Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Papua, Samuel Siriwa, mengaku pihaknya sangat terbantu dengan adanya hasil Sensus Pertanian atau ST 2023 yang telah diluncurkan Badan Pusat Statistik Papua.
“Meskipun masih akan disempurnakan, bahkan tahun depan [2024] masih ada lanjutan dalam rangka penentuan sampel tertentu, namun hasil sensus akan kami gunakan untuk memgambil kebijakan yang lebih tepat,” kata Siriwa di Kota Jayapura, Minggu (10/12/2023).
Dari hasil Sensus Pertanian 2023, ujar Siriwa, diketahui sebanyak 68 persen masyarakat di daerah pedesaan mata pencariannya adalah sebagai petani. Oleh karena itu, ke depan kebijakan yang akan diambil adalah bagaimana memperkuat kedaulatan pangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
“Tentunya kebijakan ke depan, kami berharap bagaimana mengangkat 68 persen ini agar kedaulatan pangan di setiap daerah bisa terlaksana dan berbuah pada kesejahteraan petani,” ujarnya.
Saat ditanya soal komoditas terbanyak yang ditanam petani adalah tanaman pinang, Siriwa menyampaikan hal itu dikarenakan konsumen buah pinang di Papua sangat tinggi.
“Jadi memang usaha pinang sangat menjanjikan, dan terbilang sangat mudah serta cocok dengan masyarakat kita di Papua. Tidak seperi tanaman padi yang setiap saat harus di cek, dikelonin sampai tiga bulan baru bisa panen,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, hasil Sensus Pertanian 2023 di Papua mencatat total petani sebanyak 65.152. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22.729 orang atau 34,89 persen merupakan petani milenial yang berumur 19 sampai dengan 39 tahun.
“Masih banyak petani milenial yang belum menggunakan teknologi digital. Tercatat ada sebanyak 1.144 yang menggunakan teknologi digital, sedangkan 21.585 lainnya tidak menggunakan teknologi digital,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Papua, Adriana Helena Carolina, Senin (4/12/2023). (*)






















