• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Aktivis Papua Barat serukan pemimpin Pasifik tenekan Indonesia terkait kunjungan PBB

September 7, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Aktivis Papua Barat

Paula Makabory (no dua dari kiri) saat mengikuti pawai Papua Barat bersama pendukung lainnya di Port Vila pada 2 Desember 2017.- Jubi/RNZ Pasifik/Facebook / Andy Ayamiseba

0
SHARES
401
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Selama 20 tahun, aktivis Papua Barat, Paula Makabory belum pernah menginjakkan kaki di tanah leluhurnya. Keluarganya masih tinggal di Papua Barat, tetapi dia belum bertemu mereka sejak dia pergi pada tahun 2006.

Berbicara kepada Pacific Waves dari Melbourne, Makabory mengatakan, ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dirinya mencoba untuk kembali, sebagaimana dikutip Jubi dari laman RNZ Pasifik, Senin (7/9/2026).

Saat para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta untuk mengizinkan kunjungan komisioner hak asasi manusia PBB yang telah lama ditunggu-tunggu ke Papua Barat, Makabory yang merupakan anggota eksekutif Gerakan Pembebasan Bersatu untuk Papua Barat (ULMWP) mengatakan, para pemimpin perlu memberikan tekanan lebih besar kepada Indonesia.

Pada 2019, para pemimpin Pasifik meminta Indonesia untuk mengizinkan tim dari kantor hak asasi manusia PBB mengunjungi Papua Barat untuk melakukan investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Tujuh tahun kemudian, permintaan kunjungan tersebut belum membuahkan hasil. Namun tahun ini, selama pertemuan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik di Palau, Kelompok Pelopor Melanesia (Melanesian Spearhead Group/MSG) menyatakan bahwa jika Indonesia tidak mengizinkan kunjungan tersebut, mereka akan meninjau kembali status keanggotaan asosiasinya dalam pertemuan puncak mereka tahun 2027 .

Dalam pernyataan yang dikirim ke RNZ Pacific , juru bicara kedutaan besar Indonesia di Selandia Baru mengatakan bahwa belum ada diskusi mengenai peninjauan keanggotaan mereka di MSG. Mereka juga menyatakan bahwa kunjungan PBB berjalan sesuai rencana.

Makabory mengatakan, ia akan percaya kunjungan itu terjadi ketika Indonesia menepati komitmennya.

BERITATERKAIT

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

17 mahasiswa Vanuatu terima beasiswa dari Pemerintah Indonesia

“Saya pikir ini akan menjadi kabar baik jika benar-benar ditindaklanjuti, karena sudah beberapa tahun Indonesia masih belum berdialog atau bahkan mengundang komisioner hak asasi manusia PBB, atau kantornya untuk mengunjungi Papua Barat guna melakukan investigasi independen,” kata Paula Makabory.

Makabory mengatakan bahwa perdana menteri Fiji dan Papua Nugini perlu menegosiasikan jadwal yang pasti dengan Indonesia untuk kunjungan tersebut, jika tidak, Indonesia “tidak akan pernah membuka pintu”.

Menurut, Makabory situasi di Papua Barat semakin memburuk, dengan masalah kemanusiaan dan lingkungan yang mencapai titik krisis.

Katanya, ada lebih dari 125.000 penduduk asli Papua yang mengungsi di beberapa kabupaten, termasuk Nduga, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Maybrat, Teluk Bintuni, Kepulauan Yapen dan Tambrauw. Pengungsian tersebut, katanya, merupakan akibat dari operasi militer , pemboman udara, dan konflik bersenjata.

Terdapat lebih dari 80.000 pasukan keamanan Indonesia yang beroperasi di Papua Barat, yang menurut Makabory bertanggung jawab atas eksekusi di luar hukum, penembakan warga sipil, dan mengganggu demonstrasi damai.

Makabory juga menyampaikan kekhawatiran tentang perluasan kawasan industri makanan dan operasi pertambangan Merauke, dengan mengatakan bahwa hal tersebut menghancurkan tanah adat dan berkontribusi pada penggundulan hutan serta kerusakan lingkungan.

Selain kantor hak asasi manusia PBB kata Makabory, Indonesia perlu mengizinkan kelompok internasional lainnya, seperti pekerja kemanusiaan dan jurnalis asing, untuk masuk, kata Makabory.

Dia menambahkan bahwa hal ini hanya bisa terjadi jika MSG menggunakan pengaruhnya terhadap Indonesia daripada menandatangani kesepakatan.

“Saya pikir negara-negara atau para pemimpin MSG sebagai penjaga kawasan kita, mereka perlu berdiri teguh. Mereka perlu menyadari bahwa Papua Barat adalah bagian dari Melanesia, dan mereka perlu melindungi sesama mereka.”

Menurut Makabory, peninjauan kembali keanggotaan asosiasi Indonesia pada tahun 2027 dengan syarat tidak ada kunjungan yang terjadi tidaklah cukup kuat. Ia mengatakan MSG seharusnya mengambil langkah lebih jauh dan menangguhkan keanggotaan Indonesia.

Meskipun dilarang kembali ke Papua Barat, Makabory mengatakan kepada Pacific Waves bahwa itu adalah tanah kelahirannya dan tidak ada yang bisa menandinginya.

Ia mengatakan, percaya bahwa semangat persaudaraan Melanesia dan penduduk pulau Pasifik akan menuntun ke jalan yang akan menyelamatkan Papua Barat. (*)

Tags: aktivis Papua BaratKunjungan PBB di Papua BaratPaula MakaboryPemerintah Indonesia
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

September 5, 2026

17 mahasiswa Vanuatu terima beasiswa dari Pemerintah Indonesia

August 24, 2026

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026

Mahasiswa Vanuatu berminat peroleh beasiswa pemerintah Indonesia

March 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara