• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Perajin Gerabah dari kampung Abar berhasil sekolahkan anak hingga sarjana

June 24, 2024
in Ekonomi, Penkes
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Ratty Auparai - Editor: Edho Sinaga
kampung abar

Yemima Abalkoy saat menceritakan perjuangannya untuk menyekolahkan anak lelakinya bungsunya, kepada Jubi di rumahnya, Kampung Abar, Kabupaten, Jayapura, Sabtu (22/6/2024) -Jubi/Ratty Auparai

0
SHARES
237
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Pengalaman pahit untuk mengejar ketertinggalan di dunia pendidikan pernah dirasakan seorang pejuang keluarga dari Kampung Abar. Mama Yemima Abalkoy, seorang warga di Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Papua ini pernah ditolak pemerintah saat mengajukan bantuan dana pendidikan, beberapa tahun silam. Namun, bukannya hanya bersedih dan berdiam diri, ia tetap berjuang menyekolahkan anaknya hingga sarjana dari hasil penjualan gerabah.

Ditemui Jubi di rumahnya, Sabtu (22/06/2024) Mama Yemima Abalkoy bercerita, setelah suaminya meninggal dunia, ia memboyong ketujuh anaknya untuk pulang ke kampung halamannya di Abar, disitulah awal mula ia menekuni pembuatan gerabah.

“Saya didorong oleh kakak perempuan tertua saya, kakak Barbie suruh saya untuk belajar buat gerabah, kakak bilang gerabah itu bisa tolong perekonomian keluarga saya,” kata Abalkoy.

penjual gerabah
Pondok yang dulunya di tinggali keluarganya saat banjir bandang, sekarang dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan gerabah yang sudah jadi, dan siap di jual, Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (22/6/2204) -Jubi/Ratty Auparai

Tidak hanya kehilangan suaminya, Abalkoy juga harus rela kehilangan kedua anak lelakinya lagi, namun dengan ketegaran hatinya ia tetap melangkah untuk mengerjakan gerabah, untuk menyekolahkan kelima anak-anaknya dan kebutuhan lainnya.

“Ini foto – foto waktu mama punya anak laki-laki bungsu wisuda, mama tidak ikut hadir, mama sedih sekali dan terharu, dengan kebaikan Tuhan, mama punya anak bisa wisuda tahun ini,” ujarnya.

Sambil menahan haru, mama Yemima Abalkoy juga mengatakan ia pernah ditolak pemerintah, saat mengurus beasiswa bagi anak lelaki bungsunya. Ia juga mengatakan mereka menolak, karena katanya ia memiliki usaha gerabah jadi tidak bisa dikasih bantuan beasiswa.

penjual gerabah
Pondok yang dulunya di tinggali keluarganya saat banjir bandang, sekarang dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan gerabah yang sudah jadi, dan siap di jual, Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (22/6/2204) -Jubi/Ratty Auparai

“Untuk jual gerabah keluar kampung mama tidak pernah jual, biasa mama tunggu orang pesan dan itu kebanyakan dari luar kota, seperti Biak dan Timika,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

Gereja Baptis dukung perwakilan PBB berkunjung ke Tanah Papua

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

Untuk keuntungan, lanjutnya, ia jarang dapat pelanggan untuk beli gerabah, tapi kalau dapat pesanan dari luar kota ia bisa Merauke keuntungan sebesar Rp7 juta.

“Biaya hidup di kampung sini juga besar, semenjak orang-orang kenal uang, tidak sama kayak mama punya zaman dulu. Sekarang semua orang tidak saling menghargai, tidak baku tolong, zaman mama dulu kecil itu, setiap janda diperhatikan sama Ondoafi, ada lahan kebun yang masyarakat bersihkan untuk janda itu garap, tapi sekarang beda, mama harus berjuang sendiri,” ujarnya.

penjual gerabah
Pondok yang dulunya di tinggali keluarganya saat banjir bandang, sekarang dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan gerabah yang sudah jadi, dan siap di jual, Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (22/6/2204) -Jubi/Ratty Auparai

Sementara untuk harga, Gerabah yang dijual harganya Rp50 ribu sampai Rp250 ribu, sesuai ukurannya. Untuk pemesanan kebanyakan pelanggan langsung mendatangi rumah mama Yemima Abalkoy.

“Mama tidak pernah jual gerabah keluar kampung karena biaya transportasinya sulit, jadi mama tunggu orang-orang yang biasa pesan gerabah, ini bukan barang yang cepat busuk jadi mama biasa buat saja terus kasih tinggal, tunggu orang datang beli,” ujarnya.

Mama Yemima Abalkoy juga berharap salah satu cucu-cucunya dapat meneruskan usaha yang sekarang digelutinya. (*)

Tags: Kabupaten Jayapurakampung abarMama-mamaPapuaPendidikanpenjual gerabahSarjana
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kriya Papua di pameran internasional

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

October 15, 2026

Gereja Baptis dukung perwakilan PBB berkunjung ke Tanah Papua

October 13, 2026

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 8, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task Force Says Victims Were Civilians
16 October 2026
TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task  Force Says Victims Were Civilians

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) claims to have executed four people in Dekai, the capital [...]

Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems
15 October 2026
Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems

Jayapura, Jubi – Thick smoke haze has blanketed Timika, the capital of Mimika Regency in Central Papua, with smoke from [...]

BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency
15 October 2026
BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency

Sentani, Jubi – Lula Kamal, a member of the supervisory board of Indonesia’s Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan), visited [...]

Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site
14 October 2026
Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site

Sorong, Jubi – Indigenous Moi people from the Klagilit Maburu/Mawera clan blocked access to palm oil company PT Inti Kebun [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

October 17, 2026
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

October 16, 2026
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

October 16, 2026
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

October 16, 2026
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

October 16, 2026
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

October 16, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

October 15, 2026
TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan, Satgas Damai Cartenz: Korban warga sipil

October 15, 2026
Kejari Merauke

Kejari Merauke dalami dugaan lima kegiatan fiktif dalam APBD Mappi

October 15, 2026
Tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

Kejari Merauke tetapkan tiga tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

October 15, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Mimbar bebas Soanggama berdarah

Mahasiswa Intan Jaya peringati satu tahun tragedi Soanggama Berdarah

October 15, 2026
Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

Pemerintah Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

October 16, 2026
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

0
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

0
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

0
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

0
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

0
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

0
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara