Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah berharap Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) tidak hanya menjadi organisasi yang kuat secara internal, tetapi juga mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karenanya, Pemprov Papua Tengah membuka ruang yang luas bagi pemuda, termasuk GAMKI, untuk berpartisipasi dalam pembangunan di wilayah itu.
Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si, mengatakan bahwa dibutuhkan pemuda yang hadir di tengah masyarakat, memahami masalah yang dihadapi, dan ikut mencari solusi.
Pernyataan itu disampaikan Wagub Geley dalam sambutannya pada pembukaan Konfercab serentak DPC GAMKI kabupaten dan Konferda ke-1 DPD GAMKI Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Nabire, Jumat (9/10/2026).
“Kita membutuhkan pemimpin muda yang memiliki kemampuan untuk bekerja sama, menghargai perbedaan, berani mengambil tanggung jawab, serta memiliki komitmen untuk membangun daerah,” kata Wagub Geley.
Menurut Wagub Geley, pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam menghadirkan perubahan, membangun persatuan, menjaga nilai-nilai moral, serta memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Katanya, Papua Tengah membutuhkan pemuda yang tidak hanya memiliki semangat dan keberanian, tetapi juga integritas, karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan untuk melihat persoalan dan menghadirkan solusi.
“Kepemimpinan transformatif berarti kepemimpinan yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan yang inovatif berarti mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk menghasilkan gagasan dan langkah baru yang bermanfaat,” ujarnya.
Karenanya, Wagub Geley berharap GAMKI dapat terus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan pemuda Kristen yang memiliki karakter, kompetensi, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Pemuda Kristen Papua Tengah pun diharapkan harus mampu mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, pelayanan sosial, maupun berbagai bidang pembangunan lainnya.
Sebagai organisasi kepemudaan Kristen, lanjut Wagub Geley, GAMKI juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah.
Katanya, perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun Papua Tengah secara bersama-sama.
“Saya berharap kader-kader GAMKI dapat menjadi teladan dalam menjaga toleransi, kedamaian, persaudaraan, dan semangat gotong royong,” ucapnya.
Terlebih, kata Wagub Geley, di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat, pemuda harus mampu menggunakan ruang digital secara bijak, menyebarkan informasi yang membangun, serta menghindari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan berbagai hal yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Wagub Geley mengatakan siapa pun yang nantinya diberikan kepercayaan untuk memimpin GAMKI tingkat provinsi maupun kabupaten diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan organisasi serta masyarakat.
“Mari kita jadikan konferensi ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperbarui semangat pelayanan, dan melahirkan kepemimpinan pemuda Kristen yang transformatif, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi Papua Tengah,” kata Wagub Deinas Geley. (*)




















Discussion about this post