• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

11 Orang Kaum Awam Katolik Papua di Merauke dibebaskan

January 26, 2026
in Animha
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: admin - Editor: Angela Flassy
Katolik

11 orang kaum awam katolik saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Merauke, Minggu (25/1/2026) - Jubi/IST

0
SHARES
226
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sebanyak 11 Orang Kaum Awam Katolik Papua Merauke ditahan di Mapolres Merauke akhirnya dibebaskan, Minggu (25/1/2026), sekitar pukul 22.35 waktu setempat. Mereka ditahan saat menggelar aksi bisu di halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke, Minggu (25/1/2026).

LBH Papua Merauke yang melakukan pendampingan mengatakan 11 orang dari Suara Kaum Awam Katolik saat ditangkap mereka sedang melakukan aksi bisu di depan Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke, Minggu (25/1/2026). Sebelas orang tersebut ditangkap sekitar pukul 09.57 WP.

“Saat penangkapan dan pembubaran, massa aksi mengaku mendapat kekerasan fisik seperti seperti leher dicekik dan ada juga yang mendapat pukulan,” kata LBH Papua Merauke melalui rilis yang diterima Jubi, Minggu (25/1/2026).

Selain itu juga 1 buah Ponsel milik massa aksi yang direbut seseorang yang diduga adalah bagian dari Aparat Kepolisian yang bertugas saat itu.

“Pendamping Hukum saat melakukan koordinasi dengan pihak Reskrim terkait dugaan tindak pidana yang dilanggar oleh ke-1 orang tersebut, tetapi pihak kepolisian tidak menjelaskan secara rinci terkait dugaan tindak pidana yang dilanggar termasuk pihak pelapor yang mengadu terkait aksi dari kelompok Suara Kaum Awam Katolik tersebut,” kata rilis tersebut.

Mereka ditangkap oleh beberapa oknum anggota Polres Merauke, dan sempat ditahan hingga Minggu malam di Mapolres Merauke. “Mereka ditahan secara sewenang-wenang dan tanpa ada persoalan hukum di halaman Gereja Katedral Merauke,” kata LBH Papua.

Menanggapi penangkapan itu, Perwakilan Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua, Emanuel Gobay mengatakan pada prinsipnya kesebelas Orang Kaum Awam Katolik Papua Merauke melakukan aksi bisu dipicu akibat Pimpinan Umat Katolik Keuskupan Agung Merauke melakukan tindakan mendukung Program Strategis Nasional (PSN) di Merauke yang jelas-jelas bertentangan dengan Surat Ensiklik Laudato si’ dari Bapa Suci Fransiskus tentang kepedulian terhadap rumah kita bersama (24 Mei 2015).

BERITATERKAIT

59 tahun Freeport, massa tuntut tutup PTFI dan tolak PSN di Sorong

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

LBH Papua kecam aksi cabut Salib Merah di Kampung Nakias, Merauke

Selain itu, Uskup Agung Merauke juga melakukan tindakan memberhentikan salah satu Pastor Orang Asli Papua di lingkungan Keuskupan Agung Merauke yang selama ini mengadvokasi Masyarakat Adat Marind yang menjadi korban akibat pengembangan Proyek Strategis Nasional di Merauke.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Atas dasar itu, menunjukkan bahwa persoalan ini adalah Persoalan internal Umat Katolik Merauke itu sendiri yang tidak perlu diintervensi oleh pihak Kepolisian Resor Merauke yang adalah pihak luar dari Umat Katolik dalam Lingkungan Keuskupan Agung Merauke itu sendiri,” kata Gobay.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan dengan cara aksi bisu yang jelas-jelas faktanya damai.

Kegiatan ini tidak merugikan siapa pun termasuk Bapak Uskup Keuskupan Agung Merauke itu sendiri,” katanya.

Mereka yang sempat ditahan, dan telah dibebaskan adalah:

  1. Kosmas D.S. Dambujai
  2. Maria Amotey
  3. Salerus Kamogou
  4. Enjel Gebze
  5. Marinus Pasim
  6. Siria Yamtop
  7. Matius Jebo
  8. Ambrosius Nit
  9. Hubertus Y. Chambu
  10. Abel Kuruwop
  11. Fransiskus Nikolaus.

Menurut Gobay, tindakan penangkapan secara sewenang-wenang oleh anggota Polres Merauke terhadap 11 Orang Kaum Awam Katolik Merauke di halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke terlihat melalui fakta oknum anggota Polres Merauke yang menangkap bukan sebagai Penyidik yang memiliki kewenangan penangkapan sebagaimana diatur pada Pasal 5 ayat (2) huruf a dan Pasal 6 ayat (2) dan ayat (3) Undang Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana.

Selain itu, dalam penangkapan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Merauke terhadap 11 Orang Kaum Awam Katolik Merauke juga tidak dilengkapi dengan Surat Tugas dan Surat Perintah Penangkapan selanjutnya surat penangkapan tersebut wajib diberikan kepada Keluarga tersangka sesuai dengan perintah Pasal 95 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana.

“Berdasarkan fakta itulah yang disimpulkan sebagai fakta Penangkapan 11 Orang Kaum Awam Katolik Merauke di Halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke Dilakukan secara sewenang-wenang,” katanya.

Penangkapan terhadap 11 Orang Kaum Awam Katolik Merauke di halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke menjadi pertanyaan tersendiri terkait apa persoalan hukum apa yang menjadi dasar oknum  anggota Polres Merauke menangkap mereka sebab aksi bisu di halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke yang dilakukan oleh mereka tidak berdampak pada terhambatnya Perayaan Misa pada hari minggu di Gereja Katedral Merauke sebab mereka melakukan aksi setelah misa.

“Aksi bisunya dilakukan di halaman Gereja maka menjadi satu kesatuan dengan agenda keagamaan yang secara ketentuan “Pemberitahuan secara tertulis tidak berlaku bagi kegiatan ilmiah di dalam kampus dan kegiatan keagamaan” sebagaimana diatur pada Pasal 10 ayat (4), Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum,” jelasnya.

Dengan demikian secara hukum menunjukan bahwa Penangkapan Terhadap 11 Orang Kaum Awam Katolik Merauke di halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas.

Untuk itu, koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua meminta Ketua Komnas HAM RI dan Komnas HAM Perwakilan Papua segera periksa Kapolres Merauke beserta jajarannya yang telah melakukan tindakan pelanggaran kebebasan berekspresi Umat Katolik Papua dalam wilayah kegiatan keagamaan. (*)

Tags: Kaum Awam Katolik PapuaPemimpin Gereja Katoliktolak PSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Papua Selatan

Sekda Papua Selatan: Jabatan Harus Diisi Pejabat Kompeten

May 21, 2026
Papua Selatan

Gubernur Safanpo tinjau proyek jalan penghubung pusat pemerintahan Papua Selatan

May 21, 2026

Tiga WNA Australia mulai disidangkan di Merauke

May 13, 2026

Tiga WNA Australia disidangkan di Merauke

May 7, 2026

Anggota DPD RI kritik kinerja PPL mendampingi petani di Merauke

May 7, 2026

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara