Jayapura, Jubi – Peringatan tsunami telah dibatalkan, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 SR lepas pantai Vanuatu pada Sabtu (24/10/2026). Bahkan terjadi lagi gempa susulan dengan kekuatan 6,16 SR mengguncang Kepulauan Vanuatu pada Minggu (25/10/2026), menurut Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 pertama kali terjadi sekitar 200 kilometer sebelah barat Sola pada pukul 12:31 siang AEST pada Sabtu, menurut Survei Geologi AS (USGS).
Tak lama kemudian disusul oleh gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter (SR). USGS mencatat gempa tersebut pada kedalaman 10 km dan gempa ketiga Minggu sebesar 6,16 SR, dikutip Jubi dari laman RNZ Pasifik, Minggu (25/10/2026).
Pusat gempa berada sekitar 200 kilometer barat laut Port Olry, Vanuatu, menurut lembaga pemantau geologi United States Geological Survey (USGS), yang kemudian merevisi magnitudo gempa menjadi 6,9 SR.
Lembaga tersebut juga melaporkan gempa kedua lima menit setelahnya dengan magnitudo 6,3 di dekatnya.
“Berdasarkan data permukaan laut dan pengamatan terbaru yang tersedia, tidak ada lagi ancaman tsunami akibat gempa bumi ini terhadap wilayah pesisir Vanuatu,” kata Departemen Bahaya Geologi Vanuatu pada Sabtu (24/10/2026) sore.
Gempa bumi sering terjadi di Vanuatu, sebuah kepulauan dataran rendah yang terletak di Cincin Api tektonik, yaitu busur aktivitas seismik yang membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Kedalaman gempa kemungkinan akan membatasi ‘beberapa’ kerusakan, tetapi guncangan meluas telah dirasakan di seluruh Espiritu Santo karena kedekatan dan intensitasnya yang kuat.
Ini melanjutkan serangkaian gempa bumi berkekuatan sedang hingga tinggi yang terjadi di Vanuatu dan wilayah barat laut Vanuatu.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mengatakan gelombang tsunami berbahaya mungkin terjadi di garis pantai dalam radius 300 km dari episentrum.
Prakiraan ancaman awal mengidentifikasi Vanuatu sebagai wilayah yang berpotensi terkena dampak.
“Warga yang berada di daerah pesisir yang terancam harus tetap waspada terhadap informasi dan mengikuti instruksi dari otoritas nasional dan lokal,” kata pusat peringatan tersebut.
Menurut Biro Meteorologi, saat ini tidak ada ancaman cuaca buruk yang dikeluarkan untuk Australia.
PTWC awalnya mencantumkan magnitudo gempa yang lebih besar sebesar 7,2, tetapi USGS menurunkannya menjadi 6,9. (*)





















Discussion about this post