Jayapura, Jubi – World Resources Institute atau WRI Indonesia Regional Papua menggelar pelatihan bagi masyarakat adat dan komunitas adat, khususnya pemuda serta perempuan dari perwakilan enam provinsi di Tanah Papua lewat Papuan Leaders Bootcamp II.
Pelatihan untuk mendukung peningkatan perekonomian itu digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/10/2026).
Papua Regional Senior Lead, Martha Triasih Karafir menjelaskan bahwa Papuan Leaders Bootcamp dilaksanakan pertama kali di Kota Manokwari, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat pada 2023.
Ketika itu ada 12 kelompok binaan, dan pada 2026, ada sekira 30 orang peserta dengan 15 kelompok binaan, yang semuanya berasal dari enam provinsi di Tanah Papua.
“Tujuan dari kegiatan Papuan Leaders Bootcamp II ini, untuk mendukung bagaimana adanya peningkatan perekonomian khususnya masyarakat adat, komunitas adat lebih khususnya perempuan dan pemuda. Yang mengikuti kegiatan ini berumur dari 18 sampai dengan 38 tahun,” kata Martha Triasih Karafir.
Menurutnya, pelatihan komunitas adat ini untuk peningkatan ekonomi, dengan syaratnya lestari berkelanjutan sehingga tetap menjaga lingkungan, hutan, laut, sungai, dan lain-lain.
“Mereka (peserta) juga bisa mendapatkan keuntungan bagi kehidupannya pribadi, komunitasnya, keluarganya yaitu peningkatan perekonomiannya sehingga akan belajar bagaimana mengurus keuangan dalam komunitas dan produk-produknya,” ucapnya.
Katanya, Papuan Leaders Bootcamp menjadi tempat belajar bersama. Bagaimana para perempuan dan pemuda adat dapat berjejaring, saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk peningkatan usaha mereka.
Martha Triasih Karafir mengatakan, tahun ini ada yang mempunyai hasil hutan non-kayu, ada yang beternak babi, dan pakan ternak. Ada pula usahanya berkaitan dengan jasa ekowisata, produk makanan dari sagu, serta produk-produk lokal lainnya.
“Hari ketiga mereka akan pergi ke salah satu usaha komunitas masyarakat adat Namblong di Nimbokrang yaitu salah satu mitranya BUMMA yang dimiliki masyarakat adat sendiri. Belajar di situ bagaimana masyarakat bisa mengelola berbagai opsi usaha yang bisa dilakukan tapi tetap ada kearifan lokal dan kelestarian dari lingkungan sekitar termasuk hutan yang ada di sekitar situ,” ujarnya.
Salah satu peserta, Haniel Uopmabin dan Bertus Uopmabil menyayakan pernah mengikuti Papuan Leaders Bootcamp I 2023.
Usai pelatihan itu kelompoknya melakukan usaha kopi arabika Abenong artinya “buah manis Pegunungan Bintang”.
Ia menjelaskan sebelum mengikuti pelatihan itu, dirinya hanya sebagai kurir atau pengantar barang. Awalnya merasa minder saat mengikuti pelatihan.
Merasa tidak mampu tapi setelah dapat materi dan pelatihan yang menumbuhkan semangat dan keberanian untuk mencoba melakukan usaha.
“Hari ini kami sudah mulai produksi kopi meski belum masuk ke toko atau berbagai supermarket tapi ada banyak hal kami harus kerjakan ke depan untuk mengembangkan usaha kami ini. Dengan kegiatan pembinaan Bootcamp seperti ini kita orang Papua terbantu,” kata Haniel Uopmabin.
Haniel Uopmabin berharap Papuan Leaders Bootcamp seperti ini dilakukan secara berkelanjutan, dan lebih banyak melibatkan orang-orang Papua untuk melakukan usaha-usaha untuk peningkatan perekonomian.
“Harapannya dari kegiatan pelatihan ini produk-produknya bisa dipromosikan secara nasional dan internasional,” ucapnya. (*)




Discussion about this post