• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
KNPB

Ilustrasi aktivis KNPB-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
207
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB khawatir, pendataan ulang pengungsi internal di berbagai wilayah di Tanah Papua oleh pemerintah bertujuan untuk kepentingan politik, melemahkan perjuangkan bangsa Papua menentukan nasib sendiri melalui pendekatan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Umum KNPB, Agus Kossay dalam pesan elektroniknya, Senin (24/8/2026).

Agus Kossay mengatakan, karenanya KNPB menolak rencana pemerintah mendata pengungsi internal di berbagai wilayah konflik di Tanah Papua, seperti yang disampaikan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (HAM RI), Natalius Pigai saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Barat pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Katanya, KNPB mengacu pada data pihak gereja dan pekerja HAM, yaitu ada 125.931 pengungsi internal akibat konflik bersenjata di Tanah Papua.

“Secara tegas [KNPB] menolak [rencana] pendataan [pengungsi internal] oleh negara melalui lembaga negara sebagai data pembanding pengunsi di Papua Barat, [karena pendataan itu] untuk memperkuat posisi Pemerintah Jakarta [dengan dalih] pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua,” kata Agus Kossay.

KNPB juga menyatakan menolak keterlibatan para aktor yang mengatasnamakan organisasi itu untuk bekerja sama dengan Kementrian HAM RI dan Komite Exekutif Percepatan Pembangunan Papua dalam penanganan masalah pengungsi internal di wilayah konflik.

Menurutnya, sebelumnya Menteri HAM RI, Natalius Pigai dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEP2OKP), Velix Wanggai juga menyatakan akan membuka ruang dialog dengan melibatkan organisasi strategis termasuk KNPB dalam membahas penanganan pengungsi, penghentian kekerasan guna sepakati perdamaian berkelanjutan di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

Aktivis Papua Barat serukan pemimpin Pasifik tenekan Indonesia terkait kunjungan PBB

Namun kata Kossay, secara organisasi dan atas nama rakyat bangsa Papua, KNPB menolak rencana itu, karena pembahasan tidak menyentuh akar konflik Papua yang mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil dan terjadinya pengungsian internal.

Agus Kossay mengatakan, akar konflik di Tanah Papua adalah Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dan Oprasi Trikora berlangsung pada 1961-1962, dan mengaggalkan pelaksanaan mekanisme PBB dalam Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada 1969, sehingga menghambat upaya perjuangan orang Papua dalam penentuan nasib sendiri.

“Ini menjadi akar konflik utama selama 65 tahun di Tanah Papua. Tawaran Pemerinatah Pusat tentang pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua itu bukan kerangka penyelesaian akar konflik Papua. Akan tetapi kerangka pendudukan ilegal di Papua,” ujarnya.

Mestinya lanjut Kossay, Pemerinatah Republik Indonesai dan bangsa Papua menyepakati metode penyelesaian konflik dengan dimediasi pihak yang netral di bawah mekanisme internasional.

Sebab, perjuangan bangsa Papua adalah untuk menentukan nasib sendiri. Karenanya KNPB pun menolak dialog Papua dan Jakarta.

Kossay mengatakan Badan Pengurus Pusat KNPB berjuang agar pelanggaran hukum dan politik tentang hak penentuan nasib sendiri yang belum dilaksanakan sesuai dengan Perjanjian New York 15 Agustus 1962, ditunjau kembali.

KNPB pun meminta pemimpin politik Forum Negara-Negara Pasifik, Afrika dan Karibia, mendesak Pemerintah Indonesia untuk memberi akses kepada Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB dan Palang Merah Internasional, guna melakukan assessment terhadap masalah pengungsi internal di wilayah konflik, melakukan investigasi terhadap kejahatan kemanusiaan dan militerisme di Papua Barat.

“KNPB mendukung penuh bahwa status Papua adalah konflik bersenjata non internasional. Kelompok bersenjata non negara yang cukup terorganisasi, yaitu TPNPB melawan negara,” ucapnya.

Katanya, KNPB minta negara segera mengakui hal itu, agar para pihak mematuhi hukum humaniter internasional dan HAM, serta terbukanya akaes kemanusiaan internasional yang independen seperti Komisioner Tinggi HAM PBB (UN OHCHR) dan Palang Merah Internasional untuk terlibat menangani masalah pengungsi internal di wilayah konflik. (*)

Tags: Kepentingan PolitikKNPBkonflik bersenjataPemerintah IndonesiaPendataan PengungsiPengungsi internal
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026

Aktivis Papua Barat serukan pemimpin Pasifik tenekan Indonesia terkait kunjungan PBB

September 7, 2026

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

September 5, 2026

17 mahasiswa Vanuatu terima beasiswa dari Pemerintah Indonesia

August 24, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

October 9, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Dusun Sagu, Hutan Ulayat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026
Titik api di Merauke

5.543 titik api terdeteksi di Kabupaten Merauke

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
Menteri Fiji

Menteri Lingkungan Hidup Fiji meneteskan air mata di Pra-COP31

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
Bendungan Sirinumu PNG

Tingkat air bendungan Sirinumu PNG mencapai level konservasi darurat

October 9, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

October 8, 2026
Tentara Australia dan PNG

250 tentara Australia dan PNG berpartisipasi dalam latihan prajurit Wantok

October 9, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

0
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

0
Dusun Sagu, Hutan Ulayat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

0
Titik api di Merauke

5.543 titik api terdeteksi di Kabupaten Merauke

0
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

0
Menteri Fiji

Menteri Lingkungan Hidup Fiji meneteskan air mata di Pra-COP31

0
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara