoboi memiliki nilai kontribusi tertinggi untuk kriteria Pendapatan Keluarga (di atas 12%) sekaligus nilai Jarak ke Sekolah dan Akses Transportasi yang juga berada di jajaran teratas dibanding enam kampung lainnya.

Temuan ini sejalan dengan gambaran umum yang kerap disampaikan warga sekitar Danau Sentani, di mana kampung-kampung yang hanya bisa dijangkau lewat jalur air menghadapi tantangan berlapis: anak-anak harus menyeberang menggunakan perahu setiap hari, biaya transportasi air yang tidak murah bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, dan risiko cuaca yang kerap membuat penyeberangan tertunda atau bahkan dibatalkan.

Dengan menempatkan Kampung Yoboi sebagai prioritas tertinggi, hasil analisis ini memberikan basis argumentasi yang terukur bagi pemerintah daerah maupun dinas pendidikan setempat untuk mengalokasikan program intervensi — baik berupa bantuan ekonomi keluarga, subsidi transportasi sekolah, pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih dekat, maupun program pendampingan lain — secara lebih terarah dan tidak menyebar tanpa skala prioritas yang jelas.

Dari Angka ke Kebijakan: Mengapa Pendekatan Berbasis Data Ini Penting

Salah satu keunggulan pendekatan AHP dalam konteks pengambilan kebijakan pendidikan di wilayah dengan geografi menantang seperti Sentani adalah kemampuannya menerjemahkan persoalan yang tampak kualitatif dan subjektif — seperti “kampung mana yang paling butuh bantuan” — menjadi ukuran kuantitatif yang bisa dipertanggungjawabkan secara metodologis.

Ketika anggaran dan sumber daya terbatas, keputusan untuk mendahulukan satu wilayah dibanding wilayah lain seringkali menjadi perdebatan yang sarat kepentingan politis maupun subjektivitas pengambil kebijakan.

Dengan sistem pendukung keputusan berbasis AHP semacam ini, proses penentuan prioritas menjadi lebih transparan karena didasarkan pada data terukur dari masing-masing kriteria, bukan sekadar asumsi atau laporan sepihak.

Selain itu, sistem ini juga bersifat dinamis — begitu ada pembaruan data pendapatan keluarga, jarak sekolah, atau kondisi transportasi di suatu kampung, hasil perhitungan prioritas bisa diperbarui secara otomatis, sehingga kebijakan yang diambil selalu berbasis kondisi terkini di lapangan.

Menutup Jarak, Bukan Sekadar Menutup Data

Pada akhirnya, temuan bahwa Kampung Yoboi (Danau) menempati posisi teratas dalam prioritas mitigasi anak putus sekolah bukan sekadar angka di layar dashboard.

Ia adalah representasi dari ribuan langkah kaki anak-anak yang setiap pagi harus memutuskan antara menyeberangi danau demi belajar, atau menyerah pada keterbatasan yang mengelilingi mereka.

Riset berbasis AHP ini menjadi pengingat bahwa penanganan masalah pendidikan di wilayah kepulauan dan perairan seperti Sentani tidak bisa dilakukan dengan pendekatan generik.

Setiap kampung punya kombinasi tantangan yang berbeda, dan tugas para pengambil kebijakan adalah mendengarkan apa yang ditunjukkan data — lalu menerjemahkannya menjadi program nyata yang benar-benar sampai ke kampung yang paling membutuhkan, sebelum semakin banyak anak yang terpaksa berhenti bersekolah karena jarak yang tak kunjung terjembatani. (*)

Artikel ini disusun berdasarkan hasil visualisasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang mengkaji tiga kriteria — Pendapatan Keluarga, Jarak ke Sekolah, dan Akses Transportasi — pada tujuh kampung di kawasan Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Penulis adalah Dosen Jurusan Sistem Informasi, Fakultas MIPA -Universitas Cenderawasih

Tags: AHPAnakAnalisisDanau SentaniPenangananprioritasputus sekolah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Anak-anak PNG

Anak-anak di PNG sejak dini belajar kebersihan

October 17, 2026
LBH APIK Jayapura

LBH APIK Jayapura minta Polda Papua lindungi pendamping dan korban kekerasan seksual terhadap anak

October 12, 2026

Predator mengancam keberlangsungan ikan endemik Danau Sentani

October 11, 2026

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

September 30, 2026

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

September 30, 2026

Bupati Paniai sampaikan program utama kepada Wagub Geley

September 10, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

Indigenous knowledge warns of wildlife loss as oil palm plantations replace Papua’s forest
20 October 2026
Indigenous knowledge warns of wildlife loss as oil palm plantations replace Papua’s forest

Jayapura, Jubi – Environmental advocates and Indigenous communities in Papua say the expansion of oil palm plantation threatens wildlife habitats, [...]

Southern Papua’s last conservation stronghold threatened by fires and development
19 October 2026
Southern Papua’s last conservation stronghold threatened by fires and  development

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua says forest and land fires in South Papua province [...]

GIDI calls for military operations in Korowai to stop amid displacement fears
19 October 2026
GIDI calls for military operations in Korowai to stop amid displacement fears

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Christian Church in Indonesia (GIDI) has called on [...]

KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua Highlands
17 October 2026
KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua  Highlands

Jayapura, Jubi – The Evangelical Christian Church (KINGMI) in the Land of Papua has called on the Indonesian Government and [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Papuan Leaders Bootcamp

WRI Indonesia gelar pelatihan masyarakat adat dukung perekonomian

October 20, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026
Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026
PM Republik Vanuatu

PM Vanuatu: Pemerintah tetap stabil di tengah klaim tantangan kepemimpinan

October 20, 2026
Uni Eropa

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

October 20, 2026
Pulau Lou PNG

Pulau Lou di PNG menanti bantuan setelah setengah hutannya terbakar

October 20, 2026
PERBATI

PERBATI Manokwari kirim 14 atlet ikut kejuaraan tinju di NTT

October 20, 2026
Kapolda Papua Barat dilaporkan ke Kompolnas dan praperadilan

Kuasa hukum tersangka berencana laporkan Kapolda Papua Barat ke Kompolnas

October 19, 2026
Berung Kasuari

Sawit dibuka, pohon ditebang, hutan hilang, burung terbang menjauh

October 19, 2026
Uni Eropa

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

October 20, 2026
Pulau Lou PNG

Pulau Lou di PNG menanti bantuan setelah setengah hutannya terbakar

October 20, 2026
Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
PERBATI

PERBATI Manokwari kirim 14 atlet ikut kejuaraan tinju di NTT

October 20, 2026
IM3

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

October 19, 2026
Papuan Leaders Bootcamp

WRI Indonesia gelar pelatihan masyarakat adat dukung perekonomian

0
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

0
Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

0
PM Republik Vanuatu

PM Vanuatu: Pemerintah tetap stabil di tengah klaim tantangan kepemimpinan

0
Uni Eropa

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

0
Pulau Lou PNG

Pulau Lou di PNG menanti bantuan setelah setengah hutannya terbakar

0
PERBATI

PERBATI Manokwari kirim 14 atlet ikut kejuaraan tinju di NTT

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara