Merauke, Jubi – Lembaga pelestarian lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat di Papua yakni Perkumpulan Harmoni Alam Papuana menginisiatif Jambore Iklim I tahun 2025 bagi pelajar di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kegiatan ini untuk edukasi, meningkatkan kesadaran, dan mendorong aksi nyata terkait perubahan iklim, terutama di kalangan generasi muda.
Jambore iklim di Kabupaten Merauke dilaksanakan selama tiga hari di SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke di Kampung Kumbe, Distrik Malind. Lebih dari 100 pelajar dari berbagai SMP, dan SMA/SMK terlibat dalam sosialisasi perubahan iklim dan pemanasan global serta kegiatan penanaman pohon.
Koordinator Program Perkumpulan Harmoni Alam Papuana, Joseph Ngamel, mengatakan bahwa kegiatan itu mengusung tema penguatan literasi melalui sosialisasi perubahan iklim, pemanasan global dan aksi penanaman oleh pemuda di lingkungan sekolah di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif pelajar dalam pelestarian lingkungan.
“Yang terlibat dari lima sekolah, baik SMA/SMK dan SMP. Jambore 1 ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, jadi tadi kami awali dengan upacara bendera. Lalu kami lanjut dengan sosialisasi lingkungan hidup. Selanjutnya akan ada kegiatan penanaman pohon dan sebagainya,” kata Joseph.
Joseph mengatakan perubahan iklim dan pemanasan global merupakan isu lingkungan yang sangat penting, dan telah memberikan dampak nyata dalam berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai isu perubahan iklim dan pemanasan global. Menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada generasi muda. Membangun semangat kepemimpinan, kerja sama dan cinta alam. Termasuk mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam kegiatan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Yoseph menambahkan peserta jambore iklim akan menanam ratusan bibit pohon di beberapa lokasi, antara lain di sekolah, gereja, dan di sekitar pemukiman masyarakat. Diharapkan kegiatan pelestarian lingkungan itu menjadi contoh bagi sekolah yang lain, termasuk masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Dominikus Catur R.B, mengapresiasi Perkumpulan Harmoni Alam Papuana yang mengadakan kegiatan jambore iklim dalam rangka menyikapi perubahan iklim dan pemanasan global. Kegiatan yang melibatkan pelajar itu diharapkan memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
“Kami tentu siap berkolaborasi dengan LSM dan berbagai lembaga. Kami juga punya program penanaman pohon atau reboisasi, tentu ke depan kami akan bekerja sama, termasuk dengan sekolah-sekolah,” kata Catur.
Sementara Kepsek SMK Negeri 4 Merauke, Hariyati mengatakan bahwa jambore iklim sangat bermanfaat bagi para pelajar di sekolah tersebut. Kegiatan ini berhubungan dengan mata pelajaran IPAS, dan agribisnis agroteknologi.
“Kami ada kerja sama dengan Perkumpulan Harmoni Alam Papuana. Ini kegiatan ekstrakurikuler ya, tentu juga berperan dalam meningkatkan tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan, seperti reboisasi,” katanya. (*)





















Discussion about this post