• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Sekolah dan orang tua di Depapre nyatakan menolak distribusi MBG

August 12, 2026
in Mamta
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Sekolah dan orang tua di Depapre menolak MBG

Suasana FGD bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh gereja, perempuan, pemuda, guru, serta orang tua anak yang terdampak dugaan keracunan makanan MBG di Balai Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Rabu (12/p8/2026) - Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
466
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Sejumlah sekolah dan orang tua siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menyatakan menolak distribusi program Makan Bergizi Gratis atau MBG ke sekolah. Penolakan itu muncul karena mereka trauma setelah dugaan keracunan yang dialami 543 anak dan orang tua di wilayah itu setelah menyantap MBG pada 4 Agustus 2026.

Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bethesda I, Ledrika Nasendi mengatakan pihak sekolah pada dasarnya mendukung tujuan program MBG karena diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Namun, pelaksanaan program di lapangan dinilai belum menjamin kebersihan, keamanan, dan kualitas makanan.

“Program ini dari Bapak Presiden sangat baik. Dampaknya kami rasakan juga sebagai guru. Tapi ada buruknya, kebersihan makanan tidak dijaga dengan baik,” kata Ledrika saat ditemui Jubi di Balai Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Rabu (12/8/2026).

Menurut Ledrika Nasendi, ia pernah meninjau langsung salah satu dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan MBG. Katanya, kondisi dapur tidak higienis dan petugas tak menggunakan alat pelindung diri atau APD serta perlengkapan kebersihan memadai.

Nasendi menilai, makanan yang diberikan kepada siswa pengelolaanya tidak sesuai dengan. Misalnya ikan, tahu, ayam dan telur menurutnya dimasak terlalu lama atau terlalu kering.

Katanya, sebagian anak pun tidak tertarik mengonsumsi makanan MBG itu. Bahkan sejumlah siswa memilih hanya makan nasi atau buah.

BERITATERKAIT

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

Wagub Geley: Pemprov bangun sekolah berpola asrama di Paniai

“Banyak anak menolak. Ada yang mau nasi kosong, ada yang mau makan buah saja. Kebanyakan mereka tolak,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ledrika Nasendi pun meminta pemerintah mengevaluasi seluruh dapur yang menyediakan makanan MBG di wilayah Depapre dan distrik-distrik sekitarnya. Sebab, dapur dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami pihak sekolah sangat menolak. Kami ingin supaya dapur-dapur yang mengurus MBG kalau bisa ditutup karena kami melihat banyak kejanggalan,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihak sekolah tidak ingin anak-anak menjadi korban akibat buruknya pengelolaan makanan. Karena itu, pemerintah diminta memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

Nasendi juga mengusulkan agar MBG untuk anak dialihkan menjadi bantuan uang yang disalurkan melalui rekening orang tua atau murid, dan mereka yang mengelola karena tahu persis kebutuhan makan anaknya.

Menurutnya, sekolah tetap dapat menjalankan fungsi pengawasan apabila bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang, dengan memantau makanan yang dibawa anak dari rumah.

Selain itu, jika pemerintah tetap mempertahankan pemberian makanan, ia mengusulkan adanya jadwal menu yang jelas setiap hari sehingga orang tua mengetahui jenis makanan yang harus disiapkan.

“Misalnya hari ini susu dan telur, susu dan telur yang dihadirkan sesuai dengan jadwal yang sudah dikeluarkan,” katanya.

Ia menegaskan dirinya menjadi salah satu pihak yang menolak distribusi MBG ke sekolah apabila persoalan keamanan dan kualitas makanan belum diselesaikan.

“Saya orang pertama yang menolak MBG untuk tidak mendistribusikan ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

Penolakan juga disampaikan perwakilan orang tua murid terdampak dugaan keracunan makanan di Depapre, Yomima Yuliana Utbete.

Yomima Utbete mengatakan, kejadian tersebut menimbulkan trauma berat bagi orang tua dan anak-anak. Menurutnya, orang tua awalnya menilai MBG merupakan program yang baik, tetapi pengalaman anak-anak mereka membuat kepercayaan terhadap program tersebut menurun.

“MBG ini menurut kita bagus, tetapi kenyataan di lapangan tidak seperti itu. Itu malah membuat kami sebagai orang tua, bahkan anak-anak juga ikut trauma,” kata Yomima Utbete.

Katanya orang tua murid terdampak dugaan keracunan sepakat menolak makanan MBG dan meminta pemerintah mengubah bantuan tersebut menjadi uang.

“Dari kami orang tua yang anak-anaknya keracunan, kami tolak. Tidak ada lagi kata usul yang lain-lain. Kami tolak sekali,” ujarnya.

Menurut Utbete, bantuan dalam bentuk uang dapat digunakan orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak, termasuk kebutuhan sekolah dan transportasi.

“Lebih baik diuangkan saja. Dengan datangnya keuangan itu mungkin ada kebutuhan anak, mungkin di sekolah, biaya taksi, atau kebutuhan lainnya,” ucapnya.

Ia juga menilai porsi makanan yang diterima anak-anak tidak selalu mencukupi kebutuhan mereka. Selain itu, trauma juga membuat sejumlah anak tidak lagi mau mengonsumsi makanan seperti bubur, telur dan susu yang sebelumnya diberikan melalui program MBG.

“Mulai dari kejadian itu, anak-anak trauma. Mau makan makanan seperti bubur, telur, susu, mereka tidak mau lagi. Mereka sudah trauma,” katanya.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan mendengar apa yang menjadi tuntutan orang tua murid di Depapre.

Katanya, penolakan itu merupakan bentuk kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka.

Karenanya, mereka meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan MBG, terutama standar kebersihan dapur, proses pengolahan, kualitas makanan, porsi, hingga mekanisme distribusinya di wilayah Depapre.

Sementara itu, Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi Papua juga mengusulkan agar dapur penyedia MBG di empat distrik pesisir Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, ditutup dan mekanisme penyaluran program dialihkan menjadi bantuan uang langsung kepada orang tua.

Usulan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi Papua, Ismail Isack Mebri, ketika pihaknya memfasilitasi Focus Group Discussion atau FGD bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh gereja, perempuan, pemuda, guru, serta orang tua anak yang terdampak dugaan keracunan makanan MBG di Balai Kampung Maribu, Rabu (12/8/2026).

Mebri mengatakan, hasil diskusi menyepakati bahwa program MBG tidak perlu dihentikan, tetapi pengelolaan dapur MBG di wilayah terdampak perlu dihentikan dan diganti dengan pemberian dana langsung kepada keluarga.

“MBG ini tidak ditutup, tapi kegiatannya yang ditutup. Diganti dengan memberikan uang langsung kepada masyarakat,” kata Mebri.

Menurutnya, besaran dana yang diusulkan sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000 per anak setiap hari selama 20 hari sekolah dalam sebulan. Dengan skema Rp50.000 per hari, satu anak diperkirakan menerima sekitar Rp1 juta per bulan.

Dana tersebut kata Mebri, dapat digunakan orang tua untuk menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak sebelum berangkat ke sekolah.

Pengelolaan makanan juga dapat dilakukan melalui keluarga atau kelompok PKK kampung, bukan lagi melalui dapur MBG yang selama ini menjadi penyedia makanan.

“Bukan oleh guru, bukan sekolah yang siapkan, tetapi orang tua dan juga PKK kampung,” ujarnya.

Empat distrik yang diusulkan menerapkan skema tersebut ialah Distrik Depapre, Yokari, Raveni Rara, Sentani Barat Moi dan Kampung Yenggu di distrik Nombokran.

Mebri mengatakan, usulan tersebut muncul setelah orang tua menyampaikan pengalaman anak-anak mereka yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Membri meminta pemerintah tidak mengembalikan anggaran MBG yang masih tersedia hingga akhir Desember 2026 ke kas negara. Menurut dia, anggaran tersebut tetap dapat digunakan untuk menjalankan program MBG, tetapi melalui mekanisme pemberian dana kepada orang tua.

Mebri berharap usulan tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papus dalam memperbaiki pelaksanaan MBG, khususnya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sementara itu, Ketua Tim FGD, Keombus Bonyadone mengatakan, pertemuan tersebut digelar karena masyarakat dan anak-anak di pesisir Tanah Merah masih mengalami trauma setelah kejadian dugaan keracunan MBG.

Menurut Bonyadone, FGD tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan secara langsung sebelum hasilnya disampaikan kepada pemerintah dan lembaga perwakilan.

“Kami mendengar semua masukan dan saran dari orang tua, guru, tokoh adat, pemerintah adat, dan gereja. Setelah itu kami catat hasilnya,” kata Bonyadone.

Ia mengatakan, hasil FGD akan disampaikan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, DPRP Papua, dan Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut kebijakan MBG.

FGD tersebut digelar sebagai respons terhadap kejadian luar biasa yang terjadi setelah anak-anak mengonsumsi makanan MBG pada 4 Agustus 2026.

Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi berharap pengalaman di wilayah pesisir Tanah Merah menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam pelaksanaan MBG di Papua, sehingga program tersebut tetap berjalan dengan mekanisme lebih aman, sehat, dan melibatkan keluarga penerima manfaat secara langsung.(*)

Tags: DepapreMBGMenolakOrang Tuasekolah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Fiji menolak pasukan asing

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

September 26, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

September 15, 2026

Wagub Geley: Pemprov bangun sekolah berpola asrama di Paniai

September 10, 2026

Belasan orang menggelar aksi damai menolak PAPEDA Summit 2026

September 2, 2026

Gubernur Nawipa ingatkan orang tua selalu mendampingi anak

August 28, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

Conflict in West Papua leaves civilians bearing the consequences
26 September 2026
Conflict in West Papua leaves civilians bearing the consequences

Jayapura, Jubi – More than 125,000 people have reportedly been displaced by escalating armed conflict in West Papua, although the [...]

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pelanggaran HAM di Papua Barat

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

September 26, 2026
Fiji menolak pasukan asing

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

September 26, 2026
Australia mengabaikan Selat Torres

Australia mengabaikan Selat Torres dalam tawaran Melanesian Spearhead Group

September 26, 2026
Indonesia kontrak pesawat PNG

PT Dirgantara Indonesia kontrak perawatan Pesawat CN-235 PNG

September 26, 2026
Indonesia dan Kepulauan Solomon

Bentuk kerja sama Republik Indonesia dan Kepulauan Solomon

September 26, 2026
Tersangka meninggalnya presenter TVRI

Polisi tetapkan dua tersangka meninggalnya presenter TVRI Papua Barat

September 26, 2026
APBD Papua Selatan

APBD Perubahan Papua Selatan harus perkuat SDM, pangan, dan ekonomi

September 26, 2026
Indonesia kontrak pesawat PNG

PT Dirgantara Indonesia kontrak perawatan Pesawat CN-235 PNG

September 26, 2026
Indonesia dan Kepulauan Solomon

Bentuk kerja sama Republik Indonesia dan Kepulauan Solomon

September 26, 2026
Tersangka meninggalnya presenter TVRI

Polisi tetapkan dua tersangka meninggalnya presenter TVRI Papua Barat

September 26, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
APBD Papua Selatan

APBD Perubahan Papua Selatan harus perkuat SDM, pangan, dan ekonomi

September 26, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Pelanggaran HAM di Papua Barat

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

0
Fiji menolak pasukan asing

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

0
Australia mengabaikan Selat Torres

Australia mengabaikan Selat Torres dalam tawaran Melanesian Spearhead Group

0
Indonesia kontrak pesawat PNG

PT Dirgantara Indonesia kontrak perawatan Pesawat CN-235 PNG

0
Indonesia dan Kepulauan Solomon

Bentuk kerja sama Republik Indonesia dan Kepulauan Solomon

0
Tersangka meninggalnya presenter TVRI

Polisi tetapkan dua tersangka meninggalnya presenter TVRI Papua Barat

0
APBD Papua Selatan

APBD Perubahan Papua Selatan harus perkuat SDM, pangan, dan ekonomi

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara