Jayapura, Jubi – Legislator Papua Pegunungan, Fransina Daby menyatakan sejumlah sekolah di Kabupaten Jayawijaya, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan kekurangan tenaga pengajar.
Menurut, Sekretaris Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Pegunungan itu, kekurangan guru di sejumlah sekolah ditemukan pihaknya, saat bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan atau TP PKK Papua Pegunungan, Yuliana Kobak berkunjung ke Kampung Abusa, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Senin (19/5/2025).
Katanya, kekurangan tenaga guru di sejumlah sekolah menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan maksimal.
“Saya melihat langsung kondisi SD (Sekolah Dasar) Inpres Abusa, Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya. [Di sana] hanya tiga guru yang mengajar kelas 1 hingga kelas 6,” kata Fransina Daby dalam siaran persnya yang diterima Jubi, Selasa (20/5/2025).
Ia mengatakan, situasi ini tidak hanya terjadi di sekolah yang ada di Distrik Kurulu, juga pada wilayah lain di Kabupaten Jayawijaya, terutama yang jauh dari pusat pemerintahan.
Kata Fransina Daby, situasi itu tidak dapat dibiarkan karena menghambat proses belajar mengajar. Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan pun diminta segera mengambil langkah, menangani kekurangan tenaga pengajar di sejumlah wilayah di sana.
“Karena itu, kami mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait segera. Mengambil langkah konkret untuk menangani kekurangan guru, sebab yang terjadi, tidak hanya di Kampung Abusa, tetapi juga di banyak distrik lainnya,” ujarnya.
Ketua TP PKK Papua Pegunungan, Yuliana Kobak mengatakan dalam kunjungan itu pihaknya juga melakukan peninjauan terhadap kondisi gizi anak-anak, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.
Menurutnya, kunjungan mereka ke Kampung Abusa menjadi momen penting untuk melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Jayawijaya
“Bantuan memang tidak banyak, tetapi kehadiran kami di sini untuk melihat langsung kondisi masyarakat, agar bisa dilaporkan kepada pemerintah,” kata Yuliana Kobak.
Sementara itu, tokoh pemuda Kampung Abusa, Yakob Pawika melalui panggilan teleponnya, juga menyuarakan perlunya tambahan tenaga pengajar dan tenaga kesehatan di kampung mereka.
“Mengingat pernah ada warga yang meninggal akibat kurangnya penanganan medis pasca bencana banjir beberapa tahun lalu. Masyarakat kesulitan pangan akibat lahan pertanian yang terendam banjir. Juga terjadi minimnya tenaga pengajar di beberapa sekolah,” kata Pawika. (*)























Discussion about this post