Jayapura, Jubi – Pemerintah Republik Indonesia akan memberikan dukungan medis dan kegiatan kemasyarakatan ke Vanuatu. Kapal Rumah Sakit Angkatan Laut (AL) Indonesia dijadwalkan mengunjungi negara-negara Melanesia di Pasifik: Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu.
Kapal KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 akan mengunjungi Vanuatu mulai tanggal 2 hingga 6 Oktober dalam rangka program Kunjungan Pelabuhan Indonesia 2026, yang dilaksanakan dengan tema “Menjembatani Bangsa-Bangsa, Melayani Kemanusiaan”. Demikian dikutip Jubi dari laman dailypost.vu, Rabu (30/9/2026).
Kapal rumah sakit/medis TNI Angkatan Laut (TNI AL) tercatat telah melakukan misi ke negara-negara Melanesia di kawasan Pasifik Selatan sebanyak tiga kali pelayaran atau misi utama, dalam rentang waktu 2024 hingga 2026.
Ketiga misi kemanusiaan dan diplomasi (Port Visit) tersebut menggunakan kapal bantu rumah sakit buatan dalam negeri, yaitu KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991.
Laman internet dari Dinas Penerangan Angkatan Laut Republik Indonesia, http://www.tnial.mil.id, melaporkan bahwa kapal bantu rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 bertolak dari Sorong, Papua Barat Daya, Senin (21/9/2026), menuju Pasifik Selatan.
Pelayaran ini membawa satuan tugas Port Visit 2026 dalam misi diplomasi kemanusiaan ke Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksda TNI Dato Rusman S.N. melepas langsung keberangkatan kapal tersebut.
Sorong menjadi lokasi singgah pertama kapal perang ini setelah menempuh tujuh hari pelayaran dari Jakarta sebelum menerobos Samudra Pasifik.
Pelayaran diplomasi maritim ini mengukir sejarah baru karena memboyong 318 personel gabungan lintas instansi. Rombongan terdiri atas 247 prajurit TNI AL, 21 prajurit TNI AD, 15 prajurit TNI AU, serta 4 anggota Polri.
Satgas ini juga mengangkut 31 personel dari Kemenko Polkam, Kemenhan, Kemenkes, Kemendikti, dosen, relawan pendeta, jurnalis, hingga mahasiswa.
Sebelum menuju Sorong, Menteri Koordinator Polkam Djamari Chaniago lebih dulu melepas rombongan di Tanjung Priok, Jakarta, pertengahan September lalu.
Saat bersandar di Sorong, seluruh personel mendapat pengarahan serta suntikan motivasi dari pakar komunikasi Aqua Dwipayana.
Petugas juga menaikkan bahan logistik tambahan dan memboyong personel pelengkap untuk memperkuat kesiapan kapal.
Dato menegaskan pelayaran KRI Wahidin menjadi bukti nyata kehadiran Indonesia dalam membangun stabilitas dan perdamaian di Pasifik Selatan.
“Port Visit 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat di kawasan Pasifik Selatan melalui misi kemanusiaan dan berkomitmen membangun kerja sama yang konstruktif,” kata Dato, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (22/9/2026).
Di setiap negara tujuan, tim gabungan ini bakal menggelar pengobatan gratis, membagikan obat-obatan serta lampu hemat energi (solar drive), menyalurkan alat sekolah, hingga menampilkan pentas seni Reog Ponorogo.
Saat rute jalan pulang, KRI Wahidin juga bakal mampir ke Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, buat memberikan pelayanan kesehatan serupa bagi warga pesisir.
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Hengki Haryadi bersama deretan pimpinan daerah ikut hadir dalam acara pelepasan tersebut untuk memberikan dukungan penuh pada agenda diplomasi pemerintah.
Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto memimpin langsung pergerakan KRI Wahidin mengarungi Samudra Pasifik selama 60 hari.
Kapal perang rumah sakit ini dijadwalkan merampungkan seluruh misi Pasifik Selatan dan kembali ke Indonesia pada 12 November 2026. (*)





















Discussion about this post