• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

September 30, 2026
in Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Ikan gabus Sentani

Ikan Gabus Sentani (Oxyeleotris heterodon) – IST

0
SHARES
68
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Keberadaan ikan gabus asli dan ekosistem Danau Sentani dalam sekitar 15 tahun terakhir menunjukkan perubahan yang perlu mendapat perhatian, termasuk keberadaan ikan asli dan endemik lainnya. Sejumlah jenis ikan yang sebelumnya relatif mudah ditemukan kini semakin sulit didapati.

Ini disampaikan Peneliti Universitas Cenderawasih (Uncen), Suriani Surbakti, di kantornya, Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (23/9/2026).

Suriani Surbakti mengatakan, kondisi tersebut perlu dikaji secara ilmiah untuk mengetahui perubahan populasi dan tingkat keterancaman ikan-ikan asli dan endemik di Danau Sentani.

“Kalau kita berbicara mengenai ikan endemik yang mengalami keterancaman, tentu ada standar dan parameter ilmiah yang harus digunakan. Karena itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi populasinya dan tingkat keterancamannya,” kata Suriani Surbakti.

Salah satu ikan yang perlu mendapat perhatian, kata Suriani, adalah ikan Gabus Danau Sentani (Glossogobius maculatus) yang merupakan bagian dari kekayaan ikan asli dan endemik yang memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem Danau Sentani.

Menurutnya, berkurangnya ikan asli tidak dapat dilepaskan dari perubahan kondisi habitat.

Pembangunan dan pelebaran jalan, berkurangnya vegetasi, pendangkalan danau, pencemaran, aktivitas pertambangan, serta sampah dan limbah domestik yang masuk ke perairan turut memberikan tekanan terhadap ekosistem danau.

BERITATERKAIT

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

Danau Sentani Menyimpan PR Besar: Analisis AHP Ungkap Kampung Yoboi Jadi Prioritas Utama Penanganan Anak Putus Sekolah

Tambang emas ilegal mengancam Danau Sentani

Jenazah presenter TVRI Papua Barat ditemukan di celah bebatuan

“Persoalannya bukan hanya pada ikannya, tetapi juga habitatnya. Ketika vegetasi dan struktur habitat berkurang, tempat berlindung, mencari makanan, dan berkembang biak bagi ikan juga ikut berkurang,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Suriani menjelaskan, keberadaan ikan introduksi atau ikan eksotik juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan ekosistem Danau Sentani.

Beberapa jenis ikan pendatang, seperti mujair dan jenis ikan lainnya yang bersifat predator, dapat berinteraksi dan bersaing dengan ikan asli dalam memperoleh makanan dan ruang hidup.

Dalam kondisi tertentu, ikan-ikan tersebut juga dapat memangsa telur maupun anakan ikan asli. Ikan endemik memiliki karakteristik ekologis yang berbeda dengan ikan pendatang.

“Mereka telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan Danau Sentani dalam waktu yang panjang. Ketika terjadi perubahan habitat dan muncul tekanan baru, kemampuan adaptasinya perlu dikaji lebih lanjut,” ucapnya.

Menurutnya, ikan asli dan endemik juga memiliki ketergantungan yang kuat terhadap struktur habitat tertentu.

Akar pohon, batang kayu, batu, serta vegetasi di sekitar perairan dapat menjadi tempat berlindung sekaligus lokasi pemijahan dan perlindungan bagi telur serta anakan ikan.

“Kalau habitat tersebut hilang akibat pembangunan atau perubahan lingkungan, ikan kehilangan tempat berlindung dan berkembang biak. Ini menjadi salah satu tekanan yang perlu mendapat perhatian,” katanya.

Selain memiliki nilai ekologis, ikan asli dan endemik Danau Sentani juga memiliki hubungan dengan kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Katanya, apabila ikan asli dan endemik semakin sulit ditemukan, masalahnya bukan hanya mengenai keanekaragaman hayati, juga berkaitan dengan budaya.

“Ikan-ikan tersebut merupakan bagian dari kekayaan alam yang telah lama berhubungan dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Suriani, menjaga ikan asli dan endemik pada akhirnya berarti menjaga ekosistem Danau Sentani secara keseluruhan.

Karenanya lanjut Suriani, diperlukan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, lembaga penelitian, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun program perlindungan dan pemulihan Danau Sentani.

“Danau Sentani tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan program yang berkelanjutan untuk melindungi danau, habitat, serta ikan asli dan endemiknya,” kata Suriani.

Ia berharap kajian mengenai kondisi ikan dan ekosistem Danau Sentani dapat terus dilakukan sehingga tersedia data ilmiah yang memadai sebagai dasar pengelolaan dan konservasi.

Sebab, menjaga Danau Sentani berarti menjaga habitat, ikan asli dan endemik, keanekaragaman hayati, sekaligus menjaga keterkaitannya dengan kehidupan dan budaya masyarakat.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama agar Danau Sentani tetap lestari untuk generasi mendatang,” katanya.

Suriani menegaskan, upaya pelestarian ikan endemik tidak cukup dilakukan dengan menjaga populasinya saja. Perlindungan harus dilakukan secara bersamaan dengan menjaga kualitas dan keberlanjutan habitat Danau Sentani.

Dalam penelitian yang pernah dilakukan di Laboratorium Uncen, upaya rekayasa habitat dan pemijahan ikan asli telah dilakukan.

Hasilnya menunjukkan proses pemijahan dan penetasan telur dapat berlangsung dengan baik pada kondisi tertentu. Namun, tahap pemeliharaan anakan masih menghadapi tantangan.

Ia mengatakan, penelitian dengan pendekatan in vitro, pemberian hormon dari luar dapat merangsang pemijahan dan menghasilkan penetasan yang baik.

Tetapi pada tahap pemeliharaan anakan, tingkat kelangsungan hidup masih menjadi tantangan. Sekitar 50 persen anakan dapat bertahan dalam pengamatan pihaknya.

Katanya, keberhasilan konservasi ikan endemik sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti suhu, pH, kualitas air, ketersediaan makanan, vegetasi, serta struktur habitat.

Karena itu, penelitian terhadap ikan seperti _Glossogobius maculatus_ perlu terus dikembangkan agar kebutuhan ekologisnya dapat dipahami secara lebih mendalam.

Ondofolo (Kepala Suku Adat Besar) Yanpit Wally (72 tahun) mengatakan, dulunya ia pernah menggantungkan hidup di Danau Sentani karena berlimpah, tapi sekarang ikan asli makin menghilang dan berkurang serta sulit didapatkan.

“Setelah ikan-ikan baru seperti ikan Lohan itu masuk, hampir semua kita punya ikan asli ini terdesak. Sekarang tidak kelihatan lagi dan jarang sekali didapatkan,” kata Yanpit Wally di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (22/9/2026).

Wally, mengatakan dulu ikan asli itu banyak, jadi kalau kita cari ikan di danau dapatnya juga banyak. Dulu hanya gunakan alat tangkap sederhana saja.

Masyarakat nelayan pasang Bukhere (rumah ikan). Suatu waktu kemudian, lewat satu tahun begitu masyarakat panen ikan banyak sekali.

“Sekarang kita punya ikan asli dan ikan endemik sudah mulai punah dan hilang. Harapannya pemerintah buat peraturan untuk perlindungan ikan asli Danau Sentani,” ujarnya. (*)

Tags: Danau SentaniditemukanGabusikanSulit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Keramba, Danau Sentani

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

September 30, 2026
Danau Sentani

Danau Sentani Menyimpan PR Besar: Analisis AHP Ungkap Kampung Yoboi Jadi Prioritas Utama Penanganan Anak Putus Sekolah

September 5, 2026

Tambang emas ilegal mengancam Danau Sentani

August 27, 2026

Jenazah presenter TVRI Papua Barat ditemukan di celah bebatuan

July 27, 2026

12 jenazah ditemukan dalam bencana maritim di PNG, pencarian berlanjut

July 26, 2026

Lima jenazah ditemukan saat pencarian dan penyelamatan lanjutan

July 26, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Lake Sentani increasingly overrun by invasive ‘red devil’ fish
30 September 2026
Lake Sentani increasingly overrun by invasive ‘red devil’ fish

Jayapura, Jubi – Fish habitats in Lake Sentani, in Jayapura Regency, Papua, are under mounting ecological pressure from land conversion, [...]

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Provinsi Papua Utara

MRP serahkan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Utara ke Komisi II DPR RI

September 30, 2026
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Kabupaten Jayapura

Bappenda Kabupaten Jayapura gelar operasi patuh pajak selama tiga bulan

September 30, 2026
isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

September 30, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

September 30, 2026
Kapal Rumah Sakit

Kapal rumah sakit TNI AL Indonesia kunjungi negara-negara Melanesia

September 30, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Papua Barat

Jakarta tanggapi klaim negara Pasifik tentang pelanggaran HAM di Papua Barat

September 30, 2026
Keramba, Danau Sentani

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

September 30, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026
Provinsi Papua Utara

MRP serahkan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Utara ke Komisi II DPR RI

0
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

0
Kabupaten Jayapura

Bappenda Kabupaten Jayapura gelar operasi patuh pajak selama tiga bulan

0
isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

0
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

0
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

0
Kapal Rumah Sakit

Kapal rumah sakit TNI AL Indonesia kunjungi negara-negara Melanesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara