• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Kabupaten Jayapura

Orang tua murid desak penyelesaian sengketa lahan SD Lentera Harapan

August 4, 2026
in Kabupaten Jayapura
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Orang tua murid SD Lentera Harapan

Para orang tua murid SD Lentera Harapan saat menggelar demo damai di kampung Harapan, distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua pada Selasa (4/8/2026).-Jubi/Silpester Kasipka.

0
SHARES
130
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Orang tua murid Sekolah Dasar (SD) Lentera Harapan di Kampung Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mendesak pemerintah kabupaten atau pemkab segera mencari solusi masalah sengketa lahan tempat bangunan sekolah berdiri.

Desakan itu disampaikan orang tua murid saat menggelar demonstrasi damai di depan sekolah, Selasa (4/8/2026).

Perwakilan orang tua murid, Valen L. Puraro mengaku kecewa karena sengeketa lahan dengan pemilik ulayat lahan, yang berujung pada pemalangan akses masuk ke lokasi sekolah mengganggu proses belajar mengajar selama hampir empat bulan, dan ratusan siswa harus dirumahkan.

“Kami orang tua murid kecewa sekali, karena selama kurang lebih empat bulan anak-anak kami tidak dapat belajar dengan maksimal. Sampai minggu kemarin akhirnya 430 siswa dirumahkan,” kata Valen Puraro.

Menurut Puraro, pihaknya menggelar aksi damai guna mendesak pemerintah daerah segera menyelesaikan masalah itu, agar anak-anak mereka dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar.

“Puji Tuhan bupati sendiri turun dan menjawab langsung apa yang kami minta. Beliau menyampaikan penyelesaian akan diupayakan dalam waktu sekitar dua sampai tiga minggu,” ujarnya.

Pemkab Jayapura dan pemilik hak ulayat diharap dapat segera mencapai kesepakatan, sehingga aktivitas belajar mengajar kembali normal. “Kami hanya menuntut hak belajar anak-anak kami,” katanya.

BERITATERKAIT

Gubernur Nawipa ingatkan orang tua selalu mendampingi anak

Sekolah dan orang tua di Depapre nyatakan menolak distribusi MBG

Sengketa West Papua : Asal Usul

SD Sowi Indah luluskan tiga siswanya di tengah keterbatasan fasilitas

Menanggapi tuntutan itu Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengatakan pihaknya akan memprioritaskan penyelamatan hak pendidikan para siswa sambil menyelesaikan masalah hak ulayat itu dengan dialog.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kami sangat menyayangkan karena anak-anak sudah hampir empat bulan tidak mendapat pendidikan yang baik. Belajar mengajar terganggu. Apa yang kita bangun hari ini adalah untuk masa depan generasi anak-anak,” kata Yunus Wonda.

Katanya, Pemkab Jayapura akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan alternatif tempat belajar sementara, agar para murid tetap memperoleh layanan pendidikan, karena menyelamatkan pendidikan murid merupakan hal paling penting kini.

Menurutnya, Pemkab Jayapura menargetkan penyelesaian persoalan tersebut dapat dicapai dalam waktu paling lama tiga pekan, sembari memastikan hak belajar para siswa tetap menjadi prioritas utama.

Wonda memastikan pemkab akan mengundang pemilik hak ulayat untuk berdialog mencari solusi atas sengketa tersebut. Sebab, persoalan hak ulayat harus diselesaikan tanpa mengorbankan masa depan anak-anak.

“Saya harap pemilik hak ulayat juga punya jiwa besar untuk menyelamatkan anak-anak. Persoalan lainnya menjadi urusan pemerintah. Kami akan duduk bersama mencari solusi,” ucapnya.

Wonda menjelaskan pemkab akan menelusuri dokumen terkait status penyelesaian hak ulayat. Apabila masih ada hak masyarakat adat yang belum dipenuhi, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Namun jika telah diselesaikan sebelumnya, penyelesaiannya akan ditempuh melalui mekanisme hukum.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sekolah maupun fasilitas kesehatan sebagai sasaran pemalangan.

Sementara itu pemilik ulayat lokasi bangunan SD Lentera Harapan, Godlief Ohee menyatakan siap memenuhi undangan Bupati Jayapura untuk mencari penyelesaian bersama.

Menurut Ohee, pihaknya mendukung upaya mencari solusi bersama agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung.

“Kalau memang bupati punya itikad untuk bertemu dengan pemilik hak ulayat, kami sangat menjunjung itu. Artinya kami bisa mencari solusi yang terbaik supaya anak-anak bisa memperoleh pendidikan dengan baik,” kata Ohee.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menolak keberlangsungan pendidikan, sebab ingin hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi. Akan tetapi para pihak harus menemukan solusi terbaik penyelesaian masalah itu.

Godlief Ohee berharap, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5/8/2026), dapat menghasilkan kesepakatan sehingga aktivitas belajar mengajar segera kembali normal.

Namun pemerintah daerah diminta tetap memperhatikan dan menyelesaikan hak-hak masyarakat adat sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Tags: LahanLenteraMuridOrang TuaSDsengketa
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Nawipa ingatkan orang tua dampingi anak

Gubernur Nawipa ingatkan orang tua selalu mendampingi anak

August 28, 2026
Sekolah dan orang tua di Depapre menolak MBG

Sekolah dan orang tua di Depapre nyatakan menolak distribusi MBG

August 12, 2026

Sengketa West Papua : Asal Usul

August 23, 2026

SD Sowi Indah luluskan tiga siswanya di tengah keterbatasan fasilitas

June 3, 2026

SD Inpres Omlyom laksanakan ujian meski fasilitas terbatas

May 5, 2026

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Malind Indigenous landowners lose legal challenge over 135km road project
22 September 2026
Malind Indigenous landowners lose legal challenge over 135km road project

Jayapura, Jubi – The Jayapura Administrative Court (PTUN Jayapura) has rejected a legal challenge brought by Malind Indigenous representatives against [...]

Yobe residents protest alleged diversion of subsidised rice
22 September 2026
Yobe residents protest alleged diversion of subsidised rice

Jayapura, Jubi – Dozens of residents of Yobe urban village in Abepura district, Jayapura city, Papua, gathered at the local [...]

Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura
21 September 2026
Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura

Sentani, Jubi – Conditions at many schools in Jayapura Regency, Papua, are concerning. Some schools no longer have adequate desks, [...]

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kriminalisasi masyarakat adat Malind

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perkuat tata kelola dana hibah

September 22, 2026
Tanah Papua

Tanah Papua tak butuh kegaduhan, namun kerja nyata

September 22, 2026
Aktivis perempuan dari Vanuatu

Aktivis perempuan Vanuatu raih penghargaan keberagaman dan inklusi global

September 22, 2026
Fiji

Pemimpin Fiji serukan pengawasan terhadap perjanjian keamanan Fiji-Australia

September 22, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pemetaan wilayah adat

Pemetaan wilayah adat Suku Nasawat dibahas lewat lokakarya

September 22, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pemetaan wilayah adat

Pemetaan wilayah adat Suku Nasawat dibahas lewat lokakarya

September 22, 2026
Wagub Geley pembangunan gedung

Wagub Geley: Pembangunan sejumlah gedung mesti rampung akhir Desember 2026

September 22, 2026
Fiji

Pemimpin Fiji serukan pengawasan terhadap perjanjian keamanan Fiji-Australia

September 22, 2026
Pembinaan perempuan

Pembinaan perempuan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

September 21, 2026
Gugatan Masyarakat Adat Malind Ditolak PTUN

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

September 21, 2026
Kriminalisasi masyarakat adat Malind

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

0
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perkuat tata kelola dana hibah

0
Tanah Papua

Tanah Papua tak butuh kegaduhan, namun kerja nyata

0
Aktivis perempuan dari Vanuatu

Aktivis perempuan Vanuatu raih penghargaan keberagaman dan inklusi global

0
Fiji

Pemimpin Fiji serukan pengawasan terhadap perjanjian keamanan Fiji-Australia

0
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

0
Pemetaan wilayah adat

Pemetaan wilayah adat Suku Nasawat dibahas lewat lokakarya

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara