Jayapura, Jubi – Puluhan pemuda bersama sejumlah organisasi berkolaborasi dalam kegiatan “Grebek Sampah” di Pantai Holtekamp, Sabtu (27/9/2025).
Grebek sampah merupakan agenda rutin kokreasi yang dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi, antara lain FIM (Forum Indonesia Muda), UNICEF (United Nations Children’s Fund), PAM GKI Klasis Port Numbay dan Sentani, Dompet Dhuafa, serta beberapa komunitas lokal.
Aksi yang dipimpin Priskila Fairyo dari ko-kreasi Lestari dan Papua Trada Sampah itu, berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah untuk kemudian dikelola secara berkelanjutan.
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah sisa botol plastik, sampah rumah tangga, juga sampah dari limbah rumah sakit.
Menurut Priskila Fairyo, sampah yang dikumpulkan berakhir di dua titik, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Bank Sampah Gurabesi di Kloofkamp, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.
“Kalau untuk bank sampah, nanti akan dikelola, diremukkan, jadi biji plastik, lalu diolah kembali,” kata Fairyo.
Ia mengapresiasi banyak pemuda yang berpartisipasi dalam kegiatan itu, dan berharap aksi ini terus berjalan agar masyarakat semakin sadar bahwa sampah adalah ancaman.
Junilius Intapai sebagai salah satu peserta, menilai kegiatan ini sangat positif bagi generasi muda.
“Dampaknya besar sekali, karena kami bisa menjaga lingkungan agar bebas dari pencemaran plastik. Anak muda juga jadi lebih kreatif mengolah sampah,” kata Julilius Intapai.
Katanya, pemuda gereja kerap melakukan kegiatan serupa menjelang peringatan hari besar, yang selaras dengan semangat menjaga lingkungan.
Selain manfaat ekologis, kegiatan ini juga menciptakan dampak sosial. Pantai yang bersih memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan meningkatkan daya tarik wisata.
“Pantai yang bersih membuat masyarakat dan wisatawan bisa rekreasi dengan nyaman tanpa gangguan sampah,” ucapnya.
Dengan keterlibatan lintas organisasi dan antusiasme pemuda, grebek sampah Holtekamp diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun kesadaran publik dalam menjaga kebersihan lingkungan. (*)























Discussion about this post