• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Belasan orang menggelar aksi damai menolak PAPEDA Summit 2026

September 2, 2026
in Domberai
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Arjuna Pademme
Aksi damai menolak PAPEDA Summit

Belasan orang saat menggelar aksi damai menolak PAPEDA Summit yang diselenggarakan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (02/09/2026) - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
940
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Sedikitnya 15 orang menggelar demonstrasi damai di salah satu hotel di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, tempat berlangsungnya PAPEDA Summit, Rabu (2/9/2026). Mereka menyatakan menolak kegiatan yang berlangsung pada 2-4 September 2026 itu.

Aksi dimulai sekira pukul 16.00 WP (Waktu Papua). Peserta aksi membentangkan spanduk protes bertuliskan ‘Bubarkan Papeda Summit, Papeda Summit adalah senjata baru proyek strategis nasional’. Ada juga tulisan ‘Papua bukan pasar karbon’. Massa aksi juga meneriakan “tolak PAPEDA Summit”.

Dalam orasinya peserta aksi, Yosepus Nauw mengatakan, forum PAPEDA Summit tidak merepresentasikan masyarakat adat Papua. Menurutnya, saat ini masyarakat adat sendirian berjuang mempertahankan dan melindungi hutan dan tanah adatnya.

“Dong (mereka) kampanye soal ekonomi masyarakat adat dari dulu sampai detik ini. Dong kampanye soal perlindungan tanah hutan, hari ini hutan dan tanah habis. Tong (kita) punya hutan habis. Bubarkan PAPEDA Summit 2026. Tong pu (punya) tanah bukan untuk perusahaan. Jangan membodohi masyarakat adat,” kata Nauw.

Papeda Summit merupakan pertemuan akbar yang melibatkan para pemangku kepentingan dari enam provinsi di Tanah Papua itu akan berlangsung hingga 4 September 2026.

Agenda PAPEDA Summit ini lahir dari rangkaian pertemuan sejumlah gubernur di Manokwari, Provinsi Papua Barat dan Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil di Jayapura, Provinsi Papua pada Maret 2026.

Forum itu menghadirkan 100 narasumber yang akan mengisi lima sesi pleno dan lima belas sesi paralel serta diikuti 1030 peserta.

BERITATERKAIT

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

Menurut Nauw, seharusnya pemerintah daerah, pusat maupun organisasi masyarakat sipil membicarakan perlindungan terhadap masyarakat adat.

Katanya, masyarakat adat menjadi korban investasi perusahaan hingga korban penembakan akibat konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI/Polri.

“Kegiatan [PAPEDA Summit] tidak ada manfaat. Kita [masyarakat adat] korban. Kam (kamu) bicara pembangunan berkelanjutan apa? Pembangunan apa? Masyarakat adat yang punya hutan, tanah [itu] mereka yang dapat tembak di Maybrat. Apakah itu batu?Terus kam bicara ini untuk masyarakat adat yang mana? Masyarakat adat dapat tembak. Itu masyarakat adat yang punya tanah, hutan air,” ujarnya.

Ketua Panitia PAPEDA Summit 2026, Julian Kelly Kambu mengatakan, menghargai mereka yang menolak kegiatan itu. Menurutnya forum PAPEDA Summit melibatkan masyarakat adat di Tanah Papua.

“Aspirasi mereka kita akan tampung. Kalau memang ada teman-teman yang punya aspirasi, konsep [silahkan disampaikan]. Tidak ada yang tersembunyi. Kita kawal sama-sama. Kalau memang ada point bisa disampaikan. Kalau bukan untuk masyarakat adat, ini hampir semua masyarakat adat yang hadir. kehadiran mereka dengan membawa potensi-potensi lokal mereka,” kata Kambu kepada Jubi, Rabu (2/6/2026).

Kambu mengatakan, forum PAPEDA Summit merupakan ruang diskusi untuk mengumpulkan konsep, ide dan gagasan yang mempertemukan antara kebijakan dan permasalahan masyarakat adat yang dihadapi di Tanah Papua.

Menurutnya, pertemuan akbar ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pemerintah daerah di Papua dalam pembangunan masyarakat adat.

“Ini kan semua peserta masyarakat adat. Ini kan ruang diskusi [Membicarakan] masalah karbon biru, karbon hijau. masalah kepemimpinan dan kebijakan, lingkungan, sosial, ekonomi. Ini ruang kita diskusi mengumpulkan konsep, ide dan gagasan. Kedepan kita ubah. Kalau ada hal yang penting untuk kita usulkan ada perubahan kebijakan termasuk teman-teman buat aksi,” ujarnya.

Hingga pukul 18.09 WIT, massa aksi masih bertahan di lokasi kegiatan. Sejumlah aparat kepolisian dan TNI berjaga ketat di lokasi aksi demonstrasi. (*)

Tags: aksi damaiMenolakPAPEDA Summit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Fiji menolak pasukan asing

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

September 26, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Masalah pembangunan Tanah Papua adalah kebijakan

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Tanah Papua memiliki posisi strategis pengembangan ekonomi biru

September 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

October 25, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

October 25, 2026
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

October 25, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

0
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

0
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

0
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

0
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

0
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

0
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara