Jayapura, Jubi – Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), yang didukung oleh Australian Mission to ASEAN, menyelenggarakan lokakarya perdana di Jakarta bertema “Strategi Geoekonomi di Masa yang Tidak Pasti.”
Lokakarya ini mempertemukan lebih dari 50 pejabat dan pakar dari seluruh negara anggota ASEAN dan Australia.
“Kami menyadari dampak signifikan yang ditimbulkan oleh perkembangan global saat ini terhadap kawasan ini, termasuk tekanan pada harga bahan bakar, rantai pasokan, dan stabilitas ekonomi yang lebih luas. Australia mendukung teguh sentralitas ASEAN dan tatanan regional yang dipimpin oleh ASEAN, serta perannya dalam menanggapi tantangan bersama,” ujar Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, dalam keterangan pers yang diterima jubi.id dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.
“ASEAN dan Australia memiliki visi yang sama untuk kawasan yang damai, stabil, dan makmur. Upaya kami diperkuat oleh dukungan terhadap perdagangan berbasis aturan, dengan WTO sebagai intinya, dan oleh tatanan ekonomi berkualitas tinggi kami, termasuk Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN–Australia–Selandia Baru (AANZFTA),” tambahnya.
Lokakarya ini, yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan berbagi wawasan, meghadirkan pembicara-pembicara dari ERIA, Universitas Adelaide, Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Center for Strategic and International Studies.
Para peserta bersama-sama membahas cara mengatasi tantangan geoekonomi dan strategi ASEAN untuk berkembang di tengah pergeseran dinamis dalam perdagangan, geopolitik, dan rantai pasokan.
“ASEAN telah lama mendapat manfaat dari model ekonomi terbuka. Tugasnya adalah memperkuat ketahanan ekonomi ASEAN secara keseluruhan sehingga kawasan ini lebih siap,” kata Presiden ERIA Tetsuya Watanabe. “ASEAN yang lebih kuat, bekerja sama erat dengan mitra dialog yang berkomitmen, akan berada pada posisi yang jauh lebih baik untuk menavigasi perubahan lingkungan geoekonomi,” ucapnya.
Lokakarya ini menyediakan platform untuk berbagi informasi terkini tentang tren geoekonomi utama dan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan ketahanan ekonomi kawasan kita.
“Kami senang dapat bekerja sama dengan ERIA dan rekan ASEAN kami untuk memajukan upaya kolektif dalam isu penting ini. Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan ASEAN untuk memperkuat ketahanan ekonomi, memperdalam kerja sama regional, dan mendukung arus perdagangan yang terbuka dan stabil, untuk komoditas-komoditas penting termasuk energi,” kata Duta Besar McDonald. (*)























Discussion about this post