• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Jakarta tanggapi klaim negara Pasifik tentang pelanggaran HAM di Papua Barat

September 30, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Papua Barat

Perwakilan Tetap Vanuatu untuk PBB, Odo Tevi. - Jubi/vanuatudaily/Jurnal PBB

0
SHARES
341
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pemerintah Indonesia telah menanggapi klaim tentang pelanggaran HAM dan menolak permintaan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengunjungi Papua Barat.

Ini merupakan hak jawab dari perwakilan Indonesia di PBB soal permintaan dari negara-negara Kepulauan Pasifik.

Negara-negara anggota Pacific Islands Forum (PIF) sebenarnya pertama kali meminta pemerintah Indonesia untuk mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengunjungi wilayah tersebut sejak 2019 untuk menyelidiki laporan pelanggaran hak asasi manusia.

Nona Gae Luna, diplomat karier Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Penasihat (Minister Counsellor) untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Kemitraan di Misi Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua Barat yang diangkat oleh Kepulauan Solomon dan Vanuatu di Majelis Umum PBB, dengan Jakarta menyatakan bahwa serangan terhadap warga sipil oleh “kelompok kriminal bersenjata” adalah kejahatan, bukan tindakan ekspresi politik yang damai.

Dalam hak jawabnya, Indonesia menolak klaim kedua negara, Republik Vanuatu dan Kepulauan Solomon, dan menegaskan bahwa tuduhan yang kredibel ditangani melalui lembaga nasional dan proses hukum.

“Setiap diskusi serius tentang Papua harus mencerminkan gambaran lengkapnya. Warga sipil yang tidak bersalah, guru, petugas kesehatan, dan banyak lainnya telah menjadi korban kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata,” begitu argumen Nona Gae Luna, Menteri Penasihat Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Kemitraan di Misi Tetap Indonesia untuk PBB.

“Ini bukanlah tindakan ekspresi politik yang damai. Menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan membunuh pegawai negeri adalah tindakan kriminal. Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh warganya. Penegakan hukum harus dan akan tetap tunduk pada hukum Indonesia dan kewajiban hak asasi manusia internasional kita,” katanya sebagaimana dilansir Jubi dari theaustralian.com.au, Rabu (30/9/2026).

BERITATERKAIT

Jakarta didesak mewujudkan kunjungan Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

AS dan negara Pasifik kecam uji coba rudal nuklir China

Bank Dunia peringatkan negara Pasifik mengenai kerentanan perekenomian

Ia juga menolak seruan PIF agar Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengunjungi Papua, dengan mengatakan bahwa kunjungan “semacam itu adalah urusan pemerintah Indonesia dan kantor komisaris untuk mengaturnya.”

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Republik Vanuatu telah memperbarui seruan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik (PIF) agar pemerintah Indonesia mengizinkan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menilai klaim pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang lebih meluas.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Perwakilan Tetap Vanuatu untuk PBB, Odo Tevi, mendesak agar diambil tindakan atas seruan yang dibuat oleh negara-negara PIF pada 2019, yang hingga kini masih belum diindahkan. Demikian dikutip Jubi dari laman internet dailypost.vu, Rabu (30/9/2026).

Lebih lanjut, perwakilan tetap dari Vanuatu itu juga telah menyampaikan kekhawatiran mengenai hak-hak masyarakat adat, penggusuran, hak-hak budaya, dampak lingkungan, dan perlakuan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) di Papua Barat.

Hal senada juga ditegaskan PM Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale, yang menyerukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Provinsi Indonesia yang bergejolak tersebut.

“Laporan pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat telah berlangsung terlalu lama. Laporan-laporan tersebut harus diverifikasi secara independen, bukan dibiarkan menjadi sengketa,” katanya, mengulangi seruan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik agar Indonesia mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengunjungi Papua Barat.

“Kunjungan seperti itu adalah tindakan kepercayaan antar teman dan penegasan bahwa tidak ada yang perlu disembunyikan dan tidak ada yang perlu ditakutkan dari terang,” tambahnya sebagaimana dilansir Jubi dari laman theaustralian.com.au.

Sebelumnya, awal bulan ini, sebagaimana dilaporkan theaustralian.com.au, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) telah menuduh pasukan keamanan Indonesia menargetkan warga sipil di Kampung Samboga, Kabupaten Yahukimo, dalam insiden yang tampaknya merupakan yang terbaru dari serangkaian kejadian kekerasan di dataran tinggi Papua dalam beberapa bulan terakhir.

Papua Barat telah menyaksikan konflik separatis tingkat rendah yang berlangsung selama beberapa dekade, dan Jakarta kesulitan untuk mengatasinya. (*)

Tags: jakartaKomisaris Tinggi PBBNegara PasifikPelanggaran HAM di Papua Barat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Komisaris Tinggi PBB

Jakarta didesak mewujudkan kunjungan Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 8, 2026
Komisaris Tinggi PBB

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 3, 2026

AS dan negara Pasifik kecam uji coba rudal nuklir China

August 14, 2026

Bank Dunia peringatkan negara Pasifik mengenai kerentanan perekenomian

May 18, 2026

Siklon Maila turun status, picu korban jiwa dan kerusakan

April 13, 2026

Memperkuat Hubungan antara Hukum dan Sektor Perikanan di Negara Pasifik

June 19, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Lake Sentani increasingly overrun by invasive ‘red devil’ fish
30 September 2026
Lake Sentani increasingly overrun by invasive ‘red devil’ fish

Jayapura, Jubi – Fish habitats in Lake Sentani, in Jayapura Regency, Papua, are under mounting ecological pressure from land conversion, [...]

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Provinsi Papua Utara

MRP serahkan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Utara ke Komisi II DPR RI

September 30, 2026
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Kabupaten Jayapura

Bappenda Kabupaten Jayapura gelar operasi patuh pajak selama tiga bulan

September 30, 2026
isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

September 30, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

September 30, 2026
Kapal Rumah Sakit

Kapal rumah sakit TNI AL Indonesia kunjungi negara-negara Melanesia

September 30, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Papua Barat

Jakarta tanggapi klaim negara Pasifik tentang pelanggaran HAM di Papua Barat

September 30, 2026
Keramba, Danau Sentani

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

September 30, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026
Provinsi Papua Utara

MRP serahkan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Utara ke Komisi II DPR RI

0
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

0
Kabupaten Jayapura

Bappenda Kabupaten Jayapura gelar operasi patuh pajak selama tiga bulan

0
isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

0
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

0
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

0
Kapal Rumah Sakit

Kapal rumah sakit TNI AL Indonesia kunjungi negara-negara Melanesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara