• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Pemerintah mengulang kegagalan proyek pangan masa lalu lewat PSN

February 21, 2026
in Animha
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Proyek Pangan

Ilustrasi penolakan masyarakat adat Papua di Papua Selatan terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN-Dok. Jubi

0
SHARES
227
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pemerintah dinilai mengulang kegagalan proyek pangan pada masa lalu, lewat Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke, Papua Selatan. Proyek pangan lewat PSN, juga dianggap memperparah krisis ekologis dan ketimpangan sosial.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mengatakan PSN di Merauke, adalah proyek negara yang berpotensi menjadi dosa struktural dan mengancaman ekologis.

Katanya, PGI telah menyatakan menolak PSN. Penolakan PGI terhadap proyek pangan yang merugikan masyarakat adat, dan mengancam ekologis bukan hanya kali ini.

Akan tetapi beberapa tahun silam, PGI juga mengkritisi proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate atau MIFEE dan berbagai program food estate lainnya di wilayah yang sama.

Sikap itu diambil PGI, sebab proyek-proyek tersebut dianggap tidak pernah menunjukkan keberhasilan nyata sebagai lumbung pangan berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty dalam diskusi publik terkait aktor-aktor agama dan masalah Papua; ‘Memahami pernyataan sikap PGI’ yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Koalisi Advokasi KBB dan disiarkan secara daring di kanal YouTube PUSAD Paramadina, Jumat (20/02/2026).

“Kini proyek serupa diulang di lokasi yang sama, dengan pendekatan yang kurang lebih serupa. Padahal berbagai kajian lembaga menunjukkan risikonya besar,” kata Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.

BERITATERKAIT

Gubernur Safanpo tinjau proyek jalan penghubung pusat pemerintahan Papua Selatan

Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

Menurutnya, dalam pengumpulan data dan informasi terkait PSN, PGI tidak hanya mengandalkan laporan tertulis, juga melakukan verifikasi lapangan bersama gereja dan masyarakat adat setempat. Dari hasil tersebut, PGI menyimpulkan bahwa proyek food estate dalam skema PSN di Merauke perlu ditolak.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Sebab, karakter proyek menunjukkan pola pembangunan ekstraktif, pembukaan lahan berskala besar, risiko deforestasi masif, dan peminggiran masyarakat adat.

“Model seperti ini berulang kali terjadi di berbagai wilayah Indonesia dan hampir selalu berkorelasi dengan konflik agraria, kemiskinan struktural, degradasi lingkungan, hingga krisis sosial. Kita tidak boleh mengorbankan lumbung hidup orang Papua atas nama lumbung pangan nasional,” ucapnya.

Katanya, ini bukan sekadar isu masalah ekonomi, melainkan persoalan etika publik dan keberlanjutan hidup. Gereja tidak menolak pembangunan, akan tetapi gereja  menolak pembangunan yang merusak kehidupan.

Pembangunan yang menggusur warga dari tanahnya dan menghancurkan ekosistem dinilai bukan kemajuan, melainkan biaya sosial yang ditunda.

“Praktik kebijakan yang melegitimasi kerusakan ekologis adalah bentuk dosa struktural, ketidakadilan yang dilembagakan melalui regulasi,” ujarnya.

Ia mengatakan PGI, berakar pada komitmen iman dan jejaring ekumenis global yang mendorong pertobatan ekologis dan solidaritas dengan komunitas garis depan, termasuk masyarakat adat.

Karenanya, secara teologis, gereja memandang bumi sebagai milik Tuhan, bukan milik negara atau korporasi. Manusia dipanggil menjadi penatalayanan yang merawat, bukan mengeksploitasi. Dalam advokasi, gereja menjalankan tiga fungsi yang pertama fasilitator, mediator, dan transformator.

Model ini kata Pdt. Jacky Manuputty , pernah berhasil dalam gerakan Save Aru di Provinsi Maluku melalui kolaborasi lintas iman dan masyarakat sipil. Bagi PGI, keberpihakan terhadap masyarakat adat dan lingkungan bukan pilihan politis, melainkan panggilan iman.

“Dalam situasi timpang, netralitas justru berarti membenarkan ketidakadilan, bukan sekadar penolakan atas satu proyek, tetapi bagian dari komitmen moral gereja untuk membela kehidupan, keadilan, dan keberlanjutan ciptaan,” kata Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.

Sementara itu, Parid Ridwanuddin dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat atau LHKP PP Muhammadiyah mengatakan, Tanah Papua tidak bisa dilihat semata dalam perspektif lokal.

Sebab, berdasarkan data FAO 2024, hanya ada tiga negara yang memiliki hutan tropis utama terluas, yakni Brasil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia. Kawasan hutan tropis Indonesia yang relatif masih utuh kini banyak tersisa di Tanah Papua.

“Jadi jika hutan [di Tanah] Papua rusak yang runtuh bukan hanya ekologi Indonesia, tetapi salah satu penopang penting ekosistem global,” kata Parid Ridwanuddin.

Menurutnya, bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera akhir tahun lalu, merupakan buah dari proses panjang deforestasi. Belajar dari pengalaman tersebut, pola pembangunan serupa justru berpotensi diterapkan di Tanah Papua, wilayah yang kaya keanekaragaman hayati dan menjadi rumah bagi masyarakat adat.

“Proyek-proyek yang berada di lokasi bekas MIFEE sebagai indikasi pengulangan kebijakan yang gagal,” ucapnya.

Katanya, narasi ketahanan pangan nasional kerap digunakan untuk membenarkan ekspansi korporasi. Padahal, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan proyek pangan skala besar justru mendorong monokultur, ketergantungan pasar, serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit.

Ia mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, menunjukkan industri ekstraktif pertambangan, perkebunan besar, dan kehutanan telah menguasai sekitar 23 persen daratan Indonesia, dan menjadi penyumbang utama deforestasi serta konflik agraria.

Pembukaan lahan besar-besaran pun disebut berisiko memicu kerusakan tanah, gangguan sistem pangan lokal, hingga bencana seperti banjir.

“Perampasan tanah, perusakan hutan alam, serta potensi pelanggaran hak asasi manusia berdasarkan pertemuan langsung dengan warga,” ujarnya. (*)

Tags: Kabupaten MeraukeProyek PanganProyek Strategis NasionalPSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Papua Selatan

Sekda Papua Selatan: Jabatan Harus Diisi Pejabat Kompeten

May 21, 2026
Papua Selatan

Gubernur Safanpo tinjau proyek jalan penghubung pusat pemerintahan Papua Selatan

May 21, 2026

Tiga WNA Australia mulai disidangkan di Merauke

May 13, 2026

Tiga WNA Australia disidangkan di Merauke

May 7, 2026

Anggota DPD RI kritik kinerja PPL mendampingi petani di Merauke

May 7, 2026

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara