Jayapura, Jubi – Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa gempa bumi dengan magnitudo awal 7,4 telah melanda lepas pantai timur laut Jepang, Senin (20/4/2026).
JMA mengatakan telah mencatat tsunami setinggi 80 sentimeter setelah gempa. Demikian dikutip jubi.id dari laman tvwan.com.pg, Selasa (21/4/2026)
Gelombang tersebut diamati di sebuah pelabuhan di Kuji, Iwate, kata JMA.
Sebelumnya, JMA melaporkan gelombang setinggi 70 sentimeter telah melanda pada pukul 17.32 waktu setempat.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
JMA juga memperingatkan gelombang setinggi 3 meter di prefektur Iwate, Aomori, dan Hokkaido.
Pusat gempa berada di Samudra Pasifik dan kedalaman 10 km, menurut JMA.
AFP melaporkan getaran tersebut dirasakan di Tokyo, yang berjarak ratusan kilometer.
“Segera evakuasi dari daerah pesisir dan tepi sungai ke tempat yang lebih aman seperti dataran tinggi atau gedung evakuasi,” kata badan cuaca Jepang, memperingatkan bahwa kerusakan akibat gelombang tsunami diperkirakan akan terjadi.
“Gelombang tsunami diperkirakan akan menghantam berulang kali. Jangan meninggalkan tempat yang aman sampai peringatan dicabut.”
Kantor perdana menteri mengatakan telah membentuk tim manajemen krisis.
Stasiun televisi NHK menayangkan kapal-kapal yang berlayar keluar dari pelabuhan Hachinohe di Hokkaido untuk mengantisipasi gelombang pasang, sementara layanan kereta cepat di Aomori di ujung utara pulau utama Honshu Jepang dihentikan, menurut media lokal.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post